Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Harga Pala Anjlok, Petani Siau Tertekan Sistem Pasar Tidak Seimbang

Harga Pala Anjlok, Petani Siau Tertekan Sistem Pasar Tidak Seimbang

  • account_circle rafael
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • visibility 493
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIAU, PRONews5.com — Petani pala di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, masih menghadapi tekanan harga akibat struktur pasar yang tidak seimbang. Minimnya jumlah pembeli dibandingkan ribuan petani membuat posisi tawar petani lemah, sehingga mereka hanya menjadi penerima harga (price-taker).

Saat ini, harga biji pala di tingkat petani berada di kisaran di bawah Rp70 ribu per kilogram. Angka tersebut dinilai belum mampu menutup biaya operasional, terutama bagi petani yang bergantung pada tenaga kerja harian.

Kapten Victor Tambelangi (75), petani pala di Desa Kanawong, Kecamatan Siau Barat, menjadi salah satu potret kondisi tersebut. Ia mengelola sekitar 200 pohon pala, namun tidak lagi mampu bekerja langsung karena faktor usia. Untuk menjaga produktivitas kebun, Victor mempekerjakan pekerja dengan upah Rp150 ribu per hari.“Kalau harga bisa naik hingga Rp80 ribu per kilogram, itu sudah cukup membantu,” ujarnya.

Meski demikian, Victor tetap optimistis terhadap komoditas pala. Ia menyebut pala Siau memiliki kualitas unggul dan selalu diminati pasar luar daerah. Namun, panjangnya rantai distribusi dinilai menjadi penyebab utama rendahnya harga di tingkat petani.

Menurutnya, sistem pemasaran yang bergantung pada perantara membuat keuntungan lebih banyak dinikmati oleh pelaku usaha di hilir. Ia berharap pemerintah dapat membuka akses distribusi yang lebih pendek, termasuk peluang ekspor langsung dari daerah.Di sisi lain, tantangan regenerasi juga mulai terasa. Minat generasi muda untuk menjadi petani terus menurun karena lebih memilih bekerja di sektor formal atau merantau ke luar daerah.

Kondisi tersebut diperkuat oleh pernyataan Piet Kuera, mantan Wakil Bupati Sitaro yang kini aktif sebagai petani pala. Ia menilai pasar pala di Siau dikuasai segelintir pembeli, sehingga berpotensi menekan harga saat musim panen. “Pada puncak panen Maret dan April, harga bisa turun hingga Rp50 ribu per kilogram karena hanya beberapa pengusaha yang menampung,” katanya.

Selain itu, Piet juga menyoroti potensi praktik kecurangan dalam sistem penimbangan yang digunakan dalam transaksi jual beli. Ia mendorong pemerintah untuk melakukan pengawasan guna melindungi petani dari kerugian.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, mengakui adanya indikasi struktur pasar oligopsoni dalam tata niaga pala. Pemerintah daerah, kata dia, tidak menutup mata terhadap persoalan yang dihadapi petani.“Pembeli lebih sedikit dibandingkan penjual, sehingga petani tidak memiliki banyak pilihan dalam menentukan harga,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah tengah menyusun strategi untuk memutus rantai distribusi yang panjang, di antaranya melalui pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan, kerja sama antar daerah, serta mendorong hadirnya eksportir lokal.Langkah ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan harga jual di tingkat petani.

Selain pembenahan tata niaga, pemerintah juga berkomitmen mendukung pengembangan produk turunan pala oleh pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), seperti minuman fermentasi dan olahan lainnya, dengan tetap memperhatikan regulasi yang berlaku.Di sektor hulu, upaya menjaga keberlanjutan produksi juga terus dilakukan. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian direncanakan akan menjalankan program rehabilitasi tanaman pala seluas sekitar 300 hektare pada tahun 2026 di wilayah Sitaro.

Program tersebut melibatkan puluhan kelompok tani yang telah terdata sebelumnya dan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta kualitas pala di daerah tersebut.Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk memperbaiki posisi tawar petani dalam rantai perdagangan. Intervensi kebijakan diharapkan mampu menciptakan sistem tata niaga yang lebih adil, sehingga komoditas pala tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga memberikan kesejahteraan yang layak bagi para petani.

[**/IND]

  • Penulis: rafael

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Baru Menjabat, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Dugaan Suap Proyek dan Jual Beli Jabatan Terkuak

    Baru Menjabat, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Dugaan Suap Proyek dan Jual Beli Jabatan Terkuak

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle (**/VIC)
    • visibility 219
    • 0Komentar

    PEMALANG, PRONEWS5.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang dunia pemerintahan daerah dengan menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. Kepala daerah yang baru menjabat sejak 2025 itu diduga terlibat dalam praktik korupsi proyek pemerintah dan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang. Operasi senyap yang berlangsung sejak Selasa (28/7/2026) […]

  • SMSI dan ABPEDNAS Perkuat Sinergi Nasional untuk Desa Transparan dan Berintegritas

    SMSI dan ABPEDNAS Perkuat Sinergi Nasional untuk Desa Transparan dan Berintegritas

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 192
    • 0Komentar

    JAKARTA|PRONews5.com — Pengurus Pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) mulai menjajaki kolaborasi strategis tingkat nasional dalam mendukung penguatan tata kelola pemerintahan desa, transparansi publik, serta pembangunan berbasis aspirasi masyarakat. Komitmen itu mengemuka dalam audiensi antara jajaran pengurus pusat SMSI dan DPP ABPEDNAS yang berlangsung di Kantor Pusat ABPEDNAS, […]

  • Lebih dari Sekadar Silaturahmi, Halal Bihalal Rajawali Baru 2026 Satukan Warga

    Lebih dari Sekadar Silaturahmi, Halal Bihalal Rajawali Baru 2026 Satukan Warga

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 308
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM — Warga RT 04 dan RT 05 RW 11 Rajawali Baru, Halim Perdanakusuma, memanfaatkan momentum pasca-Idulfitri 1447 Hijriah untuk mempererat kebersamaan melalui kegiatan Halal Bihalal yang digelar di Lapangan Futsal Jalan Rajawali Baru, Minggu (19/4/2026). Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga ruang konsolidasi sosial warga di tengah dinamika kehidupan […]

  • Pengukuhan PneT di Bogor Diperkuat Aksi Sosial untuk Generasi Tombulu

    Pengukuhan PneT di Bogor Diperkuat Aksi Sosial untuk Generasi Tombulu

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle (**/ML)
    • visibility 102
    • 0Komentar

    BOGOR, PRONEWS5.COM — Pengukuhan Pengurus Besar Pinaesaan ne Tombulu (PneT) di Bogor tidak sekadar menjadi agenda organisasi. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan bakti sosial di Panti Asuhan Yayasan Kami Satu, Citeureup, Bogor, sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian keluarga besar Tombulu terhadap sesama. Rangkaian kegiatan berlangsung pada Sabtu akhir pekan lalu dan diikuti Dewan Pembina, Dewan Penasihat, […]

  • Rismon Sianipar Datangi Kediaman Jokowi, Minta Maaf dan Akui Ijazah UGM Asli

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 414
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONews5.com – Peneliti digital forensik akhirnya mendatangi kediaman mantan Presiden pada Kamis sore, 12 Maret 2026, untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Kedatangan Rismon dilakukan setelah hasil penelitian terbarunya menyimpulkan ijazah dari milik Jokowi adalah asli. Kepada wartawan usai pertemuan, Rismon mengaku datang tidak hanya untuk meminta maaf kepada Jokowi, tetapi juga kepada masyarakat […]

  • Buaya Besar yang Resahkan Pantai Tinggian Kombi Minahasa Berhasil Ditangkap

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 692
    • 0Komentar

    MINAHASA, PRONews5.com — Seekor buaya berukuran besar yang sempat meresahkan warga dan wisatawan akhirnya berhasil ditangkap nelayan di pesisir Pantai Tinggian, Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa, Minggu (22/2/2026) sore. Penangkapan dilakukan setelah kemunculan reptil predator itu berulang kali terlihat di sekitar area pantai yang kerap dipadati pengunjung, terutama pada akhir pekan. Kehadirannya memicu kekhawatiran karena lokasi […]

expand_less