Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Lahan Perhutanan Sosial Siap Digarap untuk Hilirisasi Perkebunan Berbasis Masyarakat

Lahan Perhutanan Sosial Siap Digarap untuk Hilirisasi Perkebunan Berbasis Masyarakat

  • account_circle rafael
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • visibility 388
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pemerintah menyiapkan ratusan ribu hektare lahan perhutanan sosial untuk mendukung pengembangan hilirisasi perkebunan berbasis masyarakat. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan, memperkuat ekonomi lokal, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan kelompok usaha perhutanan sosial.

Kementerian Kehutanan mencatat, sebanyak 390 ribu hektare lahan perhutanan sosial telah dipetakan pada tahap awal untuk pengembangan hilirisasi perkebunan. Lahan tersebut akan dioptimalkan bagi pengolahan komoditas unggulan yang dikelola langsung oleh masyarakat di sekitar kawasan hutan.

“Untuk tahap pertama, kami sudah menyandingkan data dan terdapat sekitar 390 ribu hektare yang nantinya akan dikembangkan untuk hilirisasi perkebunan,” ujar Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki.

Menurut Rohmat, hilirisasi menjadi kunci penting dalam meningkatkan nilai tambah dari perhutanan sosial. Melalui pengolahan hasil perkebunan, masyarakat tidak lagi hanya menjual komoditas dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi.

“Untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi dari perhutanan sosial, Kementerian Kehutanan terus mendorong hilirisasi komoditas kehutanan berbasis masyarakat,” katanya.

Sejumlah komoditas yang saat ini telah dikembangkan oleh kelompok usaha perhutanan sosial meliputi kopi, aren, kakao, kemiri, lada, pala, jambu mete, vanili, dan kelapa. Pemerintah juga memperkuat sinergi lintas kementerian bersama Kementerian Pertanian guna mendorong hilirisasi enam komoditas utama, yakni kopi, kakao, kelapa, lada, pala, dan jambu mete.

Rohmat menegaskan, optimalisasi lahan perhutanan sosial dilakukan tanpa mengubah status kawasan hutan.

“Optimalisasi ini bukan merupakan perubahan peruntukan atau pelepasan kawasan hutan, melainkan pemanfaatan lahan perhutanan sosial secara berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam kurun waktu sembilan tahun terakhir, pemerintah telah memberikan persetujuan perhutanan sosial seluas 8,3 juta hektare yang melibatkan sekitar 1,4 juta kepala keluarga di berbagai daerah. Program perhutanan sosial diarahkan untuk mewujudkan keadilan sosial, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta memastikan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Sejalan dengan itu, Kementerian Pertanian turut memperkuat hilirisasi perkebunan melalui pendekatan approach by thematic (ABT) dan program refocusing. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat, menegaskan bahwa hilirisasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan petani.

“Dengan hilirisasi, produk perkebunan tidak lagi dijual dalam bentuk mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah yang memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi petani,” ujar Roni.

Secara nasional, program hilirisasi perkebunan telah mencakup lebih dari 870 ribu hektare lahan dengan sejumlah provinsi, termasuk Jawa Tengah, sebagai wilayah prioritas, disertai dukungan pendampingan teknis, penguatan kelembagaan petani, serta sarana produksi. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, hilirisasi pertanian dan perkebunan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta memiliki potensi besar mendorong ekspor dan memperkuat devisa negara melalui komoditas unggulan.

“Oleh karena itu, strategi hilirisasi perkebunan akan terus diperkuat hingga 2027 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” ujarnya.

  • Penulis: rafael

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejati Sulut Bahas Kendala AMDAL Proyek RSUD Bolmut

    Kejati Sulut Bahas Kendala AMDAL Proyek RSUD Bolmut

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle (**/BEN)
    • visibility 63
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) menggelar rapat koordinasi untuk membahas penyelesaian persoalan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang berkaitan dengan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dalam program PHTC Batch III Tahun Anggaran 2026. Pembahasan tersebut difokuskan pada identifikasi dan penanganan ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan […]

  • Swasembada Pangan Diperkuat Lewat Pertanian Berkelanjutan

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Jakarta – Agenda swasembada pangan yang terus diupayakan pemerintah diperkuat melalui penerapan pertanian berkelanjutan. Salah satu langkah konkret yang didorong adalah implementasi sustainable pesticide management framework (SPMF) sebagai kerangka pengelolaan pestisida yang aman, bertanggung jawab, dan berbasis ilmu pengetahuan. Inisiatif ini dinilai mampu menopang ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Head of Crop Protection […]

  • Pemkab Boltim Hentikan Operasional KUD Nomontang Lanut di Area Permukiman Warga

    Pemkab Boltim Hentikan Operasional KUD Nomontang Lanut di Area Permukiman Warga

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle (**/NOX)
    • visibility 161
    • 0Komentar

    TUTUYAN, PRONEWS5.COM — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memutus mata rantai potensi resiko lingkungan dan friksi sosial di kawasan permukiman Desa Lanut. Melalui instruksi resmi, pihak otoritas daerah mendesak manajemen Koperasi Unit Desa (KUD) Nomontang Lanut untuk segera membekukan sementara seluruh kegiatan operasional mereka yang berdekatan langsung dengan pemukiman penduduk setempat. Langkah tegas tersebut […]

  • Sanggar Kamang Wangko Woloan Cetak Penulis Muda, Balai Bahasa Sulut Dorong Lahirnya Karya Sastra Lokal Terdokumentasi

    Sanggar Kamang Wangko Woloan Cetak Penulis Muda, Balai Bahasa Sulut Dorong Lahirnya Karya Sastra Lokal Terdokumentasi

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle (**/ML)
    • visibility 165
    • 0Komentar

    TOMOHON, PRONEWS5.COM – Upaya memperkuat pelestarian bahasa, sastra, dan budaya lokal terus digelorakan Sanggar Kamang Wangko Woloan melalui Pelatihan Kreatif Menulis Sastra Lokal yang digelar di Michinoeki “PAKEWA”, Jalan Tomohon–Manado, Kelurahan Talete Dua, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Selasa (21/7/2026). Kegiatan yang diprakarsai Sanggar Kamang Wangko Woloan dengan Armando Loho sebagai pelaksana ini dibuka secara […]

  • Ramon Wowor Lempar Skema Rp500 Juta, Bursa Ketua DK PWI Sulut Kian Panas Jelang Pemilihan

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 447
    • 0Komentar

    MANADO, PRONews5.com — Menjelang pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) PWI Sulawesi Utara pada 31 Maret 2026, dinamika pemilihan Ketua Dewan Kehormatan (DK) semakin menghangat setelah calon Ramon Wowor menawarkan skema pinjaman hingga Rp500 juta bagi pengurus PWI kabupaten/kota, Sabtu (28/3/2026). Ramon Wowor menyampaikan bahwa program tersebut dirancang sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi anggota PWI di daerah. […]

  • Penyaluran MBG di Bulan Puasa 2026 Disesuaikan Agar Tepat Sasaran

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Jakarta – Selama bulan suci Ramadan, mekanisme penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami sejumlah penyesuaian guna memastikan manfaatnya tetap tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa. Adaptasi ini dilakukan tanpa mengurangi tujuan utama program, yakni meningkatkan asupan gizi kelompok penerima manfaat, khususnya anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Kepala […]

expand_less