Ajudan Presiden Turun Tangan Bantu Jalan Rusak Ranowangko, Warga: “Kami Sudah Lama Menunggu”
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
- visibility 539
- comment 0 komentar
- print Cetak

Momen Deril Joseph Pandey Rawung (kanan) saat mendampingi Presiden RI dalam tugas kenegaraan di luar negeri. (Foto: dok/ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA | PRONEWS5.COM — Respons cepat terhadap kondisi jalan rusak di Area Langsot, Desa Ranowangko, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, menuai perhatian publik setelah keterlibatan langsung Deril Joseph Pandey Rawung, ajudan Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto, yang turun memberikan dukungan material bagi perbaikan akses warga.
Dalam wawancara bersama PRONEWS5.COM, Deril menegaskan bahwa keterlibatannya murni didorong oleh kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang memperlihatkan inisiatif swadaya di lapangan.
Deril mengaku mendapat informasi terkait aksi gotong royong warga dan Komunitas DanRep yang memperbaiki jalan secara mandiri pada malam hari.
“Saya melihat mereka bekerja dengan keterbatasan, tetapi semangatnya luar biasa. Saya tidak bisa menutup mata. Karena itu, saya kirim bahan untuk membantu percepatan,” ujar Deril Joseph Pandey Rawung kepada PRONEWS5.COM, Kamis (23/4/2026) siang melalui sambungan telepon.
Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan bentuk intervensi politik, melainkan respons kemanusiaan terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Ini soal akses hidup masyarakat. Jalan itu urat nadi ekonomi dan pendidikan,” tambahnya.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dan ucapan terima kasih dari warga setempat yang menilai kepedulian Deril sebagai bentuk nyata perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.
Warga menyebut, bantuan tersebut sangat membantu mempercepat perbaikan jalan yang selama ini menjadi keluhan utama mereka.
Sementara itu, warga Desa Ranowangko mengungkapkan bahwa kerusakan jalan di Area Langsot sudah berlangsung lama dan kerap menghambat aktivitas sehari-hari.
“Kalau hujan, motor saja susah lewat. Kami sudah lama menunggu perhatian, tapi sering hanya perbaikan kecil-kecil,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga lainnya menambahkan, kondisi jalan tersebut berdampak langsung pada distribusi hasil pertanian dan akses anak-anak ke sekolah.
“Kalau tidak ada gotong royong ini, mungkin kami masih tunggu-tunggu saja,” ujarnya.
Inisiatif perbaikan jalan pertama kali dilakukan oleh Komunitas DanRep yang menggalang swadaya masyarakat untuk membeli material dan melakukan penambalan jalan secara darurat.
Perwakilan komunitas menyebut aksi tersebut lahir dari keprihatinan atas kondisi jalan yang tidak kunjung diperbaiki secara maksimal.
“Kami hanya ingin masyarakat bisa lewat dengan aman. Jadi kami bergerak duluan,” ungkap salah satu anggota komunitas.
Aksi gotong royong tersebut kemudian terekam warga dan menyebar di media sosial hingga menarik perhatian berbagai pihak, termasuk lingkungan Istana.
Dukungan material yang dikirimkan Deril mempercepat proses penanganan jalan yang sebelumnya hanya mengandalkan swadaya terbatas.
Sejumlah warga menilai, kolaborasi antara komunitas dan respons cepat pejabat negara menjadi titik terang bagi perbaikan infrastruktur di wilayah mereka.
Warga berharap perhatian yang sudah muncul tidak berhenti pada perbaikan darurat, tetapi dilanjutkan dengan pembangunan jalan yang lebih permanen dan layak.
“Yang kami butuhkan bukan hanya tambal sulam, tapi jalan yang benar-benar bagus untuk jangka panjang,” ujar warga Ranowangko.
- Penulis: (**/ARP)
- Editor: Christo Senduk



Saat ini belum ada komentar