Bahaya Mengintai! Diduga Gudang Sianida Berdiri di Permukiman Padat Mogolaing Milik H Sal, Ancam Keselamatan Warga
- account_circle (**/NOX)
- calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
- visibility 695
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sejumlah drum bertanda “beracun” dan karung bahan kimia diduga sianida tersimpan di dalam sebuah gudang di kawasan permukiman padat Kelurahan Mogolaing, Kotamobagu Barat. (Foto: ist/Nox)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KOTAMOBAGU|Pronews5.com — Dugaan keberadaan gudang penyimpanan bahan kimia beracun jenis sianida mencuat di tengah permukiman padat, tepatnya di, Kelurahan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, gudang tersebut diduga telah lama beroperasi dan disebut-sebut milik seorang pria berinisial Sal alias Haji Sale
“Sudah lama bangunan itu jadi tempat penampungan sianida, milik Pak Haji Sale,” ujar seorang warga setempat, Jumat (1/5/2026).
Keberadaan gudang penyimpanan bahan kimia berbahaya di tengah kawasan padat penduduk dinilai menjadi ancaman serius bagi keselamatan dan kesehatan masyarakat.
Sianida dikenal sebagai zat beracun tingkat tinggi yang dapat menyebabkan dampak fatal, bahkan kematian, jika terpapar dalam jumlah tertentu.
Seorang sumber lain yang enggan disebutkan namanya mengaku warga merasa resah, namun tidak berani bertindak.
“Masyarakat tidak bisa berbuat banyak karena katanya punya bekingan kuat dari aparat,” ungkapnya.
Lebih memprihatinkan, lokasi gudang tersebut disebut berada tidak jauh dari kawasan perkantoran Pemerintah Kota Kotamobagu serta kantor kepolisian setempat, sehingga menimbulkan tanda tanya besar terkait pengawasan dan penegakan aturan.
Secara regulasi, penyimpanan bahan kimia berbahaya seperti sianida seharusnya tidak berada di kawasan permukiman. Selain berpotensi mencemari lingkungan, zat ini juga dapat menghasilkan gas hidrogen sianida yang sangat beracun dan berbahaya bagi sistem pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti balita dan lansia.
Warga pun mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait segera turun tangan melakukan penyelidikan serta penindakan tegas jika ditemukan pelanggaran.
“Jangan tunggu ada korban jiwa baru ditindak,” tegas sumber tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan keberadaan gudang sianida tersebut.
- Penulis: (**/NOX)
- Editor: Christo Senduk



Saat ini belum ada komentar