Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Ketua Komisi II DPR RI: Pengelolaan Aset Daerah Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Ketua Komisi II DPR RI: Pengelolaan Aset Daerah Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

  • account_circle (**/IND)
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, PRONEWS5.COM — Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda menegaskan pentingnya pengelolaan aset pemerintah daerah dan pelaksanaan reforma agraria yang tidak sekadar berorientasi pada administrasi. Tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Rifqi saat memimpin Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (Raker/RDP) Komisi II DPR RI dengan Menteri Dalam Negeri, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Badan Bank Tanah, serta para gubernur, bupati/wali kota dan sekretaris daerah se-Indonesia, Selasa (15/9/2026).

Menurut Rifqi, kedua agenda rapat tersebut memiliki titik temu, yakni memastikan tanah dan kekayaan publik memiliki kepastian hukum, tertib administrasi, aman secara fisik, dikelola secara profesional, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

“BMD (badan milik daerah) tidak boleh berhenti sebagai angka dalam neraca. Setiap aset harus dapat dijawab dengan jelas: apa asetnya, di mana lokasinya, berapa nilainya, bagaimana status hukumnya, siapa yang menguasai, apakah telah bersertifikat, apakah digunakan, apakah dikuasai pihak ketiga, apakah disengketakan, dan apabila tidak digunakan, bagaimana rencana pemanfaatannya,” ujar Rifqi di ruang rapat Komisi II DPR RI, Senayan, Jakarta.

Karena itu, lanjutnya, Komisi II mendorong perubahan paradigma dari administrasi aset menjadi manajemen aset. Menurutnya, aset yang tercatat belum tentu aman, aset yang telah bersertifikat belum tentu dikuasai secara fisik, dan aset yang dimiliki belum tentu memberikan manfaat optimal.

Rifqi mencontohkan hasil kunjungan kerja spesifik Komisi II ke Bali, Kalimantan Selatan, dan Riau pada awal September 2026. Di Bali, masih ditemukan perbedaan data antara pemerintah daerah dan BPN terkait bidang tanah yang telah bersertifikat, termasuk persoalan tumpang tindih, penguasaan pihak ketiga, serta sinkronisasi data inventaris dan data yuridis.

Sementara di Kalimantan Selatan, terdapat praktik positif berupa percepatan sertifikasi aset melalui sinergi pemerintah daerah dengan ATR/BPN. Namun, Rifqi menekankan bahwa sertifikasi bukanlah akhir dari pengamanan aset.

“Setelah sertifikat diterbitkan, harus dipastikan batas, penguasaan fisik, dokumen, pencatatan, dan pemanfaatannya benar-benar tertib,” tegasnya.

Adapun di Riau, Rifqi mengungkapkan nilai Barang Milik Daerah (BMD) mencapai sekitar Rp50,17 triliun. Namun, kontribusi pemanfaatannya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru sekitar 0,088 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara besarnya kekayaan daerah dengan manfaat yang dihasilkan.

Selain BMD, Komisi II juga menyoroti pengelolaan aset dan penyertaan modal pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Rifqi menegaskan penyertaan modal daerah harus dipandang sebagai investasi publik, bukan sekadar pemindahan aset dalam pembukuan.

“Tambahan modal kepada BUMD harus didasarkan pada business plan, kelayakan, target kinerja, proyeksi return, dan manfaat publik,” katanya.

Dalam sambutannya, Rifqi menjelaskan, berdasarkan data per 1 Juni 2026 terdapat sekitar 1.092 BUMD, dengan sekitar 300 BUMD atau 27,5 persen mengalami kerugian. Sementara laba bersih secara keseluruhan baru sekitar 1,9 persen dari total aset dan dividen sekitar 1 persen dari total aset.

Untuk itu, Politisi Fraksi Partai NasDem ini meminta BUMD yang sehat diperkuat, sedangkan BUMD bermasalah harus memiliki agenda penyehatan dengan target dan batas waktu yang jelas. Khusus BUMD pelayanan publik, ukuran keberhasilan tidak hanya dilihat dari dividen, sedangkan BUMD komersial harus mampu mempertanggungjawabkan produktivitas dan return atas modal publik.

  • Penulis: (**/IND)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oh, Ternyata! Bandar Besar Togel Minahasa Dipegang Putra Naban, Oldi Budo Cuma Agen

    Oh, Ternyata! Bandar Besar Togel Minahasa Dipegang Putra, Oldi Cuma Agen

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 80
    • 0Komentar

    TONDANO, PRONEWS5.COM — Tabir bisnis gelap toto gelap (togel) di Tanah Toar Lumimuut mulai tersingkap. Sosok berinisial PN alias Putra, warga asal Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), disebut-sebut memegang kendali sebagai bandar besar yang diduga berada di puncak jaringan perjudian togel yang beroperasi di wilayah hukum Polres Minahasa hingga Minahasa Selatan (Minsel). Nama Putra kini mencuat […]

  • Di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Pastikan Stabilitas Harga Pangan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah memastikan stabilitas harga pangan tetap terjaga di tengah dinamika global dan meningkatnya konsumsi masyarakat pasca Lebaran 2026. Di saat berbagai negara menghadapi ancaman krisis pangan akibat konflik geopolitik, lonjakan harga energi, dan gangguan rantai pasok global, Indonesia justru mampu menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan […]

  • PWI Sulut Matangkan Persiapan HPN 2026,Siap Hadir di Banten dan Gelar Agenda Strategis di Daerah

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 508
    • 0Komentar

    MANADO, PRONews5.com — Pengurus Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan persiapan keikutsertaan pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan berlangsung pada 6–9 Februari 2026 di Provinsi Banten. Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan di Kantor PWI Sulut, Jalan Jenderal Sudirman No. 3, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Jumat (9/1/2025), dan […]

  • Wabup Minahasa Jemput Dukungan Pusat, Ajukan Program Gerakan Pangan Murah 2026 ke Badan Pangan Nasional

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 390
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONews5.com — Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, SS, melakukan kunjungan kerja ke Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Jakarta, Selasa (13/1/2026), guna mengajukan proposal bantuan Program Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk Kabupaten Minahasa pada tahun anggaran 2026, sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Dalam kunjungan tersebut, Wabup Vanda Sarundajang diterima langsung oleh Direktur […]

  • Viral Dikira Kuntilanak, Sosok Perempuan di Ratatotok Ternyata Istri yang Menunggu Suami Pulang dari Tambang

    Viral Dikira Kuntilanak, Sosok Perempuan di Ratatotok Ternyata Istri yang Menunggu Suami Pulang dari Tambang

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle (**/VIC)
    • visibility 880
    • 0Komentar

    MITRA, PRONEWS5.COM – Video yang memperlihatkan seorang perempuan duduk sendirian di kawasan Gunung Botak, Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara, sempat menghebohkan media sosial. Banyak warganet mengira sosok tersebut merupakan penampakan kuntilanak karena terekam berada di lokasi yang sunyi. Namun, dugaan tersebut akhirnya dipastikan keliru setelah perempuan yang ada dalam video memberikan klarifikasi melalui […]

  • SNI Harus Lindungi Industri Lokal, Tanpa Hambat Investasi

    SNI Harus Lindungi Industri Lokal, Tanpa Hambat Investasi

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle (**/IND)
    • visibility 148
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati menekankan pentingnya keseimbangan dalam penerapan standardisasi nasional. Supaya kebijakan SNI mampu melindungi industri dalam negeri tanpa menghambat investasi dan kolaborasi dengan pihak asing. Menurutnya, standardisasi menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan produk asing yang masuk ke Indonesia tidak mematikan industri lokal. Namun, pada […]

expand_less