Respons Santai Joko Widodo atas Pernyataan Jusuf Kalla: “Saya Ini Orang Kampung”
- account_circle (**/VIC)
- calendar_month Senin, 20 Apr 2026
- visibility 314
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (kiri) dan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (kanan) dalam momen terpisah saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto:Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SOLO, PRONEWS5.COM — Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menanggapi santai pernyataan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), terkait peran politik dalam perjalanan kariernya hingga menjadi presiden. Jokowi menyebut dirinya bukan siapa-siapa dan hanya orang kampung.
Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat diwawancarai wartawan di kediamannya di Jalan Kutai Utara No. 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Senin (20/4/2026).
“Saya ini bukan siapa-siapa, saya ini orang kampung,” ujar Jokowi singkat.
Saat ditanya lebih lanjut mengenai pernyataan JK yang menyebut dirinya berperan dalam mengantarkan Jokowi hingga menjadi presiden, Jokowi kembali merespons singkat.
“Yang menilai bukan saya,” katanya.
Sebelumnya, Jusuf Kalla secara terbuka menyampaikan bahwa dirinya memiliki kontribusi penting dalam perjalanan politik Jokowi, khususnya saat mendorong pencalonan sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Pernyataan itu disampaikan JK kepada awak media di kediamannya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026), sebagai respons atas narasi yang berkembang di media sosial.
“Jokowi jadi Presiden karena saya. Tanpa jadi gubernur, mana bisa jadi Presiden?” tegas JK.
Lebih lanjut, JK mengungkapkan bahwa dirinya berperan dalam meyakinkan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk menyetujui pencalonan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Menurut JK, saat itu pencalonan Jokowi sempat mendapat penolakan sebelum akhirnya disetujui setelah melalui proses komunikasi intensif.
“Saya yang bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta. Saya yakinkan Ibu Mega bahwa ini orang baik. Awalnya ditolak, tapi akhirnya disetujui,” ungkapnya.
JK menilai, posisi sebagai Gubernur DKI Jakarta menjadi titik krusial yang membuka jalan Jokowi menuju kursi Presiden RI pada Pemilihan Presiden 2014.
“Tanpa jadi gubernur, tidak mungkin jadi Presiden. Itu prosesnya,” tegasnya.
Pernyataan dua tokoh nasional ini memperlihatkan dinamika narasi politik terkait perjalanan karier Jokowi di panggung nasional.
Meski terdapat klaim peran dari berbagai pihak, Jokowi memilih merespons secara singkat dan menekankan bahwa penilaian atas perjalanan tersebut bukan berada pada dirinya.
- Penulis: (**/VIC)



Saat ini belum ada komentar