Liga Pelajar Manado Ricuh, Kadispora Manado Diduga Pukul Warga yang Rekam Kejadian
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
- visibility 574
- comment 0 komentar
- print Cetak

Situasi di lokasi pertandingan Tinju Liga Pelajar Manado di Youth Center Manado, Sabtu (5/9/2026), saat kericuhan terjadi dan disebut berlanjut hingga ke luar arena. (Foto: istimewa/pronews5.com)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONEWS5.COM — Kericuhan mewarnai pertandingan Tinju Liga Pelajar Manado yang digelar di Youth Center Manado, Sabtu (5/9/2026). Insiden tersebut bahkan disebut berlanjut hingga ke luar arena pertandingan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kericuhan bermula ketika seorang lelaki bernama Basten diduga melakukan pemukulan terhadap sejumlah penonton yang berada di lokasi pertandingan.
Salah satu warga yang disebut menjadi korban dalam insiden tersebut adalah Robby Warong, warga asal Bahu, Manado.
Situasi kemudian memanas setelah kericuhan di dalam arena merembet ke luar gedung.
Robby yang merasa keberatan atas kejadian tersebut disebut kemudian didatangi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Manado, Bonix Saweho.
Namun, upaya yang disebut untuk meredam situasi justru diduga berujung pada insiden lain.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, Bonix Saweho bersama beberapa orang yang disebut merupakan petinju diduga terlibat dalam pemukulan terhadap seorang warga bernama Nyong Tery.
Saat kejadian, Nyong Tery disebut sedang merekam situasi menggunakan telepon selulernya.
Ia diduga menjadi sasaran pemukulan hingga terjatuh.
Tidak hanya itu, korban juga disebut mendapat tekanan untuk menghapus rekaman video yang dibuatnya saat kejadian berlangsung.
Informasi dari teman-teman dekat korban menyebutkan, Nyong Tery kemudian langsung mendatangi Polresta Manado untuk melaporkan kejadian tersebut.
Korban juga disebut telah menjalani pemeriksaan medis atau visum sebagai bagian dari proses penanganan laporan.
Informasi terakhir menyebutkan, korban kemungkinan kembali memberikan keterangan kepada penyidik pada Minggu (6/9/2026).
Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan karena terjadi dalam rangkaian kegiatan olahraga pelajar yang semestinya berlangsung aman, tertib, serta menjunjung tinggi sportivitas.
Apalagi, dugaan kekerasan tersebut disebut terjadi di tengah kericuhan pertandingan dan melibatkan pejabat yang memiliki tanggung jawab terhadap urusan kepemudaan dan olahraga di Kota Manado.
Hingga berita ini diturunkan, Kadispora Manado Bonix Saweho belum berhasil dikonfirmasi terkait dugaan pemukulan tersebut maupun informasi mengenai adanya tekanan untuk menghapus rekaman video.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar