Anak Aniaya Ibu hingga Tewas di Bitung, Polisi Ungkap Kronologi dan Motif Pertengkaran Keluarga
- account_circle (**/BEN)
- calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
- visibility 857
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BITUNG, PRONEWS5.COM – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berujung maut mengguncang warga Kelurahan Kasawari Lingkungan II, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Kamis (16/4/2026) sore.
Seorang ibu rumah tangga berinisial AL (41) meninggal dunia setelah dianiaya anak kandungnya sendiri, ET (23), dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 15.30 WITA di kediaman korban.
Peristiwa tragis ini dipicu pertengkaran keluarga yang memuncak menjadi aksi kekerasan fatal. Dalam kondisi emosi tidak terkendali, pelaku menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis parang, mengakibatkan luka berat yang berujung pada kematian korban.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga sekitar yang mendengar keributan segera mendatangi lokasi dan berupaya memberikan pertolongan.
Korban sempat dilarikan ke RS dr. Wahyu Slamet Bitung untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong.
Aparat dari Polsek Aertembaga yang menerima laporan langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang digunakan pelaku dalam aksi penganiayaan tersebut.
Kapolsek Aertembaga, AKP Denny Tampenawas, mengungkapkan pelaku sempat melarikan diri usai kejadian. Namun, pelariannya tidak berlangsung lama.
“Pelaku sempat kabur, tetapi berkat kerja sama masyarakat, berhasil ditemukan di kawasan pantai dan langsung diamankan,” ujar Tampenawas.
Saat diamankan, pelaku diketahui mengalami luka di bagian tangan. Ia sempat mendapatkan perawatan medis sebelum akhirnya dibawa ke Mapolsek Aertembaga untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Kasus ini kini ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Bitung untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur.
Secara investigatif, peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan konflik domestik yang berujung fatal akibat kegagalan pengendalian emosi dalam lingkungan keluarga.
Minimnya deteksi dini terhadap potensi kekerasan dalam rumah tangga menjadi salah satu faktor yang kerap luput dari perhatian.
Pihak kepolisian juga menyampaikan duka mendalam atas kejadian tersebut dan mengimbau masyarakat agar mengedepankan penyelesaian konflik secara bijak serta segera mencari bantuan jika menghadapi persoalan serius dalam rumah tangga.
- Penulis: (**/BEN)



Saat ini belum ada komentar