Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Tuturuga Beach di Kecamatan Kombi Tak Lagi Memberi Rasa Aman? Wisatawan Mengaku Diancam Pria Bersenjata Tajam

Tuturuga Beach di Kecamatan Kombi Tak Lagi Memberi Rasa Aman? Wisatawan Mengaku Diancam Pria Bersenjata Tajam

  • account_circle (**/VIC)
  • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
  • visibility 578
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MINAHASA, PRONEWS5.COM – Dugaan aksi pengancaman menggunakan senjata tajam terhadap pengunjung di kawasan wisata Pantai Tuturuga (Tuturuga Beach) di Desa Ranowangko II, Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara,
memicu kekhawatiran soal aspek keamanan di lokasi wisata tersebut.

Sejumlah wisatawan mengaku mengalami peristiwa mencekam saat berkemah pada malam hari hingga terpaksa menyelamatkan diri demi menghindari ancaman.

Unggahan salah satu akun Facebook di grup Lambe Kawanua Official pada Senin (6/7/2026) tengah malam mengungkap dugaan peristiwa pengancaman terhadap wisatawan di Pantai Tuturuga Beach.

Menurut pengakuan korban, insiden bermula saat rombongan mereka berkemah untuk merayakan ulang tahun salah seorang rekan.

Suasana awalnya berlangsung kondusif, bahkan mereka sempat berbagi makanan dengan kelompok lain yang berada di lokasi.

Situasi mulai memanas ketika kelompok tersebut kembali meminta ayam bakar yang telah disiapkan korban untuk sarapan keesokan harinya.

Permintaan itu tidak dipenuhi karena makanan tersebut telah dialokasikan untuk kebutuhan rombongan sendiri.

Tidak lama kemudian, menjelang tengah malam, kelompok lain menghentikan musik yang mereka putar.

Rombongan korban kemudian menyalakan pengeras suara mereka untuk memutar lagu. Saat itulah ketegangan disebut mulai meningkat.

Korban mengaku seorang pria dari kelompok lain beberapa kali mendatangi lokasi mereka.

Puncaknya, pria tersebut diduga mengeluarkan sebilah senjata tajam dari pinggangnya sambil mendekati rombongan korban. Tindakan itu membuat suasana berubah menjadi kepanikan.

Seluruh anggota rombongan disebut berlarian menyelamatkan diri. Di antara mereka terdapat seorang balita berusia sekitar dua tahun yang ikut dievakuasi demi menghindari kemungkinan terjadinya aksi kekerasan.

Tidak hanya itu, korban juga mengaku beberapa anggota rombongan sempat dikejar bahkan mengalami pemukulan oleh sejumlah orang saat berusaha meninggalkan lokasi.

Korban turut mempertanyakan respons petugas keamanan di kawasan wisata tersebut.

Menurut pengakuannya, ketika meminta bantuan, mereka justru mendapat jawaban bahwa terduga pelaku disebut kerap membuat keributan di lokasi.

Pengakuan itu menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem pengamanan dan langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan di kawasan wisata yang ramai dikunjungi masyarakat.

Apabila benar terjadi, peristiwa tersebut menunjukkan adanya celah dalam pengawasan keamanan yang semestinya menjadi perhatian serius pengelola objek wisata.

Kawasan wisata publik memiliki kewajiban menyediakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi setiap pengunjung, termasuk melalui pengawasan petugas serta penanganan cepat terhadap potensi tindak kriminal.

Hingga berita ini diterbitkan, identitas terduga pelaku belum diumumkan secara resmi.

Pihak pengelola Tuturuga Beach maupun kepolisian juga belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengancaman tersebut.

Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pengelola kawasan wisata, aparat kepolisian, serta pihak terkait lainnya guna memastikan kronologi, identitas para pihak, dan langkah penanganan yang telah dilakukan.

  • Penulis: (**/VIC)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Misteri Kematian Nelayan di Sitaro, Polisi Temukan 3 Ton Diduga Sianida di Perahu

    Misteri Kematian Nelayan di Sitaro, Polisi Temukan 3 Ton Diduga Sianida di Perahu

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle (**/Frank)
    • visibility 287
    • 0Komentar

    SITARO, PRONews5.com — Misteri kematian seorang nelayan asal Kabupaten Kepulauan Sangihe, Junior Kristianus Darui (64), mulai mengarah pada dugaan praktik penyelundupan bahan berbahaya lintas negara. Saat aparat kepolisian mengevakuasi jenazah korban di pesisir Kampung Balirangen Lindongan III, Kecamatan Siau Timur Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (19/5/2026) dini hari, polisi justru menemukan 60 […]

  • Swasembada Energi Dikebut, Pemerintah Targetkan Akhiri Impor Solar dan Avtur dalam Waktu Dekat

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan peran kilang dalam negeri, terutama melalui revitalisasi atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur. Langkah tersebut merupakan strategi utama untuk menggantikan impor bahan bakar seperti solar dan avtur serta memperkuat kedaulatan energi nasional. Terkait hal itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia […]

  • Enam Oknum TNI AL Dicokok POMAL Pasca Penganiayaan Guru di Pelabuhan Talaud

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 609
    • 0Komentar

    TALAUD, PRONews5.com — Tekanan warga akhirnya memaksa aparat militer bertindak. Enam oknum anggota TNI Angkatan Laut dari Lanal Melonguane resmi ditahan Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) setelah diduga mengeroyok seorang guru SMK, Berkam Saweduling, di Pelabuhan Umum Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Kamis malam (22/1/2026). Penahanan dilakukan menyusul kemarahan masyarakat adat dan ratusan warga […]

  • Gratiskan Listrik untuk Huntara di Sumatra, Pemerintah Percepat Pemulihan Pascabencana

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah terus memperkuat upaya pemulihan masyarakat terdampak bencana di Sumatra melalui kebijakan penggratisan listrik di hunian sementara (huntara). Langkah ini diambil untuk meringankan beban warga sekaligus memastikan aktivitas harian dan layanan dasar dapat kembali berjalan normal selama masa transisi menuju hunian tetap. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa kebijakan […]

  • Orang Tua Korban Keracunan MBG Tomohon Terhimpit: Tak Bisa Bekerja, Kehilangan Penghasilan, Hingga Terpaksa Berutang

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 959
    • 0Komentar

    TOMOHON, PRONews5.com — Dugaan keracunan massal akibat konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tomohon tidak hanya menimbulkan krisis kesehatan bagi ratusan siswa, tetapi juga memukul keras kondisi sosial dan ekonomi keluarga korban. Sejak anak-anak mereka dirawat di rumah sakit, banyak orang tua terpaksa meninggalkan pekerjaan harian, kehilangan penghasilan, bahkan harus berutang demi memenuhi kebutuhan […]

  • Kejari Kotamobagu Tahan Eks Operator KPU Boltim, Diduga Korupsi Dana Rp755 Juta

    Kejari Kotamobagu Tahan Eks Operator KPU Boltim, Diduga Korupsi Dana Rp755 Juta

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 339
    • 0Komentar

    KOTAMOBAGU|PRONews5.com – Kejaksaan Negeri Kotamobagu melalui Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus menetapkan HM alias Itik, mantan staf pengelola keuangan pada Komisi Pemilihan Umum Bolaang Mongondow Timur, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran tahun 2021. Penetapan tersangka dilakukan pada 4 Juni 2026 berdasarkan surat perintah penyidikan dan hasil pengembangan audit internal serta pemeriksaan Inspektorat. Dalam […]

expand_less