Aljazair Selamat dari Tekanan, Yordania Tumbang 2-1
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
- visibility 175
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pemain Aljazair merayakan gol kemenangan yang dicetak Amine Gouiri saat mengalahkan Yordania 2-1 pada laga Grup J Piala Dunia FIFA 2026 di Levi's Stadium, California, Selasa (23/6/2026). (Foto: FIFA)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CALIFORNIA, PRONEWS5.COM– Tim Nasional Aljazair menunjukkan mentalitas kuat dengan membalikkan keadaan untuk menundukkan Yordania 2-1 dalam laga penyisihan Grup J Piala Dunia FIFA 2026 di Levi’s Stadium, California, Amerika Serikat, Selasa (23/6/2026). Kemenangan krusial ini menjaga asa Aljazair untuk melaju ke fase berikutnya setelah sebelumnya menelan kekalahan pada pertandingan perdana.
Yordania sempat membuat kejutan dengan unggul lebih dulu melalui Nizar Al-Rashdan pada babak pertama. Namun perubahan strategi yang dilakukan pelatih Aljazair setelah turun minum menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan.
Sejak awal laga, Yordania tampil disiplin dengan skema 3-4-3 yang mampu meredam agresivitas Aljazair. Pertahanan rapat dan transisi cepat yang diperagakan tim asal Timur Tengah itu membuahkan hasil pada menit ke-36.
Berawal dari pergerakan Musa Al-Taamari di sisi serangan, umpan matang yang dilepaskannya berhasil diselesaikan dengan sempurna oleh Nizar Al-Rashdan untuk membawa Yordania unggul 1-0. Skor tersebut bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Aljazair tampil jauh berbeda. Pelatih melakukan langkah berani dengan memasukkan Nadhir Benbouali dan Nabil Bentaleb guna meningkatkan intensitas serangan sekaligus memperkuat penguasaan lini tengah.
Pergantian tersebut terbukti efektif. Aljazair semakin mendominasi permainan dan memaksa Yordania bertahan lebih dalam. Statistik menunjukkan Aljazair menguasai bola hingga 75 persen, jauh meninggalkan Yordania yang hanya mencatatkan 25 persen penguasaan bola.
Tekanan bertubi-tubi akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-69. Nadhir Benbouali sukses menjebol gawang Yordania. Gol tersebut sempat diperiksa melalui Video Assistant Referee (VAR) sebelum akhirnya disahkan, mengubah skor menjadi 1-1.
Momentum kemudian sepenuhnya berpihak kepada Aljazair. Tim berjuluk Les Fennecs terus menggempur pertahanan lawan yang mulai kehilangan organisasi permainan akibat tekanan tanpa henti.
Puncaknya terjadi pada menit ke-82 ketika Riyad Mahrez mengirimkan umpan terukur ke dalam kotak penalti. Amine Gouiri yang berada dalam posisi ideal berhasil menyelesaikan peluang tersebut menjadi gol kemenangan.
Gol Gouiri sekaligus mengunci kebangkitan spektakuler Aljazair dan memastikan tiga poin penting dalam persaingan Grup J.
Secara statistik, dominasi Aljazair terlihat jelas. Mereka melepaskan 17 tembakan dengan delapan di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Yordania hanya mampu mencatatkan delapan tembakan dengan empat tepat sasaran. Akurasi operan Aljazair juga mencapai 91 persen, menunjukkan efektivitas permainan mereka dalam mengontrol tempo pertandingan.
Kemenangan ini menjadi bukti keberhasilan Aljazair melakukan evaluasi cepat setelah kekalahan dari Argentina pada laga pembuka. Selain menunjukkan kualitas individu para pemainnya, kemenangan tersebut juga menegaskan pentingnya keputusan taktis pelatih yang mampu mengubah arah pertandingan.
Di sisi lain, Yordania harus menelan kekecewaan setelah gagal mempertahankan keunggulan. Meski tampil solid sepanjang babak pertama, menurunnya intensitas permainan pada paruh kedua membuat mereka kehilangan kendali atas pertandingan.
Hasil ini membuat persaingan di Grup J semakin terbuka. Aljazair kembali membuka peluang lolos ke babak berikutnya, sementara Yordania kini wajib meraih hasil maksimal pada laga pamungkas jika ingin menjaga harapan mereka tetap hidup di Piala Dunia FIFA 2026.
[**/GAB]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar