NOEL INGATKAN PRABOWO, Isyaratkan Ada Gerakan Politik Besar Juni–Juli 2026
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
- visibility 397
- comment 0 komentar
- print Cetak

Immanuel Ebenezer Gerungan (Noel) memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026). (Foto: Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, PRONews5.com – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, sekaligus mantan Ketua Relawan Jokowi Mania (JoMan), Immanuel Ebenezer Gerungan (Noel), melontarkan peringatan serius kepada Presiden Prabowo Subianto terkait potensi gejolak politik nasional yang diperkirakan terjadi dalam periode Juni hingga Juli 2026.
Pernyataan itu disampaikan Noel usai menjalani sidang vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).
Ia mengaku melihat adanya konsolidasi berbagai kelompok masyarakat yang berpotensi memicu eskalasi politik berskala besar terhadap pemerintahan yang sedang berjalan.
“Satu lagi saya coba ingatkan Pak Prabowo, dalam bulan Juni-Juli ini akan ada peristiwa besar, ada eskalasi politik yang ujungnya adalah menggulingkan pemerintahan Prabowo,” kata Noel kepada wartawan.
Menurut Noel, pergerakan tersebut bukan sekadar isu politik biasa. Ia mengklaim berbagai elemen telah melakukan konsolidasi secara intensif dan kini hanya menunggu momentum yang tepat untuk bergerak.
“Konsolidasi ini sudah selesai dan sudah matang. Konsolidasi sipil, konsolidasi mahasiswa, konsolidasi buruh, konsolidasi kelompok civil society dan semuanya.
Tinggal satu, butuh satu pemicu,” ujarnya.
Pernyataan itu sontak menarik perhatian karena disampaikan di tengah meningkatnya dinamika politik nasional pasca satu tahun pemerintahan Prabowo berjalan.
Meski tidak menyebut pihak tertentu, Noel menilai tanda-tanda penguatan gerakan sosial dan politik mulai terlihat di sejumlah sektor masyarakat.
Dalam keterangannya, Noel bahkan membandingkan situasi saat ini dengan atmosfer sosial-politik yang berkembang menjelang Reformasi 1998.
Menurutnya, pemerintah perlu mencermati berbagai gejala yang muncul agar tidak berkembang menjadi krisis yang lebih besar.
“Jangan dianggap remeh. Situasinya memiliki kemiripan dengan kondisi sebelum 1998, ketika berbagai kelompok mulai menyuarakan ketidakpuasan secara bersamaan,” ungkapnya.
Selain memperingatkan soal potensi gejolak politik, Noel juga mengingatkan Presiden Prabowo agar berhati-hati terhadap pihak-pihak di lingkaran kekuasaan yang dinilai hanya mengejar kepentingan pribadi dan jabatan.
Pernyataan Noel muncul di tengah proses hukum yang sedang dihadapinya.
Mantan Wamenaker tersebut saat ini menjadi terdakwa dalam perkara dugaan korupsi, pemerasan, suap, dan gratifikasi terkait pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) saat menjabat di Kementerian Ketenagakerjaan.
Dari perspektif politik, pernyataan Noel dapat dibaca sebagai alarm terhadap meningkatnya akumulasi ketidakpuasan di berbagai kelompok masyarakat.
Namun hingga saat ini, belum terdapat bukti terbuka yang mengonfirmasi adanya gerakan terorganisir untuk menggulingkan pemerintahan sebagaimana yang disampaikannya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Istana Kepresidenan maupun Presiden Prabowo Subianto belum memberikan tanggapan resmi terkait peringatan yang dilontarkan Noel.
[**/Frank]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar