Kapolri Ajak Ormas dan Mahasiswa Jaga Persatuan Bangsa
- account_circle rafael
- calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
- visibility 410
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, PRONews5.com – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan (Ormas), organisasi kepemudaan (OKP), mahasiswa, hingga masyarakat sipil, untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah.Ajakan tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026). Kegiatan itu menjadi momentum silaturahmi antara Polri dengan berbagai unsur masyarakat dalam suasana Ramadan.
Dalam sambutannya, Sigit menegaskan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas nasional serta mendukung keberhasilan agenda pembangunan pemerintah, termasuk program Asta Cita yang menjadi arah kebijakan nasional.
Menurutnya, kolaborasi dan soliditas antarelemen bangsa sangat dibutuhkan, terutama di tengah dinamika global yang tengah bergejolak. Ia mengingatkan bahwa situasi internasional yang tidak menentu berpotensi membawa dampak terhadap kondisi ekonomi, sosial, maupun keamanan dalam negeri.“Dinamika global saat ini tidak dalam kondisi baik-baik saja dan tentu memiliki implikasi terhadap situasi dalam negeri.
Oleh karena itu, kita harus terus memperkuat persatuan dan kesatuan sebagai modal utama menghadapi berbagai tantangan,” ujar Sigit. Lebih lanjut, Kapolri menekankan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) merupakan prasyarat penting dalam memastikan pembangunan nasional dapat berjalan optimal.
Tanpa situasi yang aman dan kondusif, berbagai program strategis pemerintah akan sulit terealisasi secara maksimal. Ia juga menegaskan bahwa Polri tetap berkomitmen menjaga ruang demokrasi, khususnya bagi mahasiswa dan generasi muda, untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka dan bertanggung jawab.
Menurutnya, penyampaian pendapat merupakan bagian dari sistem demokrasi yang harus dihormati.“Polri akan terus memberikan ruang bagi mahasiswa dan pemuda untuk menyalurkan aspirasi. Itu adalah bagian dari demokrasi yang harus kita jaga bersama,” katanya.
Namun demikian, Sigit mengingatkan bahwa dalam menjalankan hak demokrasi, seluruh pihak juga memiliki tanggung jawab menjaga persatuan serta tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah bangsa.“Di satu titik, kita harus bersatu dan bahu-membahu menjaga negara ini agar tetap tumbuh dan berkembang dengan baik.
Stabilitas kamtibmas menjadi salah satu modal utama untuk melaksanakan pembangunan,” tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menegaskan komitmen Polri untuk terus berbenah dan terbuka terhadap kritik maupun evaluasi dari masyarakat.
Transformasi menuju institusi kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya, menurutnya, merupakan bagian dari amanat reformasi.“Polri siap untuk selalu dievaluasi dan dikritik agar dapat menjalankan mandat reformasi sebagai civilian police yang dekat dan dicintai masyarakat,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Sigit menyampaikan harapan agar sinergi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat guna mewujudkan cita-cita besar bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Ia mengajak seluruh pihak menjaga institusi, merawat persatuan, serta berkontribusi aktif dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan produktif.“Kita ingin bersama-sama mengarahkan langkah menuju tujuan nasional dan mewujudkan Indonesia Emas 2045. Untuk itu, persatuan dan stabilitas harus terus kita jaga,” pungkasnya.
[**/IND]
- Penulis: rafael



Saat ini belum ada komentar