Lima Talenta Sulut Tembus GBN 2026 dan Tampil di Istana Negara
- account_circle (**/VAN)
- calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
- visibility 248
- comment 0 komentar
- print Cetak

Lima talenta muda Sulawesi Utara yang terpilih menjadi bagian dari Paduan Suara dan Orkestra Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026. Mereka akan membawa nama Sulut dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara, 17 Agustus 2026. (Foto: Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONEWS5.COM — Lima talenta muda asal Sulawesi Utara terpilih menjadi bagian dari Paduan Suara dan Orkestra Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026 dan akan tampil dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.
Kelima wakil Sulawesi Utara tersebut yakni Excelsis Deo Lukow asal Kakas, Minahasa, pada posisi Choir Tenor; Christo Widjajanto dari Manado sebagai Choir Bass; Dhea Aesthetica Christina Daud dari Manado sebagai Choir Sopran; Angelina Syalomita Tuwo dari Manado sebagai pemain Orkestra Violin; serta Imanuel Riedel Lengkong dari Minahasa Tenggara yang juga dipercaya sebagai Choir Tenor.
Keberhasilan kelima talenta tersebut tidak diperoleh secara instan. Mereka harus melewati proses audisi yang dilakukan secara selektif oleh tim juri pusat yang datang langsung ke Manado untuk menjaring talenta terbaik dari Sulawesi Utara.
Salah satu nama yang mendapat perhatian dalam proses tersebut adalah Excelsis Deo Lukow atau yang akrab disapa Deo. Pemuda asal Kakas ini tidak hanya berhasil lolos sebagai Choir Tenor GBN 2026, tetapi juga dipercaya menjadi salah satu soli dalam Konser Kemerdekaan GBN yang digelar pada 11 Agustus 2026.
Dalam penampilan tersebut, Deo memperlihatkan kemampuan vokal yang kuat, ekspresif dan mampu menguasai panggung ketika membawakan lagu Yang Penting Hepi. Penampilan itu menjadi salah satu pengalaman penting dalam perjalanan bermusiknya sekaligus memperlihatkan bahwa talenta seni dari daerah mampu bersaing dalam panggung nasional.
Menariknya, aktivitas Deo sebagai seniman tidak terlepas dari tanggung jawabnya sebagai aparatur sipil negara. Ia tercatat menjalankan tugas sebagai ASN di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Minahasa Selatan.
Di tengah rutinitas sebagai abdi negara, Deo tetap menjaga konsistensinya dalam mengembangkan kemampuan di bidang seni suara. Proses panjang tersebut akhirnya membawanya melewati tahapan seleksi dan bergabung dalam GBN 2026.
Bagi Sulawesi Utara, keterpilihan lima anak muda ini menjadi capaian tersendiri. Mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga menjadi representasi talenta daerah di tengah peserta GBN yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.
GBN sendiri merupakan wadah yang mempertemukan talenta muda dari berbagai daerah untuk tampil dalam paduan suara dan orkestra pada agenda kenegaraan. Proses seleksinya dilakukan melalui audisi untuk menemukan peserta yang memiliki kemampuan vokal maupun musikal sesuai kebutuhan pertunjukan.
Keikutsertaan dalam GBN juga menempatkan para peserta pada panggung penting dalam rangkaian peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. Karena itu, keberhasilan Deo bersama Christo, Dhea, Angelina dan Imanuel menjadi kesempatan bagi talenta muda Sulawesi Utara untuk menunjukkan kemampuan mereka di tingkat nasional.
Pada puncaknya, kelima perwakilan Sulawesi Utara tersebut akan bergabung bersama talenta muda dari berbagai daerah dalam penampilan GBN pada rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara, 17 Agustus 2026.
Dari Kakas hingga Minahasa Tenggara, lima nama itu kini membawa satu pesan yang sama: talenta daerah memiliki ruang untuk tampil di panggung nasional ketika dibangun dengan kemampuan, disiplin dan proses seleksi yang serius.
- Penulis: (**/VAN)



Saat ini belum ada komentar