Orang Tua Korban Keracunan MBG Tomohon Terhimpit: Tak Bisa Bekerja, Kehilangan Penghasilan, Hingga Terpaksa Berutang
- account_circle rafael
- calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
- visibility 962
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Di tengah kepanikan keluarga korban, musibah lain kembali terjadi. Bertje Dien, orang tua siswa SMK St Familia Tomohon asal Kelurahan Pinaras, Kecamatan Tomohon Tengah, mengalami kecelakaan lalu lintas saat bergegas menuju rumah sakit setelah menerima kabar anaknya menjadi korban keracunan MBG.
Akibat kecelakaan tersebut, Bertje Dien tidak sempat menemui anaknya dan kini harus menjalani perawatan lanjutan setelah dirujuk ke RS Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.
Peristiwa ini mempertegas dampak domino kasus MBG—dari krisis kesehatan, krisis ekonomi, hingga risiko keselamatan keluarga korban.
Berdasarkan penelusuran lapangan, mayoritas siswa mulai merasakan gejala sekitar pukul 15.00 WITA, tak lama setelah pulang sekolah. Kondisi memburuk dalam waktu singkat, memaksa orang tua membawa anak-anak mereka ke rumah sakit.
“Baru sampai rumah, anak mengeluh sakit perut dan pusing. Tidak lama kemudian muntah,” kata salah satu orang tua.
Lonjakan pasien dalam waktu bersamaan membuat RS Gunung Maria Tomohon menjadi rumah sakit rujukan utama, dengan puluhan pasien masuk hampir serentak pada sore hari.
Data sementara menyebut korban berasal dari SMA Karitas Tomohon, SMK Negeri 1 Woloan, dan SMA St Familia Tomohon, dengan total 111 siswa terdampak.
- Penulis: rafael



Saat ini belum ada komentar