Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Satu Nyawa Melayang di Tromol Milik FM! Kapolsek Modayag Belum Buka Suara

Satu Nyawa Melayang di Tromol Milik FM! Kapolsek Modayag Belum Buka Suara

  • account_circle (**/NOX)
  • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
  • visibility 63
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

9BOLTIM, PRONEWS5.COM — Kasus tewasnya seorang penambang berinisial JM alias Jul (20), warga Kelurahan Mongondow, Kecamatan Kotamobagu Selatan, di lokasi pengolahan emas menggunakan mesin tromol di Desa Modayag, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), pada Rabu (7/10/2026), masih menyisakan tanda tanya terkait perkembangan penanganan hukumnya.

Meski kasus tersebut dikabarkan telah ditangani Polsek Modayag, hingga berita ini diturunkan belum diperoleh informasi resmi mengenai perkembangan penyelidikan, langkah hukum yang telah dilakukan, maupun pihak-pihak yang telah dimintai keterangan.

Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan PRONews5.com kepada Kapolsek Modayag, AKP Agus Hamdjen, S.Pd., melalui aplikasi WhatsApp belum mendapatkan tanggapan. Pesan yang dikirimkan untuk meminta penjelasan terkait penanganan kasus tersebut juga belum mendapat balasan.

Belum adanya tanggapan itu membuat sejumlah pertanyaan mengenai perkembangan penanganan kasus ini belum terjawab.

Namun, sikap tersebut tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai bentuk penutupan informasi oleh pihak kepolisian.

Publikasi perkembangan perkara menjadi penting, terutama karena peristiwa ini menyangkut hilangnya nyawa seseorang di lokasi pengolahan emas yang diduga beroperasi tanpa izin.

Penjelasan resmi kepolisian diperlukan agar kronologi kejadian, penyebab kematian korban, serta kemungkinan adanya pelanggaran hukum dapat diketahui secara terang.

Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” yang dikaitkan dengan kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., juga menjadi pengingat pentingnya komunikasi terbuka antara kepolisian dan masyarakat, termasuk dengan insan pers yang menjalankan fungsi kontrol sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun PRONews5.com, korban JM alias Jul diketahui bekerja di lokasi pengolahan material emas menggunakan mesin tromol. Lokasi tersebut diduga milik seorang perempuan berinisial FM alias Fika Mohama.

Meski demikian, status kepemilikan lokasi, legalitas kegiatan pengolahan emas, serta dugaan pelanggaran hukum yang berkaitan dengan peristiwa tersebut masih perlu dipastikan melalui penyelidikan dan keterangan resmi aparat berwenang.

Peristiwa nahas itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.25 WITA.

Berdasarkan keterangan Ali Tkariang, rekan kerja korban, aktivitas pengolahan material atau rep dimulai sekitar pukul 15.00 WITA. Sekitar pukul 16.30 WITA, mesin tromol mulai dioperasikan, sementara korban bersama saksi dan penjaga tromol mengawasi proses pengolahan.

Sekitar pukul 17.30 WITA, korban bersama istrinya sempat berpamitan untuk pulang mandi. Namun, pada pukul 19.30 WITA, korban kembali ke lokasi untuk bergantian menjaga mesin dengan saksi.

Korban kemudian tetap berada di lokasi untuk mengawasi mesin tromol yang masih berputar.

Sekitar pukul 21.25 WITA, saat saksi kembali ke lokasi, korban ditemukan dalam posisi duduk di samping tong penampungan air. Saksi kemudian menanyakan kondisi korban dan mendapati korban mengeluh kesakitan.

Melihat kondisi tersebut, saksi segera membawa korban untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil. Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 22.51 WITA.

Hingga kini, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.

Karena itu, diperlukan penjelasan resmi mengenai hasil pemeriksaan medis, langkah penyelidikan, serta ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun pelanggaran hukum dalam aktivitas pengolahan emas tersebut.

Kepolisian juga diharapkan menjelaskan apakah pengelola lokasi telah dimintai keterangan, apakah legalitas usaha sudah diperiksa, serta tindakan apa yang telah dilakukan setelah peristiwa tersebut terjadi.

PRONews5.com tetap membuka ruang bagi Kapolsek Modayag maupun pihak terkait untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan guna melengkapi pemberitaan ini.

Kasus ini tidak semata-mata menyangkut aktivitas pengolahan emas, tetapi juga menyangkut keselamatan pekerja dan kepastian penegakan hukum atas peristiwa yang merenggut nyawa seorang pemuda.

Masyarakat kini menantikan penjelasan yang transparan mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut, agar penyebab kematian korban dapat diungkap dan apabila ditemukan pelanggaran hukum, proses penegakan hukum dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

  • Penulis: (**/NOX)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KTNA–Permesta–BUMD Tanam Jagung Manis, Panen Jagung Komposit di Remboken

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 577
    • 0Komentar

    MINAHASA, PRONews5.com – Gerakan penguatan sektor pertanian kembali bergema di Kabupaten Minahasa. Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) bersama Dewan Pengurus Daerah Permesta Sulawesi Utara, BUMD Membangun Sulut Maju, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta sejumlah kelompok tani menggelar dua agenda penting sekaligus di Kecamatan Remboken, yakni penanaman jagung manis dan panen jagung komposit varietas Jakarin Satu. […]

  • Lebaran 2026: Ribuan Personel Gabungan Siap Amankan Mudik Rakyat

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Jakarta – Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan kesiapan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mengawal arus mudik Lebaran 2026 melalui pelaksanaan Operasi Ketupat yang melibatkan ribuan personel gabungan di seluruh wilayah Indonesia. Ia menjelaskan bahwa sebanyak 161 ribu personel gabungan dikerahkan dalam Operasi Ketupat tahun ini. Personel tersebut berasal dari berbagai unsur, […]

  • Enam Excavator Disita, Kasus Tambang HWR Mulai Terkuak

    Enam Excavator Disita, Kasus Tambang HWR Mulai Terkuak

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 312
    • 0Komentar

    MANADO, Pronews5.com — Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) menyita enam unit alat berat jenis excavator milik PT Hakian Wellem Rumansi (HWR) di area tambang Desa Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi sektor pertambangan periode 2005–2025, pada 28–30 April 2026. Langkah penyitaan ini menjadi bagian dari upaya penegakan hukum […]

  • Vanda Sarundajang Lantik Pengurus Pramuka Manado 2025–2030

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 358
    • 0Komentar

    MANADO, PRONews5.com – Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, SS, selaku Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Sulawesi Utara, secara resmi melantik Pengurus Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), Kwartir Cabang (Kwarcab), dan Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Gerakan Pramuka Kota Manado Periode 2025–2030, Senin (26/1/2026), di Ruang Serbaguna Kantor Wali Kota Manado. Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepengurusan […]

  • Menembus Batas Reformasi: Menakar Tantangan Kontemporer dan Strategi Masa Depan Polri

    Menembus Batas Reformasi: Menakar Tantangan Kontemporer dan Strategi Masa Depan Polri

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Adrianus R. Pusungunaung
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Oleh: Adrianus R. Pusungunaung Pendahuluan Transformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) merupakan sebuah keniscayaan di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat. Perkembangan teknologi digital, meningkatnya kompleksitas kejahatan lintas negara, hingga perubahan karakter masyarakat telah mengubah wajah tantangan yang dihadapi aparat penegak hukum. Jika dahulu keberhasilan Polri lebih banyak diukur dari kemampuan menjaga keamanan dan […]

  • Gagal Benahi Pelayanan, KIPRA Desak Evaluasi Jabatan Dirut RS Kandou dr. Starry Rampengan

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 1.036
    • 0Komentar

    MANADO, PRONews5.com – Ketua KIPRA (Kita Prabowo) Indonesia, Pdt. Dr. Indonesia Ferdinand Watti STh, MTh, mendesak Menteri Kesehatan mengevaluasi jabatan Direktur Utama Rumah Sakit Prof. dr. R.D. Kandou, dr. Starry Rampengan. Desakan itu disampaikan menyusul penilaian bahwa manajemen rumah sakit rujukan terbesar di Sulawesi Utara tersebut belum mampu membenahi pelayanan secara signifikan sejak pergantian kepemimpinan. […]

expand_less