Miris! Kantor Jadi Tempat Jemuran Pakaian, Golkar Manado Kehilangan Roh Jelang Musda
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
- visibility 195
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pemandangan pagar depan Kantor DPD Partai Golkar Kota Manado yang dimanfaatkan sebagai tempat menjemur pakaian. Kondisi ini terekam menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Manado. Foto: PRONEWS5.COM
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONEWS5.COM – Pemandangan yang tersaji di Kantor DPD Partai Golkar Kota Manado di Jalan Pomorouw memunculkan pertanyaan besar mengenai keseriusan pengelolaan partai berlambang pohon beringin tersebut.
Kantor yang semestinya menjadi pusat aktivitas politik justru tampak tidak terawat, bahkan halaman dan pagar depannya dimanfaatkan sebagai tempat menjemur pakaian.
Kondisi itu memantik sorotan publik. Padahal, Golkar merupakan salah satu partai besar di Kota Manado yang pada Pemilu 2024 berhasil meraih kepercayaan masyarakat hingga menempatkan wakilnya sebagai unsur pimpinan DPRD Kota Manado.
Namun, capaian politik tersebut berbanding terbalik dengan kondisi kantor partai saat ini. Pantauan di lokasi memperlihatkan deretan pakaian tergantung di pagar kantor, sementara lingkungan sekitar terlihat kurang terurus.
Pemandangan tersebut dinilai mencoreng citra partai yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan politik utama di Sulawesi Utara.
“Itu kantor Golkar so jadi tempat orang bajemur baju. So nyanda ada marwah lagi,” ujar seorang warga dengan dialek Manado saat melihat kondisi kantor tersebut.
Situasi ini dinilai menjadi simbol melemahnya wibawa organisasi di tingkat daerah.
Di tengah persiapan Musyawarah Daerah (Musda), Golkar Manado justru dihadapkan pada berbagai dinamika internal.
Informasi yang berkembang menyebutkan sebagian pengurus dan kader mulai menunjukkan perbedaan sikap menjelang agenda pemilihan kepengurusan baru.
Kepengurusan yang saat ini dipimpin Maykel Damapolii diharapkan segera melakukan pembenahan, baik terhadap konsolidasi organisasi maupun aset partai.
Sebab, kantor partai bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kehormatan, disiplin organisasi, dan wajah partai di mata publik.
Apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, bukan hanya citra Golkar Manado yang dipertaruhkan, tetapi juga tingkat kepercayaan masyarakat menjelang kontestasi politik berikutnya.
DPD Partai Golkar Sulawesi Utara maupun DPP Partai Golkar diharapkan turun tangan melakukan evaluasi agar marwah partai dapat dipulihkan sebelum menghadapi Pemilu 2029.
[**/ARP]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar