Di Paskah Nasional Manado, Hashim Ungkap Isu Kudeta terhadap Prabowo
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
- visibility 601
- comment 0 komentar
- print Cetak

Hashim Djojohadikusumo saat memberikan sambutan pada Perayaan Paskah Nasional 2026 di kawasan Pohon Kasih, Megamas, Manado, Rabu (8/4/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONEWS5.COM — Hashim Djojohadikusumo menghadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di kawasan Pohon Kasih, Megamas, Manado, Rabu (8/4/2026), dengan menegaskan bahwa berbagai program Presiden Prabowo Subianto mulai terealisasi meski baru menjabat sekitar satu tahun lima bulan, di tengah adanya kritik hingga dugaan upaya mengguncang stabilitas nasional.
Dalam sambutannya di hadapan ribuan umat Kristiani, Hashim mengungkapkan bahwa sejak awal masa pemerintahan, Presiden Prabowo telah menghadapi berbagai tekanan, termasuk kritik keras, hujatan, hingga isu upaya penggulingan kekuasaan secara inkonstitusional.
“Pak Prabowo menjabat belum satu setengah tahun, baru satu tahun lima bulan. Tapi sudah ada upaya-upaya untuk mengguncang stabilitas, bahkan ada yang ingin menggulingkan beliau,” ujar Hashim.
Ia bahkan menyinggung adanya serangan verbal di ruang publik dan media sosial terhadap Presiden, termasuk penghinaan yang dinilai tidak pantas. Meski demikian, menurutnya, Prabowo tetap tenang dan tidak terprovokasi.
“Saya tahu kakak saya, beliau sudah terbiasa dihujat sejak puluhan tahun lalu. Jadi hal seperti ini bukan sesuatu yang baru bagi beliau,” katanya.
Hashim juga menegaskan bahwa sikap tenang Presiden bukan berarti lemah, melainkan bentuk kedewasaan dalam menjaga stabilitas negara. Ia menyebut Prabowo memilih fokus pada kerja nyata untuk rakyat dibanding merespons setiap serangan.
“Ada yang bilang tangkap saja, tapi beliau bilang biarkan saja. Yang penting kita tidak menyakiti rakyat, yang penting kesejahteraan rakyat kita perbaiki,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa di tengah berbagai program strategis pemerintah—terutama di sektor energi, iklim, dan pembangunan nasional—muncul kelompok-kelompok tertentu yang diduga mencoba menggoyang stabilitas nasional.
Momentum Paskah Nasional ini, menurut Hashim, menjadi simbol penting persatuan dan ketahanan bangsa di tengah dinamika politik dan sosial yang berkembang.
Sebelumnya, Hashim tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi pada Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 18.30 WITA.
Kedatangannya disambut langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, bersama jajaran pemerintah daerah.
Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado diikuti ribuan umat Kristiani dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan berlangsung khidmat, penuh sukacita, serta mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Utara.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar