Ronaldo Bangkit, Ramos Menghukum Kroasia di Injury Time
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
- visibility 260
- comment 0 komentar
- print Cetak

Cristiano Ronaldo merayakan gol penyeimbang melalui eksekusi penalti saat membawa Portugal bangkit sebelum akhirnya menundukkan Kroasia 2-1 pada babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 di BMO Field, Toronto. (Foto: FIFA)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TORONTO, PRONEWS5.COM – Portugal memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 setelah menundukkan Kroasia dengan skor dramatis 2-1 pada pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di BMO Field, Toronto.
Gol penentu kemenangan dicetak Gonçalo Ramos pada menit 90+3, mengakhiri perlawanan sengit Kroasia sekaligus mengubur harapan Luka Modrić dan rekan-rekannya melanjutkan perjalanan di turnamen.
Kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah.
Portugal memang mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan, tetapi justru Kroasia tampil lebih efektif dalam menciptakan peluang berbahaya.
Pertandingan baru benar-benar berubah setelah Roberto Martínez melakukan pergantian pemain secara besar-besaran pada babak kedua, keputusan yang akhirnya menjadi titik balik kemenangan Seleção das Quinas.
Sejak menit awal, Portugal mengendalikan permainan melalui Vitinha dan Bruno Fernandes yang menguasai lini tengah.
Penguasaan bola mencapai 62 persen membuat Kroasia lebih banyak menunggu dan mengandalkan serangan balik cepat melalui Ivan Perišić serta Ante Budimir.
Meski tampil dominan, Portugal kesulitan menembus pertahanan rapat yang dikawal Marin Pongračić dan Josip Šutalo.
Cristiano Ronaldo nyaris tak memperoleh ruang di kotak penalti lawan.
Babak pertama ditutup tanpa gol, sementara Rúben Dias menjadi satu-satunya pemain yang menerima kartu kuning pada menit ke-16.
Memasuki babak kedua, Kroasia justru lebih dahulu memecahkan kebuntuan. Pada menit ke-52, Josip Stanišić mengirim umpan silang akurat yang berhasil diselesaikan Ivan Perišić menjadi gol.
Diogo Costa gagal mengantisipasi penyelesaian tersebut sehingga Kroasia unggul 1-0.
Tertinggal satu gol membuat Roberto Martínez mengambil keputusan berani. Dalam rentang satu menit, ia memasukkan Bernardo Silva, Francisco Conceição, Nélson Semedo, dan Gonçalo Ramos sekaligus untuk meningkatkan intensitas serangan.
Pergantian itu langsung mengubah ritme pertandingan.
Tekanan Portugal semakin tinggi hingga akhirnya membuahkan hadiah penalti pada menit ke-67 setelah wasit mengonfirmasi pelanggaran melalui tayangan VAR.
Cristiano Ronaldo yang dipercaya sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Portugal kembali menunjukkan mental juara.
Pada menit 90+3, Rafael Leão membangun serangan dari sisi kiri sebelum bola liar di depan gawang berhasil disambar Gonçalo Ramos.
Sentuhan sederhana Ramos mengubah arah pertandingan sekaligus memastikan kemenangan Portugal 2-1.
Kroasia masih berupaya menyamakan kedudukan pada sisa waktu yang tersedia. Bahkan pertandingan sempat diwarnai kartu kuning untuk Ivan Perišić serta peninjauan VAR pada penghujung laga.
Namun hingga peluit panjang dibunyikan, Portugal tetap mempertahankan keunggulan.
Di balik kemenangan tersebut, penampilan kiper Diogo Costa menjadi salah satu faktor penting.
Meski Portugal hanya mencatat tiga tembakan tepat sasaran, Costa melakukan lima penyelamatan krusial dari total tujuh tembakan tepat sasaran Kroasia sehingga menjaga peluang timnya tetap hidup hingga gol kemenangan tercipta.
Secara statistik, Portugal mendominasi penguasaan bola dengan 62 persen, melepaskan 15 tembakan, menghasilkan sembilan tendangan sudut, serta membukukan akurasi operan mencapai 92 persen.
Sementara Kroasia tampil lebih efektif dalam penyelesaian akhir dengan tujuh tembakan tepat sasaran dari 13 percobaan.
Keputusan Roberto Martínez melakukan empat pergantian pemain secara bersamaan menjadi pembeda utama pertandingan.
Pergantian tersebut meningkatkan agresivitas Portugal di lini depan, memaksa Kroasia terus bertahan, hingga akhirnya kehilangan konsentrasi pada menit-menit terakhir.
Hasil ini membawa Portugal melaju ke babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 dengan modal kepercayaan diri tinggi.
Sebaliknya, Kroasia harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat, sekaligus menjadi kemungkinan penampilan terakhir Luka Modrić di panggung Piala Dunia.
[**/VAN]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar