Wartawan Muslim Terima Daging Kurban dari PWI Sulut, Kamrin Sebut AA-RS Rawat Persaudaraan
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
- visibility 216
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Pokja PWI Manado Arsenius Hut Kamrin bersama jajaran pengurus PWI Sulut menyerahkan bantuan daging kurban kepada wartawan Muslim di Kantor PWI Sulut, Manado, Kamis (27/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONews5.com — Momentum Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara untuk memperkuat nilai solidaritas dan toleransi antarumat beragama. Bertempat di Kantor PWI Sulut, Kamis (27/5/2026), pengurus PWI Sulut bersama Pokja PWI Manado menyerahkan bantuan daging kurban kepada wartawan Muslim di Kota Manado.
Kegiatan tersebut menjadi penyaluran perdana pada masa kepengurusan PWI Sulut dan Pokja PWI Manado periode 2026–2031.
Bantuan hewan kurban itu berasal dari Wali Kota Manado Andre Angouw dan Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang melalui BKSAUA sebagai bentuk kepedulian terhadap insan pers Muslim yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Penyerahan bantuan dilakukan Ketua Pokja PWI Manado Arsenius “Hut” Kamrin dan disaksikan jajaran pengurus PWI Sulut, di antaranya Sekretaris PWI Sulut Ardison Kalumata yang mewakili Ketua PWI Sulut Chyntia Bojo, Wakil Ketua OKK PWI Sulut Yongky Sumual, serta Ketua Forum Senior PWI Sulut Jemmy Narande.
Dalam sambutannya, Hut Kamrin menegaskan bahwa makna Idul Adha tidak berhenti pada ritual penyembelihan hewan kurban semata.
Menurutnya, hari raya kurban juga menjadi refleksi nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta upaya menekan ego dan sikap individualisme di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi bagaimana manusia belajar menyembelih ego, keserakahan, dan rasa acuh terhadap sesama.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Manado, BKSAUA, khususnya Wali Kota Andre Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang atas kepedulian kepada teman-teman wartawan Muslim,” ujar Kamrin.
Ia menilai perhatian Pemerintah Kota Manado terhadap wartawan Muslim menjadi simbol hubungan harmonis antara pemerintah dan insan pers.
Di tengah dinamika sosial dan derasnya arus informasi, kata dia, hubungan kemitraan yang dibangun dengan pendekatan kemanusiaan memiliki arti penting dalam menjaga stabilitas sosial dan iklim demokrasi daerah.
Senada dengan itu, Wakil Ketua OKK PWI Sulut Yongky Sumual mengatakan Idul Adha merupakan ibadah sosial yang sarat pesan keikhlasan, solidaritas, dan kebersamaan.
Menurutnya, perhatian yang diberikan Pemkot Manado menjadi gambaran bahwa relasi pemerintah dan pers tidak hanya terjalin dalam ruang formal pemberitaan, tetapi juga dalam aksi nyata kemanusiaan.
“Momentum ini menjadi tanda relasi yang baik antara pemerintah dan PWI dalam bersama-sama membangun daerah.
Ada nilai kebersamaan dan toleransi yang harus terus dijaga di tengah keberagaman masyarakat Kota Manado,” kata Yongky.
Kegiatan sederhana namun penuh makna tersebut sekaligus menjadi penanda awal kepengurusan baru PWI Sulut dan Pokja PWI Manado dalam membangun kultur organisasi yang menekankan solidaritas, toleransi, serta kepedulian sosial di tengah keberagaman Sulawesi Utara.
[**/NOX]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar