Janji Trump Akhiri Konflik Iran: Ekonomi Meroket, Harga Minyak Dunia Tembus Rekor
- account_circle rafael
- calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
- visibility 428
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MIAMI – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, baru saja melontarkan pernyataan optimis terkait eskalasi ketegangan antara negaranya dengan Iran. Dalam forum KTT FII Priority di Miami Beach, Jumat (28/3/2026), Trump mengklaim bahwa konflik yang tengah berlangsung hampir mencapai garis akhir.
Pernyataan sang Presiden ke-47 AS ini tak pelak langsung memicu gelombang reaksi di pasar global, terutama memantik lonjakan drastis pada harga minyak mentah dunia.
“Operasi Militer” yang Segera Usai
Menariknya, Trump menolak melabeli eskalasi bersenjata ini sebagai sebuah “perang”. Ia lebih memilih istilah “operasi militer” dan meyakini bahwa militer AS mampu menangani berbagai skenario dengan sangat mudah.
“Ini semacam sudah selesai, tapi belum benar-benar selesai. Kami tahu ini akan berjalan mudah,” tegas Trump. Keyakinannya yang tinggi ini memberikan sinyal kepada dunia bahwa AS memegang kendali penuh atas situasi di Timur Tengah.
Prediksi Trump: Harga Minyak Melambung Sebelum Ekonomi Meroket
Dalam pidatonya, Trump secara blak-blakan memprediksi bahwa pasar saham akan mengalami penurunan lebih lanjut dan harga minyak akan terus melonjak tajam sebelum konflik benar-benar mereda. Namun, ia menjanjikan kebangkitan ekonomi yang masif pasca-operasi militer tersebut selesai.
“Ketika perang ini berakhir, (ekonomi) itu akan menjadi seperti roket,” ujar Trump memproyeksikan lompatan ekonomi ke depannya.
Realita Pasar: Minyak Sentuh Level Tertinggi Sejak 2022
Prediksi sang Presiden terbukti akurat di lapangan. Prediksi sang Presiden terbukti akurat di lapangan.
- Penulis: rafael



Saat ini belum ada komentar