Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Polda Sulut Bongkar Dugaan Masalah Proyek Rp71 Miliar Gedung Mentalitas Pancasila Unima, 20 Saksi Diperiksa

Polda Sulut Bongkar Dugaan Masalah Proyek Rp71 Miliar Gedung Mentalitas Pancasila Unima, 20 Saksi Diperiksa

  • account_circle rafael
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • visibility 646
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MANADO, PRONews5.com — Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) resmi melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan Gedung Mentalitas Pancasila Universitas Negeri Manado (Unima) yang menelan anggaran negara lebih dari Rp71 miliar.

Penyelidikan dilakukan menyusul pembengkakan nilai kontrak dari sekitar Rp64 miliar menjadi lebih dari Rp71 miliar melalui mekanisme addendum yang dinilai tidak wajar dan berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara.

Proyek yang dibiayai dari APBN tersebut kini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum setelah muncul indikasi adanya ketidaksesuaian antara perencanaan awal dan realisasi di lapangan.

Lonjakan nilai kontrak memicu kecurigaan publik terhadap proses perencanaan, pelaksanaan pekerjaan, hingga pertanggungjawaban anggaran proyek yang seharusnya dikelola dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulut, Kombes Pol FX Winardi Prabowo, membenarkan bahwa perkara tersebut masih berada pada tahap penyelidikan awal.

Penyidik, kata dia, tengah mengumpulkan keterangan dan data pendukung dengan memeriksa sejumlah pihak yang diduga mengetahui proses proyek sejak awal.

“Nilai kontraknya sekitar Rp64 miliar dan kemudian di-addendum menjadi Rp71 miliar lebih. Kurang lebih sudah 20 orang kami periksa dalam tahap wawancara penyelidikan,” ujar Winardi kepada wartawan.

Ia menegaskan bahwa penyelidikan tidak hanya berhenti pada aspek administrasi. Penyidik juga menelusuri kesesuaian antara dokumen perencanaan dengan kondisi faktual di lapangan, termasuk proses pembayaran pekerjaan yang telah dilakukan.

Langkah tersebut dinilai krusial mengingat proyek bernilai puluhan miliar rupiah tersebut menggunakan uang negara.

Perhatian penyidik semakin menguat setelah muncul gugatan perdata dari pihak kontraktor.

Gugatan tersebut mempersoalkan permintaan penambahan waktu pekerjaan serta penunjukan kembali sebagai pelaksana proyek, dengan alasan adanya perbedaan antara perencanaan awal dan kondisi riil lokasi pembangunan.

“Ada gugatan perdata dari kontraktor terkait perbedaan perencanaan dengan kondisi lapangan. Ini sedang kami dalami secara komprehensif,” jelas Winardi.

Dalam perspektif penegakan hukum tindak pidana korupsi, gugatan perdata semacam ini kerap dipandang sebagai alarm merah yang mengindikasikan adanya persoalan serius dalam perencanaan teknis, pengendalian proyek, atau bahkan potensi rekayasa administratif yang membuka ruang terjadinya pembengkakan anggaran.

Untuk memastikan ada atau tidaknya kerugian keuangan negara, Ditreskrimsus Polda Sulut melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Selain audit keuangan, penyidik juga akan menggandeng ahli konstruksi guna memeriksa kualitas bangunan dan mencocokkan spesifikasi teknis kontrak dengan kondisi fisik gedung di lapangan.

“Kami akan mengecek apakah kualitas bangunan sesuai spesifikasi teknis kontrak, dan mencocokkan antara nilai yang sudah dibayarkan dengan kondisi nyata di lapangan,” tegas Winardi.

Pemeriksaan tersebut menjadi titik krusial dalam menentukan arah perkara. Jika ditemukan ketidaksesuaian spesifikasi, kelebihan pembayaran, atau pekerjaan yang tidak sesuai kontrak, maka unsur kerugian negara berpotensi terpenuhi dan membuka peluang peningkatan status perkara ke tahap penyidikan.

Dari kalangan masyarakat sipil, Ketua Umum LSM LI-TPK, Bambang, menyatakan apresiasi atas langkah Polda Sulut yang mulai mengusut proyek tersebut.

Namun ia menegaskan bahwa penanganan perkara tidak boleh dilakukan setengah hati.
“Kami mengapresiasi Polda Sulut, tapi pengusutan harus tuntas. Proyek Rp71 miliar bukan uang kecil.

Jika ada pejabat, pihak rektorat, PPK, konsultan, atau kontraktor yang terlibat, jangan ada yang dilindungi,” tegas Bambang.

Ia juga mendesak agar proses hukum dilakukan secara terbuka dan transparan sehingga publik dapat mengawasi jalannya penegakan hukum serta memastikan prinsip equality before the law benar-benar ditegakkan.

Sementara itu, seorang pejabat di lingkungan Universitas Negeri Manado yang meminta namanya dirahasiakan mengungkapkan bahwa proyek pembangunan Gedung Mentalitas Pancasila dilaksanakan pada masa kepemimpinan mantan Rektor Unima, Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd.

Menurutnya, seluruh proses awal proyek, mulai dari perencanaan hingga penandatanganan kontrak awal, terjadi pada periode kepemimpinan tersebut.

“Proyek ini dibangun pada era mantan Rektor Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd. Semua proses awal, mulai dari perencanaan hingga kontrak awal, terjadi pada periode itu,” ujar sumber tersebut.

Ia menilai, penelusuran aparat penegak hukum semestinya dilakukan secara menyeluruh dan berlapis, termasuk menelaah rantai pengambilan keputusan struktural yang melibatkan pimpinan universitas pada saat proyek mulai dijalankan.

Menurutnya, penyelidikan yang objektif tidak cukup hanya fokus pada pelaksanaan akhir proyek, tetapi harus ditarik hingga ke hulu pengambilan kebijakan.

Hingga Rabu, 21 Januari 2026, Polda Sulut belum memberikan keterangan lanjutan terkait kemungkinan peningkatan status perkara ke tahap penyidikan.

Sejumlah pertanyaan krusial pun masih menggantung, mulai dari dasar hukum addendum yang menaikkan nilai proyek, pihak yang mengusulkan dan menyetujui addendum tersebut, hingga sejauh mana gugatan perdata kontraktor beririsan dengan dugaan tindak pidana korupsi.

[**/VIC]

  • Penulis: rafael

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gunung Lokon Terbakar! Kapolres Tomohon Turun Langsung Padamkan Api

    Gunung Lokon Terbakar! Kapolres Tomohon Turun Langsung Padamkan Api

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 179
    • 0Komentar

    TOMOHON, PRONEWS5.COM — Kebakaran melanda kawasan Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Selasa (13/10/2026) pagi. Kobaran api dilaporkan terus meluas, sementara asap putih membumbung dan tampak menyelimuti kawasan gunung hingga terlihat dari sejumlah titik di Kota Tomohon. Kapolres Tomohon AKBP Novrial Alberti Kombo, S.I.K., M.A.P., turun langsung ke lokasi untuk membantu upaya pemadaman. Tampak […]

  • Guru Besar Politik dan Advokat Senior Dukung Kejati Sulut Berantas Korupsi hingga Tuntas

    Guru Besar Politik dan Advokat Senior Dukung Kejati Sulut Berantas Korupsi hingga Tuntas

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 224
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM – Langkah tegas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara dalam mengusut berbagai perkara dugaan tindak pidana korupsi di daerah terus mendapat dukungan dari kalangan akademisi dan praktisi hukum. Guru Besar Ilmu Politik dan Kebijakan Publik, Prof. Dr. William Agustinus Areros, M.Si, bersama praktisi hukum sekaligus advokat senior Johannes Juman Budiman, S.H., menyatakan dukungan penuh […]

  • Ketum PWI Pusat Ajak Wartawan Menata Mental di Momentum Ramadan Saat Buka Puasa Bersama Pengurus

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 344
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONews5.com – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir mengajak para wartawan menata mental dan menjaga kejernihan berpikir dalam menjalankan profesi jurnalistik. Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan buka puasa bersama jajaran pengurus PWI Pusat yang digelar di Hall Dewan Pers, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana Ramadan itu dihadiri sejumlah […]

  • Viral Dugaan Solar Subsidi SPBU Tateli Cale dan Kiky Langsung Tiarap Tak Berkutik

    Viral Dugaan Solar Subsidi SPBU Tateli Cale dan Kiky Langsung Tiarap Tak Berkutik

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 169
    • 0Komentar

    MINAHASA, PRONEWS5.COM — Dugaan penyimpangan penyaluran solar bersubsidi di SPBU 74.953.21 Tateli, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, kian menjadi perhatian setelah informasi terkait kasus tersebut ramai beredar di media sosial. Dua nama, Carles Calamu alias Cale dan Risky Supit alias Kiky, disebut oleh sumber warga diduga terkait dengan aktivitas pembelian solar bersubsidi di SPBU […]

  • Drag Race di Kotamobagu Berujung Maut, Mobil Peserta Hantam Penonton, 6 Orang Dilaporkan Tewas

    Drag Race di Kotamobagu Berujung Maut, Mobil Peserta Hantam Penonton, 6 Orang Dilaporkan Tewas

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle (**/NOX)
    • visibility 477
    • 0Komentar

    KOTAMOBAGU, PRONEWS5.COM – Ajang balap drag race dan drag bike di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Minggu (9/8/2026), berubah menjadi tragedi. Sebuah mobil peserta balap dilaporkan kehilangan kendali saat melaju dengan kecepatan tinggi menjelang ujung lintasan. Kendaraan tersebut kemudian keluar dari jalur dan menghantam sejumlah penonton yang berada di sekitar garis […]

  • Tak Terbendung! Spanyol Gilas Austria 3-0, Tiket 16 Besar di Tangan

    Tak Terbendung! Spanyol Gilas Austria 3-0, Tiket 16 Besar di Tangan

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 202
    • 0Komentar

    GPRONEWS5.COM, PRONEWS5.COM– Tim nasional Spanyol memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 usai menundukkan Austria dengan skor meyakinkan 3-0 pada laga babak 32 besar yang berlangsung di Stadion SoFi, California, Amerika Serikat, Jumat (3/7/2026). Kemenangan ini menegaskan dominasi La Roja sepanjang pertandingan. Spanyol tampil superior dalam penguasaan bola, efektivitas serangan, hingga disiplin […]

expand_less