Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Kinerja ASN Jadi Sorotan, Pemkot Kotamobagu Siapkan Revisi Perwako

Kinerja ASN Jadi Sorotan, Pemkot Kotamobagu Siapkan Revisi Perwako

  • account_circle rafael
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • visibility 406
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KOTAMOBAGU, PRONews5.com — Pemkot Kotamobagu memastikan akan melakukan pembaruan regulasi internal melalui revisi Perwako yang mengatur kinerja dan disiplin ASN. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Kotamobagu untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan akuntabel.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kotamobagu, Sofyan Mokoginta, menyampaikan bahwa pengaturan disiplin ASN sebenarnya telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Namun demikian, pemerintah daerah menilai perlu adanya penegasan melalui regulasi turunan di tingkat daerah. “Revisi Perwako ini dilakukan agar implementasi aturan disiplin dan kinerja ASN bisa lebih terukur dan berdampak langsung terhadap capaian kerja,” ujar Sofyan saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/2/2026).

Penilaian Kinerja Berbasis Tiga AspekDalam revisi Perwako tersebut, Pemkot Kotamobagu akan menerapkan sistem penilaian kinerja ASN yang lebih komprehensif.

Penilaian itu akan berfokus pada tiga indikator utama, yakni aspek biaya, waktu, dan mutu. Ketiga indikator ini akan menjadi tolok ukur dalam menilai sejauh mana efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas oleh masing-masing ASN. Menurut Sofyan, setiap pegawai akan dinilai berdasarkan rencana aksi yang telah disusun dalam periode tertentu.

Artinya, setiap target kerja harus diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan serta memenuhi standar kualitas yang ditentukan. “Setiap ASN wajib menyelesaikan target pekerjaan sesuai rencana aksi. Jika tidak tercapai, maka aspek biaya, mutu, dan ketepatan waktu akan terpengaruh,” jelasnya. Disiplin ASN DiperketatSelain kinerja, revisi Perwako juga akan memperketat aspek disiplin ASN.

Penilaian disiplin akan mencakup berbagai indikator, mulai dari kehadiran harian, kepatuhan terhadap jam kerja, partisipasi dalam apel pagi, hingga kehadiran dalam kegiatan resmi pemerintah daerah. Penegasan disiplin ini diharapkan dapat membentuk budaya kerja yang lebih tertib dan bertanggung jawab di lingkungan Pemkot Kotamobagu. “Disiplin menjadi bagian penting yang akan mempengaruhi nilai akhir kinerja ASN,” tegas Sofyan.

Pengaruh terhadap Tambahan PenghasilanHasil penilaian kinerja dan disiplin ASN nantinya juga akan berdampak langsung pada pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). ASN yang tidak memenuhi target kerja atau melanggar disiplin berpotensi mengalami pengurangan nilai kinerja, yang berimbas pada besaran TPP yang diterima.

Sebagai contoh, pada triwulan pertama, ASN memiliki target penyusunan dokumen seperti surat edaran atau rencana kerja (Renja). Apabila target tersebut tidak diselesaikan tepat waktu, maka penilaian pada tiga aspek utama tidak akan terpenuhi secara maksimal. “Jika target tidak tercapai, tentu akan berpengaruh pada penilaian kinerja dan juga TPP,” ujarnya.

Dorong Pelayanan Publik Lebih Optimal. Melalui revisi Perwako ini, Pemkot Kotamobagu menargetkan adanya peningkatan signifikan dalam kinerja dan kedisiplinan ASN. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat diharapkan menjadi lebih optimal, profesional, dan akuntabel.

Kebijakan ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan birokrasi yang berorientasi pada hasil serta mampu menjawab tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi. “Harapannya, ASN di Kotamobagu dapat bekerja lebih profesional sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” pungkas Sofyan.

[**/IND]

  • Penulis: rafael

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Swasembada Pangan Jadi Prioritas Nasional di Tengah Ancaman Global

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Jakarta – Di tengah meningkatnya ketidakpastian dan ancaman global terhadap rantai pasok pangan dunia, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat swasembada pangan sebagai prioritas nasional. Salah satu bukti konkret capaian tersebut terlihat dari pelepasan ekspor 545 ton produk unggas dan turunannya senilai Rp18,2 miliar ke tiga negara, yakni Singapura, Jepang, dan Timor Leste. Menteri Pertanian Andi […]

  • Legislator Senayan Sorot Alokasi TKD Rp735 Triliun untuk Perbaikan Jalan Daerah

    Legislator Senayan Sorot Alokasi TKD Rp735 Triliun untuk Perbaikan Jalan Daerah

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle (**/IND)
    • visibility 840
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM – Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp735,0 triliun dalam RAPBN 2027 perlu dikaji kembali untuk menjawab kebutuhan pemeliharaan infrastruktur jalan di kabupaten/kota. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Askweni menilai kenaikan alokasi TKD belum sebanding dengan kebutuhan pemeliharaan jalan daerah yang mencapai ribuan kilometer. Legislator Senayan ini mengungkapkan bahwa alokasi TKD hanya […]

  • Anggota Komisi V DPR Minta Kementerian PKP Beri Prioritas Bagi Pengusaha Daerah Dalam Proyek Membangun Huntap

    Anggota Komisi V DPR Minta Kementerian PKP Beri Prioritas Bagi Pengusaha Daerah Dalam Proyek Membangun Huntap

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle (**/IND)
    • visibility 303
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) harus memberikan prioritas utama kepada pengusaha daerah dalam proyek pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana. Sepanjang tidak menyalahi aturan, pengusaha daerah bisa berpartisipasi membangun, daripada harus menjadi penonton di daerahnya sendiri. Imbauan tersebut disampaikan Anggota Komisi V DPR RI Irmawan dalam rapat dengar pendapat […]

  • Pemkab Boltim Hentikan Operasional KUD Nomontang Lanut di Area Permukiman Warga

    Pemkab Boltim Hentikan Operasional KUD Nomontang Lanut di Area Permukiman Warga

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle (**/NOX)
    • visibility 161
    • 0Komentar

    TUTUYAN, PRONEWS5.COM — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memutus mata rantai potensi resiko lingkungan dan friksi sosial di kawasan permukiman Desa Lanut. Melalui instruksi resmi, pihak otoritas daerah mendesak manajemen Koperasi Unit Desa (KUD) Nomontang Lanut untuk segera membekukan sementara seluruh kegiatan operasional mereka yang berdekatan langsung dengan pemukiman penduduk setempat. Langkah tegas tersebut […]

  • Populasi Ikan Sapu-Sapu Kian Tak Terkendali di Danau Tondano, Nelayan Desak Aksi Cepat Pemkab Minahasa

    Populasi Ikan Sapu-Sapu Kian Tak Terkendali di Danau Tondano, Nelayan Desak Aksi Cepat Pemkab Minahasa

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 569
    • 0Komentar

    MINAHASA, PRONEWS5.COM — Populasi ikan sapu-sapu dilaporkan meledak di Danau Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, dan kini menjadi ancaman serius bagi ekosistem perairan serta mata pencaharian nelayan. Fenomena ini terungkap dari hasil tangkapan nelayan yang hampir setiap hari mendapati ikan invasif tersebut tersangkut di jaring. Sejumlah nelayan mengungkapkan, keberadaan ikan sapu-sapu kini semakin tidak terkendali. […]

  • Indonesia Targetkan Swasembada Gula, Telur, dan Daging Ayam untuk Ketahanan Pangan 2026

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 412
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mempercepat agenda kedaulatan pangan dengan menargetkan swasembada gula, telur, dan daging ayam pada 2026, menandai pergeseran menuju ketahanan pangan total. Kebijakan tersebut diperkuat oleh keberhasilan swasembada beras dan jagung yang tercapai lebih cepat dari target, serta lonjakan produksi beras sepanjang 2025 yang membuka ruang penguatan komoditas […]

expand_less