Digebuk Kader Sendiri, Ketua Gerindra Talaud Irwan Hasan Hadapi dengan Kasih
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
- visibility 328
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kepulauan Talaud, Irwan Hasan SE, MTh. (Foto: Istimewa/VAN)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MELONGUANE, PRONEWS5.COM – Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kepulauan Talaud, Irwan Hasan SE, MTh, menghadapi dugaan upaya pelengseran dari internal partainya sendiri.
Situasi tersebut mencuat setelah beredar rekaman percakapan yang diduga melibatkan seorang kader Gerindra Talaud berinisial MSK alias Rudi dengan seorang pengusaha lokal.
Dalam rekaman itu, terdengar pembahasan terkait proyek serta rencana pergantian posisi Ketua DPC Gerindra Talaud.
Dalam percakapan yang beredar, suara yang diduga milik Rudi menyebut sejumlah rencana yang terhambat akibat manuver Irwan Hasan.
Ia juga menyinggung agenda pertemuan dengan seorang Kepala Bidang SMK di Dinas Pendidikan Daerah Sulawesi Utara yang disebut masih berada di Jakarta.
Selain itu, rencana pertemuan dengan seorang kepala sekolah juga dikabarkan tertunda.
Dalam rekaman tersebut, berbagai kendala itu disebut terjadi karena adanya manuver dari Irwan Hasan.
Akibatnya, muncul dorongan untuk mempercepat pergantian Ketua DPC Gerindra Talaud.
“Mo ganti Ketua DPC dipercepat jo. Torang so pastiu dengan dia pe model,” demikian penggalan percakapan yang beredar dan diduga diucapkan oleh Rudi.
Diketahui, Rudi saat ini masih tercatat sebagai anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud dari Partai Gerindra dan menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Talaud.
Menanggapi beredarnya rekaman tersebut, Irwan Hasan mengaku dirinya hanya menerima kiriman video yang berisi dugaan pembicaraan terkait proyek dan isu pergantian jabatan.
“Saya sendiri tidak tahu proyek apa yang dibicarakan dalam rekaman itu.
Namun saya kaget ketika ada tuduhan bahwa saya melakukan manuver atau ingin mengganti posisi tertentu,” kata Irwan saat dikonfirmasi.
Terkait posisinya sebagai Ketua DPC Gerindra Talaud, Irwan menegaskan dirinya menghormati mekanisme organisasi partai dan siap menerima setiap keputusan yang diambil sesuai aturan internal.
“Kalau memang waktunya saya pensiun dan diizinkan oleh DPD maupun DPP, tentu saya akan menghormati keputusan itu.
Kekuasaan bukan sesuatu yang mutlak, yang mutlak adalah kasih,” ujarnya.
Irwan juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam urusan yang berkaitan dengan praktik suap, fee proyek maupun janji-janji terkait pergeseran jabatan.
“Saya tidak memiliki kuasa dan kewenangan untuk mengatur hal-hal seperti itu.
Saya juga tidak mau mengurus sesuatu yang bertentangan dengan integritas,” tegasnya.
Ia mengingatkan masyarakat dan para pelaku usaha agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang mengatasnamakan partai maupun keluarga pejabat demi memperoleh keuntungan tertentu.
“Kepada para pengusaha di Beo, Lirung, Kiama, dan Melonguane, saya mengimbau agar berhati-hati.
Jangan mudah percaya apabila ada pihak yang mengatasnamakan keluarga penguasa untuk menjanjikan sesuatu,” katanya.
Irwan juga berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud tidak terseret dalam praktik-praktik yang disebutkan dalam rekaman percakapan tersebut.
Menurutnya, masyarakat Talaud memiliki budaya keterbukaan dan terbiasa menyelesaikan persoalan melalui komunikasi langsung sehingga setiap masalah dapat diselesaikan secara baik tanpa menimbulkan keresahan publik.
“Atas nama Partai Gerindra Talaud, saya memohon maaf apabila ada oknum yang membuat keresahan dan kegaduhan di ruang publik.
Di Gerindra Talaud masih banyak kader yang menjaga kualitas serta integritas,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Irwan mengajak seluruh pihak untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam kehidupan politik maupun sosial.
“Jangan membodohi rakyat. Rezeki sudah diatur oleh Tuhan. Ada Tuhan yang melihat setiap langkah kita,” pungkasnya.
[**/VAN]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar