Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Polda Sulut Bongkar Dugaan Masalah Proyek Rp71 Miliar Gedung Mentalitas Pancasila Unima, 20 Saksi Diperiksa

Polda Sulut Bongkar Dugaan Masalah Proyek Rp71 Miliar Gedung Mentalitas Pancasila Unima, 20 Saksi Diperiksa

  • account_circle rafael
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • visibility 647
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MANADO, PRONews5.com — Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) resmi melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan Gedung Mentalitas Pancasila Universitas Negeri Manado (Unima) yang menelan anggaran negara lebih dari Rp71 miliar.

Penyelidikan dilakukan menyusul pembengkakan nilai kontrak dari sekitar Rp64 miliar menjadi lebih dari Rp71 miliar melalui mekanisme addendum yang dinilai tidak wajar dan berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara.

Proyek yang dibiayai dari APBN tersebut kini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum setelah muncul indikasi adanya ketidaksesuaian antara perencanaan awal dan realisasi di lapangan.

Lonjakan nilai kontrak memicu kecurigaan publik terhadap proses perencanaan, pelaksanaan pekerjaan, hingga pertanggungjawaban anggaran proyek yang seharusnya dikelola dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulut, Kombes Pol FX Winardi Prabowo, membenarkan bahwa perkara tersebut masih berada pada tahap penyelidikan awal.

Penyidik, kata dia, tengah mengumpulkan keterangan dan data pendukung dengan memeriksa sejumlah pihak yang diduga mengetahui proses proyek sejak awal.

“Nilai kontraknya sekitar Rp64 miliar dan kemudian di-addendum menjadi Rp71 miliar lebih. Kurang lebih sudah 20 orang kami periksa dalam tahap wawancara penyelidikan,” ujar Winardi kepada wartawan.

Ia menegaskan bahwa penyelidikan tidak hanya berhenti pada aspek administrasi. Penyidik juga menelusuri kesesuaian antara dokumen perencanaan dengan kondisi faktual di lapangan, termasuk proses pembayaran pekerjaan yang telah dilakukan.

Langkah tersebut dinilai krusial mengingat proyek bernilai puluhan miliar rupiah tersebut menggunakan uang negara.

Perhatian penyidik semakin menguat setelah muncul gugatan perdata dari pihak kontraktor.

Gugatan tersebut mempersoalkan permintaan penambahan waktu pekerjaan serta penunjukan kembali sebagai pelaksana proyek, dengan alasan adanya perbedaan antara perencanaan awal dan kondisi riil lokasi pembangunan.

“Ada gugatan perdata dari kontraktor terkait perbedaan perencanaan dengan kondisi lapangan. Ini sedang kami dalami secara komprehensif,” jelas Winardi.

Dalam perspektif penegakan hukum tindak pidana korupsi, gugatan perdata semacam ini kerap dipandang sebagai alarm merah yang mengindikasikan adanya persoalan serius dalam perencanaan teknis, pengendalian proyek, atau bahkan potensi rekayasa administratif yang membuka ruang terjadinya pembengkakan anggaran.

Untuk memastikan ada atau tidaknya kerugian keuangan negara, Ditreskrimsus Polda Sulut melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Selain audit keuangan, penyidik juga akan menggandeng ahli konstruksi guna memeriksa kualitas bangunan dan mencocokkan spesifikasi teknis kontrak dengan kondisi fisik gedung di lapangan.

“Kami akan mengecek apakah kualitas bangunan sesuai spesifikasi teknis kontrak, dan mencocokkan antara nilai yang sudah dibayarkan dengan kondisi nyata di lapangan,” tegas Winardi.

Pemeriksaan tersebut menjadi titik krusial dalam menentukan arah perkara. Jika ditemukan ketidaksesuaian spesifikasi, kelebihan pembayaran, atau pekerjaan yang tidak sesuai kontrak, maka unsur kerugian negara berpotensi terpenuhi dan membuka peluang peningkatan status perkara ke tahap penyidikan.

Dari kalangan masyarakat sipil, Ketua Umum LSM LI-TPK, Bambang, menyatakan apresiasi atas langkah Polda Sulut yang mulai mengusut proyek tersebut.

Namun ia menegaskan bahwa penanganan perkara tidak boleh dilakukan setengah hati.
“Kami mengapresiasi Polda Sulut, tapi pengusutan harus tuntas. Proyek Rp71 miliar bukan uang kecil.

Jika ada pejabat, pihak rektorat, PPK, konsultan, atau kontraktor yang terlibat, jangan ada yang dilindungi,” tegas Bambang.

Ia juga mendesak agar proses hukum dilakukan secara terbuka dan transparan sehingga publik dapat mengawasi jalannya penegakan hukum serta memastikan prinsip equality before the law benar-benar ditegakkan.

Sementara itu, seorang pejabat di lingkungan Universitas Negeri Manado yang meminta namanya dirahasiakan mengungkapkan bahwa proyek pembangunan Gedung Mentalitas Pancasila dilaksanakan pada masa kepemimpinan mantan Rektor Unima, Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd.

Menurutnya, seluruh proses awal proyek, mulai dari perencanaan hingga penandatanganan kontrak awal, terjadi pada periode kepemimpinan tersebut.

“Proyek ini dibangun pada era mantan Rektor Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd. Semua proses awal, mulai dari perencanaan hingga kontrak awal, terjadi pada periode itu,” ujar sumber tersebut.

Ia menilai, penelusuran aparat penegak hukum semestinya dilakukan secara menyeluruh dan berlapis, termasuk menelaah rantai pengambilan keputusan struktural yang melibatkan pimpinan universitas pada saat proyek mulai dijalankan.

Menurutnya, penyelidikan yang objektif tidak cukup hanya fokus pada pelaksanaan akhir proyek, tetapi harus ditarik hingga ke hulu pengambilan kebijakan.

Hingga Rabu, 21 Januari 2026, Polda Sulut belum memberikan keterangan lanjutan terkait kemungkinan peningkatan status perkara ke tahap penyidikan.

Sejumlah pertanyaan krusial pun masih menggantung, mulai dari dasar hukum addendum yang menaikkan nilai proyek, pihak yang mengusulkan dan menyetujui addendum tersebut, hingga sejauh mana gugatan perdata kontraktor beririsan dengan dugaan tindak pidana korupsi.

[**/VIC]

  • Penulis: rafael

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hampir Rp12 Miliar Pasar Kayu Bulan Malalayang Tak Terpakai

    Hampir Rp12 Miliar Pasar Kayu Bulan Malalayang Tak Terpakai

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 247
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM — Proyek pembangunan Pasar Restorasi di Kayu Bulan, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara, menyisakan pertanyaan serius terkait pemanfaatan fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran belasan miliar rupiah. Bangunan pasar tersebut disebut belum dimanfaatkan secara optimal, sementara berdasarkan data pengadaan yang beredar, pembangunan dilakukan secara bertahap dengan nilai pekerjaan mencapai hampir Rp12 miliar. Informasi […]

  • Sabu 15,62 Gram Disita, Satresnarkoba Polres Bitung Bekuk Terduga Pengedar

    Sabu 15,62 Gram Disita, Satresnarkoba Polres Bitung Bekuk Terduga Pengedar

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 191
    • 0Komentar

    BITUNG, PRONews5.com – Komitmen Polres Bitung dalam memberantas peredaran narkotika kembali dibuktikan melalui pengungkapan kasus dugaan peredaran sabu di wilayah Kecamatan Maesa. Seorang pria berinisial JNM alias Yani (38) berhasil diamankan bersama barang bukti narkotika jenis sabu seberat 15,62 gram yang diduga siap edar. Penangkapan dilakukan Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Bitung pada Minggu […]

  • Biaya Studi Tembus Rp10 Juta, Dekan Teologi UKIT Akhirnya Buka Suara!

    Biaya Studi Tembus Rp10 Juta, Dekan Teologi UKIT Akhirnya Buka Suara!

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 268
    • 0Komentar

    TOMOHON, PRONEWS5.COM — Kebijakan biaya penyelesaian studi mahasiswa Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) yang disebut mencapai Rp10 juta akhirnya mendapat tanggapan dari Dekan Fakultas Teologi, Pdt. Dr. Denny Adri Tarumingi, M.Pd.K. Saat dikonfirmasi wartawan pada Jumat (9/10/2026), Denny menyampaikan bahwa penjelasan terkait persoalan tersebut akan disampaikan setelah pertemuan dan klarifikasi bersama Dewan Perwakilan […]

  • Dipanggil Mendadak Hashim Djojohadikusumo, Santrawan Paparang Siap Emban Tugas Besar?

    Dipanggil Mendadak Hashim Djojohadikusumo, Santrawan Paparang Siap Emban Tugas Besar?

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 285
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM – Pertemuan mendadak antara pakar hukum pidana Dr. Santrawan T. Paparang, SH., MH., M.Kn. dengan pengusaha nasional sekaligus pemilik Arsari Group, Hashim Djojohadikusumo, memunculkan berbagai spekulasi. Foto yang diterima media pada Jumat (26/6) memperlihatkan keduanya berbincang akrab di ruang tamu kediaman Hashim. Menariknya, mereka sama-sama mengenakan kemeja putih yang dipadukan dengan celana panjang […]

  • Bea Cukai Manado Gagalkan Penyelundupan 16 Kg Emas WNA Tiongkok

    Bea Cukai Manado Gagalkan Penyelundupan 16 Kg Emas WNA Tiongkok

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 217
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM — Petugas Bea Cukai Manado berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 16 kilogram emas batangan di Bandara Internasional Sam Ratulangi pada Jumat (4/9/2026) siang. Logam mulia bernilai tinggi tersebut rencananya akan dibawa keluar wilayah Sulawesi Utara menuju Surabaya oleh seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok. Penindakan ini bermula dari kecurigaan petugas Aviation Security (Avsec) […]

  • Recky Langie dan Rio Dondokambey Mulai Menguat di Peta Politik Sulut

    Recky Langie dan Rio Dondokambey Mulai Ramai Dibicarakan, Dinamika Politik Sulut Menuju Pilkada Mendatang Kian Menghangat

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 207
    • 0Komentar

    MANADO|PRONews5.com — Kontestasi politik menuju Pemilihan Gubernur Sulawesi Utara memang masih cukup jauh. Namun, dinamika politik di Bumi Nyiur Melambai mulai menunjukkan geliat yang menarik perhatian publik. Di tengah kuatnya pemerintahan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay yang didukung kekuatan politik besar, dua nama figur muda mulai ramai diperbincangkan masyarakat Sulawesi Utara sebagai […]

expand_less