Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Prof Masengi Apresiasi Nelayan yang Serahkan Coelacanth Langka untuk Penelitian

Prof Masengi Apresiasi Nelayan yang Serahkan Coelacanth Langka untuk Penelitian

  • account_circle Red Pronews
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 1.801
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MANADO, PRONews5.com – Kemunculan kembali ikan purba Coelacanth (Latimeria menadoensis) di perairan Sulawesi Utara kembali mengguncang dunia konservasi dan sains. Satwa laut yang dijuluki “fosil hidup” itu ditemukan dalam kondisi mati oleh seorang nelayan di perairan Pulau Siladen, kawasan Taman Nasional Bunaken, Kota Manado, Jumat (26/6/2026).

Penemuan ini menjadi catatan ilmiah penting karena hanya beberapa bulan setelah spesimen serupa ditemukan di Gorontalo Utara pada Januari 2025. Kemunculan berulang spesies yang sangat langka tersebut memperkuat dugaan bahwa perairan Sulawesi Utara masih menjadi habitat utama Latimeria menadoensis, salah satu ikan purba paling misterius di dunia.

Ikan tersebut pertama kali ditemukan mengapung di permukaan laut sekitar pukul 09.50 WITA oleh nelayan lokal, Soni Pontoh, saat sedang memancing di sekitar Celebes Diver Resort, Pulau Siladen. Menyadari nilai ilmiah temuan tersebut, nelayan menyerahkannya secara sukarela kepada pemerintah melalui Balai Taman Nasional Bunaken.

Ketua International Coelacanth Research Center and Museum, Prof. Ir. Kawilarang Warouw Alex Masengi, M.Sc., Ph.D, membenarkan penemuan tersebut.

Menurutnya, setelah menerima laporan masyarakat, Balai Taman Nasional Bunaken segera mengamankan spesimen sebelum menitipkannya ke Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado untuk kepentingan penelitian.

“Ikan sudah dijemput oleh Balai Taman Nasional Bunaken dan saat ini dititipkan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat untuk dilakukan penelitian lebih lanjut,” ujarnya, Senin (29/6/2026).

Masengi menegaskan bahwa Coelacanth merupakan satwa yang sangat dilindungi dengan populasi yang diperkirakan sangat sedikit. Berdasarkan informasi para peneliti, jumlahnya diperkirakan hanya sekitar puluhan ekor yang pernah teridentifikasi di dunia.

“Spesimen ini merupakan ikan raja laut yang sangat langka dan masuk kategori sangat dilindungi. Hari ini ditemukan di kawasan Taman Nasional Bunaken, namun sayangnya sudah dalam keadaan mati,” katanya.

Menurutnya, penelitian lanjutan menjadi sangat penting untuk mengungkap penyebab kematian ikan tersebut sekaligus memperkaya pengetahuan mengenai genetika, anatomi, pola makan hingga ekologi spesies purba tersebut.

“Kami berharap penelitian ini dapat mengidentifikasi penyebab kematian ikan ini sehingga menjadi dasar pengembangan strategi konservasi agar keberadaannya tetap lestari di alam,” jelas Masengi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada nelayan Soni Pontoh yang secara sukarela menyerahkan spesimen tersebut kepada pemerintah demi kepentingan ilmu pengetahuan.

Berdasarkan analisis awal para peneliti, Coelacanth diduga mengalami barotrauma, yaitu kerusakan organ akibat perubahan tekanan air secara drastis ketika ikan laut dalam naik terlalu cepat menuju permukaan. Dugaan tersebut masih akan dipastikan melalui penelitian laboratorium di Unsrat.

Hasil penelitian nantinya diharapkan mampu memberikan jawaban ilmiah mengenai faktor kematian, kondisi kesehatan, hingga karakter biologis terbaru spesies yang telah bertahan selama ratusan juta tahun tersebut.

Keberadaan Coelacanth di Sulawesi Utara dinilai bukan sebuah kebetulan. Para ilmuwan menyebut habitat ikan purba tersebut berkaitan erat dengan sistem sirkulasi samudra dunia Great Ocean Conveyor Belt dan cabangnya di Indonesia, Indonesian Throughflow (Arlindo).

Sistem arus tersebut menciptakan lingkungan laut dalam yang stabil dengan suhu rendah, kandungan oksigen tinggi, pasokan nutrien melimpah, serta tebing vulkanik bawah laut yang menjadi habitat ideal bagi Coelacanth.

Karena itu, Latimeria menadoensis kini dipandang sebagai spesies indikator kesehatan ekosistem laut dalam. Setiap penemuan baru memiliki nilai ilmiah yang sangat tinggi bagi penelitian evolusi, oseanografi, hingga konservasi keanekaragaman hayati dunia.

Jejak Panjang “Fosil Hidup” Sulawesi Utara

Keberadaan Coelacanth Indonesia pertama kali menggemparkan dunia pada 18 September 1997 ketika ahli biologi kelautan Mark Erdmann menemukan ikan tersebut dijual di pasar ikan Manado saat berbulan madu bersama istrinya.

Penelitian berikutnya membuktikan bahwa ikan tersebut berbeda secara genetik dengan Coelacanth Afrika sehingga resmi diberi nama Latimeria menadoensis, menjadikan Indonesia sebagai rumah bagi spesies baru ikan purba yang sebelumnya diperkirakan telah punah bersama dinosaurus sekitar 66 juta tahun lalu.

Penemuan terbaru di Pulau Siladen menambah daftar penting sejarah penelitian Coelacanth Indonesia sekaligus mempertegas posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu laboratorium alam paling berharga bagi ilmu pengetahuan dunia.

Kini, seluruh perhatian tertuju pada hasil penelitian para ilmuwan Unsrat yang diharapkan mampu membuka tabir baru mengenai kehidupan salah satu penghuni laut terdalam dan paling misterius yang masih bertahan hingga era modern.

[**/ARP]

  • Penulis: Red Pronews

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Serius Awasi Program MBG hingga Akar Rumput

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah memperkuat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seiring dengan perluasan cakupan program di berbagai daerah. Pengawasan dilakukan di tingkat pusat serta melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat. Hingga akhir Februari 2026, program MBG tercatat telah menjangkau sekitar 61,2 juta penerima manfaat di 38 provinsi melalui lebih dari 24 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan […]

  • Masih Berutang Rp50 Juta, Indikasi Korupsi Proyek Jalan RSUD Sam Ratulangi Menguat, Polda Sulut Didesak Tetapkan Tersangka

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 736
    • 0Komentar

    MANADO, PRONews5.com — Indikasi tindak pidana korupsi dalam proyek peningkatan jalan RSUD Sam Ratulangi, Kabupaten Minahasa, semakin menguat menyusul belum dikembalikannya sisa kerugian negara sebesar Rp50 juta meski telah melampaui batas waktu Tuntutan Ganti Rugi sesuai rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan RI. Kondisi ini memicu tekanan publik agar Polda Sulawesi Utara segera meningkatkan status perkara dan […]

  • Gasak Sound System di Tomohon, Pelaku Curanik Diringkus Polisi

    Gasak Sound System di Tomohon, Pelaku Curanik Diringkus Polisi

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 624
    • 0Komentar

    TOMOHON, PRONEWS5.COM – Polres Tomohon mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curanik) yang terjadi di Kelurahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara. Seorang pria berinisial F.A.L (29), yang berprofesi sebagai sopir, ditangkap setelah diduga mencuri peralatan sound system milik warga. Pengungkapan kasus ini disampaikan langsung oleh Kapolres Tomohon AKBP Nur Kholis, S.I.K. dalam konferensi pers yang digelar di […]

  • Gibran Pikul Salib di Kupang, Warganet: “Potret Terbaik Tahun Ini”

    Gibran Pikul Salib di Kupang, Warganet: “Potret Terbaik Tahun Ini”

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle (**/IND)
    • visibility 371
    • 0Komentar

    KUPANG, NTT — memikul salib dalam Festival Pawai Paskah di Bundaran PU, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (6/4/2026). Aksi tersebut viral di media sosial dan menuai apresiasi luas, bahkan banyak warganet menyebutnya sebagai “potret paling terbaik tahun ini” yang mencerminkan nilai toleransi dan persatuan. Dalam prosesi keagamaan tersebut, Gibran berjalan berdampingan dengan dan […]

  • Prabowo Subianto Minta Aparat Bergerak Cepat Usut Kasus Penyiraman Air Keras

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden RI, Prabowo Subianto, memerintahkan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Arahan tersebut disampaikan langsung kepada Kapolri agar proses penyelidikan berjalan secara profesional dan transparan. Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, menyatakan telah menerima instruksi langsung dari Presiden […]

  • Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Daerah, Pemerintah Terbitkan SKB RBI

    Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Daerah, Pemerintah Terbitkan SKB RBI

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle (**/IND)
    • visibility 258
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memastikan keberpihakan Presiden Prabowo Subianto kepada perempuan dan anak-anak. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Ruang Bersama Indonesia (RBI) untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Penandatanganan ini sekaligus menjadi implementasi visi-misi pemerintah sesuai Asta Cita ke-4, yakni memperkuat pembangunan […]

expand_less