Tak Disengaja Bertemu di Whoosh, Wali Kota Tomohon dan Osco Letunggamu Bahas Masa Depan TIFF
- account_circle (**/VIC)
- calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
- visibility 215
- comment 0 komentar
- print Cetak

Osco Olfriady Letunggamu menyerahkan buku "Blockchain sebagai Alat Bukti Elektronik dalam Sistem Hukum Indonesia" kepada Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk saat bertemu secara spontan di Kereta Cepat Whoosh dalam perjalanan menuju Bandung, Rabu (15/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, PRONEWS5.COM – Sebuah pertemuan spontan di dalam Kereta Cepat Whoosh pada Rabu (15/7/2026) berkembang menjadi diskusi strategis mengenai masa depan Tomohon International Flower Festival (TIFF).
Wali Kota Tomohon, Caroll Joram Azarias Senduk, bersama istrinya drg. Jean D’Arc Florentia Karundeng, bertemu dengan akademisi dan praktisi hukum Osco Olfriady Letunggamu saat sama-sama melakukan perjalanan menuju Bandung.
Pertemuan yang tidak direncanakan itu turut dihadiri Vonny Pangemanan, yang dikenal sebagai mantan Ketua Panitia TIFF.
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, ketiganya memanfaatkan perjalanan untuk bertukar gagasan mengenai strategi memperkuat posisi TIFF sebagai festival bunga bertaraf internasional sekaligus ikon pariwisata Kota Tomohon.
Pembahasan berfokus pada langkah-langkah meningkatkan kualitas penyelenggaraan TIFF, mulai dari penguatan konsep, tata kelola acara, inovasi kreatif, hingga strategi memperluas daya tarik di tingkat global.
Kesamaan pandangan mengemuka bahwa TIFF perlu terus bertransformasi agar mampu bersaing dengan festival-festival bunga kelas dunia.
Salah satu referensi yang menjadi bahan diskusi adalah Tournament of Roses Parade di Pasadena, Amerika Serikat.
Festival yang telah digelar sejak 1890 itu dinilai berhasil menjaga reputasi internasional melalui konsistensi kualitas penyelenggaraan, inovasi, serta pengelolaan yang berkelanjutan selama lebih dari satu abad.
Dari pengalaman tersebut, para peserta diskusi menilai penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas kreatif, akademisi, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing TIFF.
Sinergi lintas sektor dinilai mampu memperkuat branding internasional sekaligus meningkatkan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui sektor pariwisata.
Momentum pertemuan itu juga diwarnai dengan penyerahan buku karya pertama Osco Letunggamu berjudul “Blockchain sebagai Alat Bukti Elektronik dalam Sistem Hukum Indonesia” kepada Wali Kota Tomohon sebagai cenderamata.
Buku tersebut merupakan hasil kajian akademik yang membahas pemanfaatan teknologi blockchain dalam sistem pembuktian hukum Indonesia.
Penyerahan buku itu menjadi simbol kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintahan dalam mendorong lahirnya inovasi, pengembangan ilmu pengetahuan, serta kebijakan publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dalam kesempatan yang sama, Osco juga mengapresiasi kehadiran Kereta Cepat Whoosh sebagai moda transportasi berkecepatan tinggi pertama di Indonesia dan Asia Tenggara.
Infrastruktur modern tersebut dinilai menjadi representasi kemajuan nasional yang mampu meningkatkan konektivitas sekaligus efisiensi mobilitas masyarakat.
Setelah tiba di Bandung, rombongan Wali Kota Tomohon melanjutkan agenda kerja masing-masing. Sementara itu, Osco menuju Universitas Pasundan (UNPAS) untuk mengikuti bimbingan Program Doktor Ilmu Hukum sebagai bagian dari komitmennya memperdalam kajian hukum, teknologi, dan kebijakan publik.
Pertemuan singkat yang terjadi tanpa perencanaan itu memperlihatkan bahwa gagasan besar mengenai pembangunan daerah dapat lahir di mana saja.
Diskusi di dalam perjalanan tersebut menjadi cerminan semangat kolaborasi antartokoh Sulawesi Utara dalam memperkuat posisi TIFF sebagai agenda pariwisata internasional yang semakin berdaya saing di tingkat global.
- Penulis: (**/VIC)



Saat ini belum ada komentar