Baru Dibuka Bupati, Wisata Arter Muntoi Jadi Arena Perkelahian, Resmob Kotamobagu Amankan Delapan Terduga Pelaku
- account_circle (**/NOX)
- calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
- visibility 299
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tim Resmob Polres Kotamobagu mengamankan delapan terduga pelaku usai video kejadian viral di media sosial Facebook. (Foto:Dok/Nox)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOLMONG|PRONews5.com — Tempat wisata Air Terjun (Arter) Desa Muntoi, Kecamatan Passi Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), yang baru beberapa hari lalu dikunjungi dan dipromosikan oleh Bupati Bolmong, kini tercoreng akibat insiden dugaan penganiayaan yang melibatkan sejumlah remaja, Selasa (18/5/2026).
Peristiwa tersebut viral di media sosial Facebook setelah video aksi perkelahian dan penganiayaan di lokasi wisata itu beredar luas. Dalam rekaman video, tampak sejumlah pemuda melakukan pengeroyokan terhadap seorang pemuda di area wisata Arter Muntoi.
Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya aksi penganiayaan tersebut.
Namun, kejadian itu langsung menuai perhatian dan sorotan masyarakat karena lokasi wisata tersebut baru saja diperkenalkan sebagai salah satu destinasi andalan pariwisata Bolmong.
Menerima laporan dari masyarakat, Tim Resmob Polres Kotamobagu langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, polisi berhasil mengamankan delapan remaja yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut.
“Delapan orang terduga pelaku sudah kami amankan dan saat ini berada di kantor untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” ujar Kasat Reskrim Polres Kotamobagu, Iptu Ahmad Waafi.
Insiden ini menjadi perhatian publik karena sebelumnya Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi, bersama rombongan telah melakukan kunjungan ke objek wisata Arter Muntoi dan menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mengembangkan serta mempromosikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata unggulan.
Bupati menilai wisata Arter Muntoi memiliki potensi besar dalam mendukung peningkatan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Namun, terjadinya aksi kekerasan di lokasi wisata tersebut dinilai dapat mencoreng citra destinasi yang baru dikembangkan itu.
Masyarakat pun berharap aparat kepolisian dapat menindak tegas para pelaku agar keamanan dan kenyamanan pengunjung di kawasan wisata tetap terjaga.
- Penulis: (**/NOX)



Saat ini belum ada komentar