Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Jika Tak Jelas, INAKOR Bakal Bawa Kasus Gedung KONI Manado ke Kejagung dan KPK

Jika Tak Jelas, INAKOR Bakal Bawa Kasus Gedung KONI Manado ke Kejagung dan KPK

  • account_circle (**/ARP)
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • visibility 495
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MANADO — Gempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang Manado, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026), tak hanya merobohkan Gedung KONI di kawasan Sario dan menelan korban jiwa, tetapi juga menyeret kembali dugaan lama yang hingga kini belum tersentuh kejelasan hukum.

Bangunan yang ambruk saat gempa itu ternyata sudah pernah dilaporkan sejak 2023 terkait dugaan persoalan dalam pekerjaan proyeknya. Namun, hingga peristiwa fatal terjadi, penanganan laporan tersebut tidak pernah dipublikasikan secara terbuka.

Ketua LSM INAKOR Sulawesi Utara, Rolly Wenas, menegaskan bahwa pihaknya telah lebih dulu mengingatkan potensi masalah pada gedung tersebut melalui laporan resmi ke Kejaksaan Negeri Manado pada 18 September 2023.

“Ini bukan laporan baru. Sudah kami sampaikan sejak 2023, lengkap dengan data dan dokumen pendukung,” tegas Rolly.

Ia menyebut, laporan itu diajukan bersama sejumlah organisasi, di antaranya LAMI, RAKO, BAKKIN, LI BAPAN, LAKRI, LPK-RI, hingga Waraney Santiago Indonesia (WSI). Artinya, laporan tersebut bukan klaim sepihak, melainkan hasil konsolidasi elemen masyarakat sipil.

Menurut Rolly, laporan tersebut sempat diproses pada tahap awal, termasuk pengumpulan data dan klarifikasi terhadap sejumlah pihak. Bahkan, koordinasi juga disebut pernah dilakukan dengan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.

Namun setelah itu, penanganannya seolah menghilang tanpa jejak.

“Proses awal ada, tapi setelah itu tidak ada kejelasan. Tidak ada transparansi. Tidak ada hasil yang disampaikan ke publik,” ujar Rolly.
Kondisi ini kini menjadi sorotan serius setelah gedung yang telah dilaporkan tersebut justru ambruk saat gempa dan menelan korban jiwa.

Pertanyaan pun mengarah pada satu titik: apakah peringatan publik telah diabaikan?

INAKOR menilai, ketidakjelasan penanganan laporan tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai hal biasa, mengingat dampaknya telah menyentuh aspek keselamatan manusia.

“Ini bukan sekadar administrasi yang mandek. Ini menyangkut nyawa. Kalau laporan ditindaklanjuti secara serius sejak awal, apakah kejadian ini bisa dicegah?” sentil Rolly.

INAKOR mendesak Kejaksaan Negeri Manado dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara untuk segera membuka perkembangan penanganan kasus tersebut secara terang benderang kepada publik.

Selain itu, mereka juga mendorong dilakukannya audit teknis independen terhadap hasil pekerjaan Gedung KONI Manado guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam proses pembangunan.

Jika tidak ada kejelasan dalam waktu dekat, INAKOR memastikan akan membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi.

“Kalau tetap tidak jelas, kami akan bawa ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Komisi Pemberantasan Korupsi. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Rolly.

INAKOR menekankan bahwa langkah tersebut bukan bentuk tekanan, melainkan bagian dari kontrol publik agar penegakan hukum berjalan transparan, profesional, dan tidak tebang pilih.

  • Penulis: (**/ARP)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korupsi Lahan SPBU Talaud Terbongkar, Empat Orang Resmi Jadi Tersangka

    Korupsi Lahan SPBU Talaud Terbongkar, Empat Orang Resmi Jadi Tersangka

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 291
    • 0Komentar

    TALAUD, PRONEWS5.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Talaud mengungkap dugaan praktik korupsi dalam pengadaan lahan untuk pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kelurahan Melonguane Barat, Kecamatan Melonguane. Dalam perkara yang diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp2,2 miliar itu, penyidik resmi menetapkan empat orang sebagai tersangka. Penetapan tersangka dilakukan pada Rabu (22/7/2026) malam sekitar […]

  • Baru Menjabat, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Dugaan Suap Proyek dan Jual Beli Jabatan Terkuak

    Baru Menjabat, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Dugaan Suap Proyek dan Jual Beli Jabatan Terkuak

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle (**/VIC)
    • visibility 219
    • 0Komentar

    PEMALANG, PRONEWS5.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang dunia pemerintahan daerah dengan menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. Kepala daerah yang baru menjabat sejak 2025 itu diduga terlibat dalam praktik korupsi proyek pemerintah dan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang. Operasi senyap yang berlangsung sejak Selasa (28/7/2026) […]

  • Mudik Lebaran 2026 Berjalan Lancar, Pengelolaan Transportasi Dinilai Efisien

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah memastikan pelaksanaan mudik Lebaran 2026 berjalan secara efisien dan terorganisir melalui berbagai langkah antisipatif yang telah disiapkan sejak jauh hari. Upaya ini dilakukan untuk menjamin kelancaran mobilitas masyarakat di tengah peningkatan aktivitas selama akhir Ramadan. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa pemerintah telah bekerja keras dalam mengantisipasi berbagai potensi kendala agar […]

  • Beda Nasib Penegakan Hukum: Kompol Cosmas Tak Sengaja Lindas Ojol Langsung Dipecat, Penembakan Warga Basaan oleh Brimob Polda Sulut Justru SP3

    Beda Nasib Penegakan Hukum: Kompol Cosmas Tak Sengaja Lindas Ojol Langsung Dipecat, Penembakan Warga Basaan oleh Brimob Polda Sulut Justru SP3

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 300
    • 0Komentar

    MANADO, PRONews5.com – Perbedaan penanganan dua kasus yang sama-sama melibatkan anggota kepolisian kembali menjadi perbincangan. Di satu sisi, Kompol Cosmas yang terlibat kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan pengemudi ojek online meninggal dunia diproses hingga berujung pemecatan. Di sisi lain, kasus penembakan yang menewaskan warga Basaan, Kabupaten Minahasa Tenggara, almarhum Fedro Tongkotow, justru berakhir dengan penghentian […]

  • Presiden Prabowo: Peran BRICS Perkuat Suara Global South Bentuk Masa Depan Dunia

    Presiden Prabowo: Peran BRICS Perkuat Suara Global South Bentuk Masa Depan Dunia

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle (**/IND)
    • visibility 69
    • 0Komentar

    NEW DELHI, PRONEWS5.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya penguatan suara negara-negara selatan global dalam menentukan arah pembangunan dunia. Menurut Presiden, BRICS memiliki peran strategis untuk menyatukan sekaligus memperkuat suara negara selatan global dalam membentuk masa depan. “Sebuah masa depan di mana ketangguhan melindungi pembangunan, inovasi memperluas peluang, kerja sama menghasilkan dampak nyata, […]

  • Tak Disengaja Bertemu di Whoosh, Wali Kota Tomohon dan Osco Letunggamu Bahas Masa Depan TIFF

    Tak Disengaja Bertemu di Whoosh, Wali Kota Tomohon dan Osco Letunggamu Bahas Masa Depan TIFF

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle (**/VIC)
    • visibility 212
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM – Sebuah pertemuan spontan di dalam Kereta Cepat Whoosh pada Rabu (15/7/2026) berkembang menjadi diskusi strategis mengenai masa depan Tomohon International Flower Festival (TIFF). Wali Kota Tomohon, Caroll Joram Azarias Senduk, bersama istrinya drg. Jean D’Arc Florentia Karundeng, bertemu dengan akademisi dan praktisi hukum Osco Olfriady Letunggamu saat sama-sama melakukan perjalanan menuju Bandung. […]

expand_less