BMKG: Gempa Magnitudo 7,6 di Sulut Diikuti 93 Gempa Susulan
- account_circle **/DIO
- calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
- visibility 284
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah laut di tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis, (2/4/2026) pukul 05.48 WIB. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengungkap, Peristiwa alam itu diikuti 93 gempa susulan dengan magnitude 2,8 hingga 5,8.
“Hasil monitoring kami hingga pukul 12.00 WIB itu, telah terjadi 93 aktivitas gempa bumi susulan. Dengan magnitude 2,8 hingga 5,8 dan gempa ini yang dirasakan sebanyak tujuh gempa,” ujar Faisal dalam rapat koordinasi penanganan gempa secara daring, Kamis (2/4/2026).
Dijelaskannya, gempa yang terjadi di Bitung itu merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas deformasi kerak bumi. BMKG, kata Faisal, terus memantau aktivitas di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara yang ikut merasakan gempa tersebut.
“Ini adalah frekuensi yang terus kita pantau. Biasanya setelah satu-dua hari trennya nanti akan kita pelajari apakah dapat berakhir dalam satu minggu kadang-kadang dua minggu. Ini tergantung situasi di sana,” ujar Faisal.
Ia menjelaskan pengalaman di Palu, di mana gempa susulan lebih besar ketimbang gempa utamanya. Oleh karena itu, BMKG terus memantau perkembangan gempa yang terjadi di kawasan dua provinsi tersebut. “Ini terus kami pantau,” jelas Faisal.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menjelaskan, pusat gempa berada di koordinat 1,25 LU dan 126,25 BT dengan kedalaman 62 kilometer.
“Guncangan dirasakan sangat kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya. Selain itu ikut juga dirasakan kuat di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara,” ujar Abdul dalam keterangan resminya, Kamis (2/4/2026).
Tercatat dua gempa susulan masing-masing berkekuatan magnitudo 5,5 pada pukul 06.07 WIB dan magnitudo 5,2 pada pukul 06.12 WIB.
Abdul menjelaskan, kedua gempa susulan tersebut berpusat di laut dan tidak berpotensi tsunami, tetapi dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak. “Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, telah terdeteksi gelombang tsunami dengan ketinggian relatif kecil. Yakni sekitar 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB,” ujar Abdul.
“Meskipun relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,” sambungnya.
Saat ini, BMKG telah mengakhiri mengakhiri peringatan dini tsunami di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara. (sumber : kompas.com)
- Penulis: **/DIO



Saat ini belum ada komentar