Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Polri » Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026

  • account_circle (**/BEN)
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • visibility 103
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

CIKEAS, PRONEWS5.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar apel gelar pasukan dalam rangka kesiapan menghadapi bencana dan konflik sosial tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi langkah Polri memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam maupun konflik sosial di seluruh wilayah Indonesia.

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo hadir mewakili Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam apel yang digelar di Cikeas, Jawa Barat, Senin (7/9/2026). Dalam arahannya, Dedi menekankan pentingnya kesiapsiagaan Polri sejak tahap pra-bencana, tanggap darurat hingga pascabencana.

“Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang sangat tinggi karena dipengaruhi oleh kondisi geologis, geografis, dan klimatologis yang kompleks. Lebih dari itu, Indonesia juga berada pada kawasan Ring of Fire sehingga memiliki risiko bencana gempa bumi, tsunami, dan erupsi gunung api yang tinggi,” ujar Dedi dalam keterangannya di Cikeas, Senin (7/9/2026).

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejak Januari 2026 hingga saat ini tercatat 1.730 kejadian bencana alam di Indonesia. Bencana tersebut didominasi banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Rangkaian bencana itu telah mengakibatkan 397 orang meninggal dunia dan lebih dari 4 juta masyarakat harus mengungsi.

Dedi juga menyoroti tingginya aktivitas vulkanik di sejumlah wilayah Indonesia. Pada 6 September 2026, aktivitas erupsi tercatat terjadi di Gunung Sinabung, Gunung Merapi, Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Ili Lewotolok, Gunung Lewotobi Laki-laki, serta Gunung Ibu.

Menurut Dedi, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa bencana alam dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Karena itu, kesiapsiagaan harus dibangun secara menyeluruh, mulai dari fase pra-bencana, saat tanggap darurat hingga pascabencana.

“Dalam konteks inilah, Polri harus senantiasa hadir sebagai salah satu kekuatan negara yang siap memberikan respons cepat melalui pelayanan dan bantuan kemanusiaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana melalui Operasi Aman Nusa II,” katanya.

Dalam penanganan bencana, Polri telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung, mulai dari pengerahan personel, evakuasi dan pencarian korban, pengamanan lokasi bencana, pengaturan lalu lintas dan jalur evakuasi, hingga pendirian dapur lapangan serta rumah sakit lapangan. Polri juga menyiapkan air bersih, bantuan logistik, pelayanan kesehatan, dukungan psikososial dan trauma healing, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Seluruh upaya tersebut, kata Dedi, harus dilakukan secara terpadu dan bersinergi dengan TNI, BNPB/BPBD, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, relawan, serta seluruh elemen masyarakat.

Selain ancaman bencana alam, Polri juga menghadapi dinamika konflik sosial yang dapat berkembang dari berbagai persoalan politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan, baik di lapangan maupun ruang digital.

“Penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional masyarakat yang wajib kita hormati dan kita lindungi. Namun, pada saat yang sama, Polri melalui Operasi Aman Nusa I juga harus memiliki kesiapan untuk mencegah setiap potensi eskalasi agar tidak berkembang menjadi konflik, kekerasan, maupun gangguan kamtibmas yang lebih luas,” tegas Dedi.

Dalam penanganan konflik sosial, Polri mengedepankan pendekatan komprehensif sejak tahap pra-konflik, saat konflik hingga pascakonflik. Langkah tersebut dilakukan melalui pemetaan potensi kerawanan, penguatan deteksi dini dan sistem peringatan dini atau early warning system, peningkatan patroli siber terhadap narasi provokatif, serta pelibatan tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh pemangku kepentingan.

Dedi menegaskan, apabila konflik terjadi, Polri harus mampu melakukan pengamanan, pemisahan pihak yang berkonflik, perlindungan masyarakat dan objek vital, serta penegakan hukum secara profesional, proporsional dan berkeadilan.

“Pada penanganan konflik sosial, utamakan langkah pencegahan untuk mitigasi seluruh risiko serta dampak berkelanjutan yang ditanggung masyarakat. Pahami akar persoalan di wilayah masing-masing dan bangun kedekatan dengan tokoh masyarakat untuk dapat memitigasi timbulnya konflik,” ujar Dedi.

Dalam apel tersebut, Dedi juga menyampaikan dua hal penting yang harus menjadi pedoman personel yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa I dan Aman Nusa II. Pertama, seluruh rangkaian penanganan bencana harus bermuara pada keselamatan dan pemulihan korban melalui tiga tahap, yakni siaga darurat, tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.

“Data yang tepat menjadi pijakan, gerak yang cepat menjadi tuntutan, dan kerja yang cermat menjadi jaminan keselamatan,” ucapnya.

Kedua, dalam penanganan konflik sosial, personel diminta mengutamakan langkah pencegahan, memahami akar persoalan, serta membangun kedekatan dengan tokoh masyarakat guna mencegah terjadinya konflik. Apabila diperlukan tindakan lebih tegas, penindakan harus dilakukan secara terukur dan profesional dengan berpedoman pada prinsip ultimum remedium, yakni penegakan hukum menjadi upaya terakhir.

Dedi berharap kesiapan personel, sarana dan prasarana serta kecepatan bertindak dapat memastikan Polri senantiasa hadir memberikan rasa aman, meringankan beban masyarakat terdampak bencana, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat secara berkelanjutan. (sumber: Humas Polri)

  • Penulis: (**/BEN)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekwan Minahasa Tegaskan Tak Ada Korupsi Makan Minum dan Perjalanan Dinas DPRD, Mengapa Dipanggil Polisi?

    Sekwan Minahasa Tegaskan Tak Ada Korupsi Makan Minum dan Perjalanan Dinas DPRD, Mengapa Dipanggil Polisi?

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 598
    • 0Komentar

    MINAHASA, PRONEWS5.COM – Sekretaris DPRD (Sekwan) Kabupaten Minahasa, Robert Ratulangi, S.Pd., M.M., menegaskan anggaran makan minum DPRD Kabupaten Minahasa Tahun Anggaran 2022–2023 tidak ada yang fiktif. Menurutnya, seluruh penggunaan anggaran telah dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan dan didukung dokumen yang lengkap. Pernyataan tersebut disampaikan Robert Ratulangi kepada PRONEWS5.COM, Selasa (22/7/2026), sebagai tanggapan atas penyelidikan dugaan tindak pidana […]

  • Voucke Lontaan Resmi Nahkodai SMSI Sulut 2026–2030, Ini Struktur Lengkap Pengurusnya

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 638
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONews5.com – Drs. Voucke Lontaan resmi menjabat Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sulawesi Utara periode 2026–2030 setelah menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan dari Ketua Umum SMSI Firdaus di Hotel Millennium, Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Penyerahan SK tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 SMSI. SK bernomor 052/KPTS/SMSI–PUSAT/III/2026 itu menetapkan struktur lengkap […]

  • Awas, Mafia Tanah Sasar Lahan Perkebunan Boltim, Diduga Paksa Usir Warga Lokal

    Awas, Mafia Tanah Sasar Lahan Perkebunan Boltim, Diduga Paksa Usir Warga Lokal

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle (**/NOX)
    • visibility 415
    • 0Komentar

    BOLTIM|PRONews5.com – Ketenangan masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mulai terusik. Kabar mengenai pergerakan sekelompok oknum dari luar daerah yang mengklaim lahan-lahan produktif milik warga lokal memicu keresahan di tengah masyarakat. Tak main-main, para oknum tersebut diduga merupakan bagian dari jaringan mafia tanah yang mengincar lahan strategis, khususnya wilayah yang memiliki potensi kandungan emas. […]

  • Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Tuai Kritik, Pemerintah Pusat Ingatkan Risiko Main Hakim Sendiri

    Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Tuai Kritik, Pemerintah Pusat Ingatkan Risiko Main Hakim Sendiri

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle (**/NOX)
    • visibility 145
    • 0Komentar

    JAWA BARAT, PRONEWS5.COM – Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menawarkan hadiah Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga yang berhasil menangkap pelaku begal dan kejahatan jalanan memicu perdebatan di tingkat nasional. Di satu sisi, kebijakan tersebut diklaim sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan. Namun di sisi lain, sejumlah pejabat tinggi negara […]

  • Tak Hadir di KPK Nusron Dipanggil Lagi

    Tak Hadir di KPK Nusron Dipanggil Lagi

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 79
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (7/10/2026). Nusron sedianya diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN yang antara lain berkaitan dengan pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor. Ketidakhadiran […]

  • Pejuang Pembentukan Kota Tomohon Ajak Warga Sukseskan TIFF 2026

    Pejuang Pembentukan Kota Tomohon Ajak Warga Sukseskan TIFF 2026

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 131
    • 0Komentar

    TOMOHON, PRONEWS5.COM – Dua tokoh pejuang pembentukan Kota Tomohon, Harry Runtuwene dan Ibrahim Bam Tular, menyerukan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 dan Tournament of Flowers (ToF). Ajakan tersebut disampaikan menjelang rangkaian TIFF 2026 yang berlangsung di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Keduanya menekankan bahwa keberhasilan festival internasional tersebut tidak […]

expand_less