Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Anti Korupsi, Agenda Bersama Negara dan Masyarakat

Anti Korupsi, Agenda Bersama Negara dan Masyarakat

  • account_circle rafael
  • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
  • visibility 330
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Paulus Gibran Evano

Korupsi telah menjadi penyakit kronis dalam tata kelola pemerintahan Indonesia, yang menghambat kemajuan serta merusak kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga negara.

Praktik korupsi tidak hanya mencoreng citra pemerintahan, tetapi juga menggerogoti kredibilitas sistem peradilan dan pemerintahan di Indonesia.

Di tengah maraknya korupsi, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan ketegasan dalam pemberantasan korupsi sebagai bentuk integritas pemerintah terhadap rakyat Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah membentuk kebijakan yang mendukung upaya pemberantasan korupsi, melalui penguatan lembaga penegak hukum dan pembentukan regulasi yang lebih tegas.

Kepercayaan masyarakat terhadap keberhasilan pemberantasan korupsi kini cukup tinggi.

Survei Indikator Politik Indonesia menempatkan pemberantasan korupsi sebagai faktor utama yang memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Dalam survei tersebut, pemberantasan korupsi berada di posisi puncak dengan angka 17,5 persen sebagai alasan utama publik menilai kinerja presiden.

Selain itu, 48,8 persen responden menilai pemberantasan korupsi pada pemerintahan Prabowo berada dalam kategori baik dan sangat baik, sementara 41,8 persen responden menyatakan penegakan hukum secara umum juga berada pada kategori baik dan sangat baik.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, Kurnia Ramadhana, hasil survei tersebut menunjukkan bahwa publik menilai komitmen pemberantasan korupsi sebagai tolok ukur utama kinerja pemerintah.

Angka kepercayaan tertinggi pada isu pemberantasan korupsi menunjukkan bahwa masyarakat menaruh harapan besar pada konsistensi penegakan hukum dan pemulihan kerugian negara. 

Temuan tersebut juga sejalan dengan data pemulihan kerugian negara yang mencapai Rp 28,6 triliun dari berbagai kasus korupsi selama masa pemerintahan Prabowo.

Angka ini menunjukkan hasil kerja keras penegakan hukum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian RI, dan Kejaksaan Agung, yang masing-masing berkontribusi dalam pemulihan kerugian negara.

Namun, meskipun langkah-langkah penegakan hukum yang dilakukan pemerintah menunjukkan kemajuan signifikan, tantangan dalam pemberantasan korupsi masih cukup besar.

Pemberantasan korupsi harus melibatkan lebih dari sekadar pendekatan represif melalui penindakan hukum.

Sinergi antara pendidikan karakter, reformasi birokrasi, dan penegakan hukum yang berkeadilan sangat penting untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan dalam sistem tata kelola pemerintahan.

Sebagai Wakil Ketua KPK, Agus Joko Pramono, mengungkapkan, pemberantasan korupsi memerlukan kolaborasi antara negara, masyarakat, dan sektor swasta.

Korupsi yang telah menjadi masalah struktural di Indonesia tidak hanya disebabkan oleh lemahnya penegakan hukum, tetapi juga oleh budaya yang mengakar dalam birokrasi.

Oleh karena itu, pendidikan anti-korupsi (PAK) memiliki peran strategis untuk menciptakan perubahan sistemik dalam birokrasi. Pendidikan anti-korupsi bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas, tidak hanya sebagai bentuk intervensi preventif, tetapi juga untuk membentuk karakter individu yang bersih dari praktik korupsi.

Selain pemerintah dan lembaga penegak hukum, masyarakat juga memegang peran vital dalam pemberantasan korupsi. Sinergi antara negara dan masyarakat merupakan faktor penting dalam mempercepat reformasi tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menjelaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi harus melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan dan edukasi anti-korupsi.

Pendidikan anti-korupsi yang dimulai sejak usia dini memiliki dampak jangka panjang dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat dan anti-korupsi.

Pendidikan di sektor formal harus mengintegrasikan nilai-nilai anti-korupsi secara menyeluruh agar generasi muda tidak hanya mengetahui regulasi yang ada, tetapi juga memiliki kesadaran moral yang tinggi dalam menanggulangi tindak pidana korupsi.

Dengan menanamkan nilai-nilai integritas pada generasi muda, Indonesia dapat mencetak pemimpin masa depan yang berkomitmen pada tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Salah satu tantangan yang masih dihadapi dalam pemberantasan korupsi adalah praktik foreign bribery atau penyuapan pejabat publik asing.

Sebagai bagian dari upaya internasionalisasi pemberantasan korupsi, Indonesia perlu memperkuat regulasi terkait penyuapan pejabat publik asing untuk memenuhi standar OECD dan UNCAC.

Aksesi Indonesia terhadap OECD Anti-Bribery Convention menjadi langkah strategis yang akan memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian global dan meningkatkan kepercayaan internasional terhadap sistem hukum Indonesia.

Keberhasilan pemberantasan korupsi di Indonesia juga sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor yang solid. Mahkamah Agung, sebagai lembaga peradilan tertinggi di Indonesia, telah menunjukkan komitmennya untuk memperkuat sistem peradilan yang bersih dan berintegritas.

Melalui kegiatan seperti Kampung Hukum 2026, Mahkamah Agung memberikan ruang bagi masyarakat untuk memahami sistem peradilan Indonesia dan memperkuat transparansi serta akuntabilitas lembaga peradilan.

Selain itu, penerapan sertifikasi kompetensi anti-korupsi seperti yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) KPK juga merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pengendalian internal dan mendorong terciptanya birokrasi yang lebih transparan dan berwibawa.

Pemberantasan korupsi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat.

Melalui sinergi antara pendidikan anti-korupsi, reformasi birokrasi, dan penegakan hukum yang adil, Indonesia dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Keberhasilan pemberantasan korupsi sangat bergantung pada partisipasi aktif dari semua elemen bangsa, baik itu pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. 

)*Penulis Merupakan Pengamat Hukum

  • Penulis: rafael

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Roycke Harry Langie Naik Bintang Tiga Yudho Hermanto Jadi Kapolda Sulut

    Roycke Harry Langie Naik Bintang Tiga, Yudho Hermanto Jadi Kapolda Sulut

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 102
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi dan mutasi besar-besaran di tubuh Polri. Sebanyak 344 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) tercatat masuk dalam daftar mutasi terbaru, termasuk perubahan posisi strategi di tingkat Mabes Polri dan Polda Sulawesi Utara. Mutasi tersebut tertuang dalam tiga Surat Telegram Kapolri. Salah satunya, ST/1877/VIII/KEP./2026 […]

  • Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen sebagai langkah strategis memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus mata rantai kemiskinan melalui pemerataan akses pendidikan yang layak dan berkualitas. Akselerasi pembangunan ini menegaskan keberpihakan pemerintah pada kelompok rentan, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat belajar dalam lingkungan yang aman, sehat, dan […]

  • Standar Program MBG Diperketat, Pemerintah Tegaskan Bukan Formalitas

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Bandung – Pemerintah menegaskan bahwa standar operasional dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar formalitas administratif. Berbagai ketentuan teknis yang diterapkan, termasuk kewajiban Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur penyedia makanan, menjadi bukti komitmen pemerintah untuk memastikan kualitas, keamanan, dan kesehatan makanan yang dikonsumsi para penerima manfaat program tersebut. Badan Gizi Nasional […]

  • Recky Langie dan Rio Dondokambey Mulai Menguat di Peta Politik Sulut

    Recky Langie dan Rio Dondokambey Mulai Ramai Dibicarakan, Dinamika Politik Sulut Menuju Pilkada Mendatang Kian Menghangat

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 207
    • 0Komentar

    MANADO|PRONews5.com — Kontestasi politik menuju Pemilihan Gubernur Sulawesi Utara memang masih cukup jauh. Namun, dinamika politik di Bumi Nyiur Melambai mulai menunjukkan geliat yang menarik perhatian publik. Di tengah kuatnya pemerintahan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay yang didukung kekuatan politik besar, dua nama figur muda mulai ramai diperbincangkan masyarakat Sulawesi Utara sebagai […]

  • Soroti PETI Soyowan, Aktivis Desak Kapolda Sulut Usut Tuntas Tiga Bos Tambang Ilegal

    Soroti PETI Soyowan, Aktivis Desak Kapolda Sulut Usut Tuntas Tiga Bos Tambang Ilegal

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 148
    • 0Komentar

    RATATOTOK, PRONEWS5.COM — Aparat penegak hukum (APH) dan Penegakan Hukum (Gakkum) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulawesi Utara terkesan tak berkutik menghadapi maraknya Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Soyowan, Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Tiga nama—Yobel Lengkey, Feybi Adam (FA), dan Roy Korua—disebut-sebut melenggang bebas merusak hutan tanpa pernah tersentuh hukum. Aktivitas ilegal yang berlangsung […]

  • PETI Ihis Belang Diduga Hidup Lagi, Nama Rangga dan Ko Herry Mencuat

    PETI Ihis Belang Diduga Hidup Lagi, Nama Rangga dan Ko Herry Mencuat

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 168
    • 0Komentar

    MINAHASA TENGGARA, PRONews5.com – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Ihis, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara, kembali menjadi sorotan setelah beredarnya foto dan video di media sosial yang menampilkan alat berat excavator yang beroperasi di lokasi penambangan. Sejumlah warga menyebut aktivitas tersebut masih berlangsung hingga Selasa (23/6/2026), meski sebelumnya dikabarkan terdapat operasi penertiban […]

expand_less