Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Baru Diresmikan Jembatan Pongpet Pangandaran Langsung Anjlok

Baru Diresmikan Jembatan Pongpet Pangandaran Langsung Anjlok

  • account_circle (**/VIC)
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 96
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PANGANDARAN, PRONEWS5.COM — Jembatan Gantung Pongpet di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengalami gangguan struktur hingga anjlok dan miring sesaat setelah diresmikan pada Minggu (30/8/2026) sore.

Insiden terjadi ketika jembatan dilintasi puluhan orang secara bersamaan, termasuk Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dan rombongan pejabat.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sejumlah orang dilaporkan mengalami luka ringan.

Struktur jembatan tidak runtuh seluruhnya, melainkan mengalami perubahan posisi setelah sistem pengikat sling pada salah satu sisi terlepas ketika jembatan dibebani banyak orang sekaligus.

Komandan Kodim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan mengakui adanya kelalaian dalam pengendalian jumlah orang yang melintas saat prosesi peresmian.

Menurutnya, pihak Kodim tidak mengontrol kapasitas pengguna jembatan ketika suasana peresmian berlangsung.

“Memang kesalahan kami dari Kodim, pada saat pelaksanaan peresmian kami tidak mengontrol kapasitas yang melewati jembatan tersebut,” kata Citra Kurniawan seperti diberitakan sejumlah media pada Senin (31/8/2026).

Peristiwa bermula setelah prosesi pengguntingan pita selesai.

Rombongan Bupati Pangandaran bersama jajaran Forkopimda dan masyarakat kemudian mencoba melintasi jembatan secara bersamaan.

Jumlah orang yang berada di atas jembatan diperkirakan lebih dari 40 orang, sementara sejumlah laporan menyebut jumlahnya mencapai sekitar 50 orang.

Kondisi tersebut membuat beban terkonsentrasi pada bentang jembatan dan diduga melampaui batas penggunaan yang telah ditentukan.

Saat rombongan berada di atas jembatan, tali sling pada salah satu sisi terlepas dari blok atau sistem pengikatnya.

Akibatnya, posisi bentang berubah secara mendadak, turun dan miring sehingga orang-orang yang berada di atasnya sempat kehilangan keseimbangan.

Kadispenad Brigjen Donny Pramono menjelaskan bahwa peristiwa tersebut tidak tepat jika disebut sebagai keruntuhan total jembatan.

Struktur utama dan rangka bawah masih berdiri, sedangkan gangguan terjadi pada sistem pengikat sling setelah jembatan dilintasi lebih dari 50 orang secara bersamaan.

Hal yang menjadi perhatian dalam insiden ini adalah adanya ketentuan mengenai jumlah pengguna jembatan.

Keterangan Kodim menyebut jembatan memiliki kapasitas beban tertentu dan sebelumnya telah dipasang aturan pembatasan pengguna.

Dalam kondisi normal, pejalan kaki dibatasi hanya beberapa orang dari masing-masing sisi, sedangkan sepeda motor diatur melintas secara bergantian.

Namun, ketika peresmian berlangsung, jumlah orang yang berada di atas jembatan jauh lebih banyak dibandingkan batas penggunaan tersebut.

Citra Kurniawan juga menyebut jembatan sebelumnya telah menjalani uji coba.

Pengujian dilakukan sebelum peresmian untuk memastikan jembatan dapat digunakan masyarakat.

Fakta tersebut membuat persoalan tidak berhenti pada pertanyaan mengenai daya tahan struktur. Pengendalian jumlah pengguna saat peresmian juga menjadi bagian penting yang perlu dievaluasi.

Secara teknis, penyebab langsung gangguan jembatan disebut berkaitan dengan terlepasnya sling dari sistem pengikat setelah jembatan dibebani banyak orang secara bersamaan.

Namun, penentuan penyebab menyeluruh tetap membutuhkan pemeriksaan teknis.

Evaluasi semestinya mencakup kondisi sling, blok angkur, sambungan, fondasi pengikat, spesifikasi material, metode pemasangan, kapasitas desain, hingga prosedur pengamanan ketika jembatan pertama kali dibuka untuk masyarakat.

Dengan demikian, istilah “kelebihan beban” tidak semestinya menjadi satu-satunya kesimpulan sebelum seluruh komponen konstruksi diperiksa secara teknis.

Pemeriksaan independen diperlukan untuk memastikan apakah seluruh material dan sistem pengikat telah memenuhi spesifikasi serta apakah prosedur pembatasan pengguna telah diterapkan sebagaimana mestinya.

Pasca-insiden, akses menuju jembatan ditutup sementara untuk mencegah masyarakat melintas sebelum kondisi struktur dinyatakan aman.

Kodim 0625/Pangandaran menyatakan akan melakukan evaluasi dan perbaikan sebelum jembatan kembali digunakan.

Jembatan Pongpet sendiri merupakan bagian dari pembangunan akses masyarakat di wilayah Pangandaran.

Infrastruktur tersebut ditujukan untuk membantu mobilitas warga, termasuk akses pendidikan, pertanian, perekonomian, kesehatan dan pariwisata.

Peristiwa yang terjadi tepat setelah peresmian kini menjadi bahan evaluasi penting bagi seluruh pihak yang terlibat. Keselamatan pengguna harus menjadi ukuran utama sebelum jembatan kembali dibuka.

Terlepas dari tidak adanya korban jiwa, insiden tersebut menunjukkan pentingnya disiplin terhadap kapasitas jembatan, pengawasan saat pembukaan fasilitas publik serta pemeriksaan teknis yang menyeluruh.

Jembatan baru dapat kembali digunakan setelah hasil evaluasi memastikan seluruh sistem konstruksinya aman dan layak bagi masyarakat.

  • Penulis: (**/VIC)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Integritas di Lingkungan Perguruan Tinggi Negeri, Forum PIEPTN Rumuskan 7 Rekomendasi Strategis

    Perkuat Integritas di Lingkungan Perguruan Tinggi Negeri, Forum PIEPTN Rumuskan 7 Rekomendasi Strategis

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle (**/IND)
    • visibility 124
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM – Forum Penguatan Integritas Ekosistem Perguruan Tinggi Negeri (PIEPTN) merumuskan tujuh rekomendasi strategis untuk memperkuat budaya integritas di lingkungan perguruan tinggi negeri ke depan. Tujuh rekomendasi tersebut merupakan hasil rangkaian diskusi selama dua hari, 19–20 Agustus 2026, yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktorat Jejaring Pendidikan (JARDIK) bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi […]

  • BW Diserang Lagi Lewat Akun Palsu, Pegiat Medsos Desak Cyber Polda Sulut Bertindak

    BW Diserang Lagi Lewat Akun Palsu, Pegiat Medsos Desak Cyber Polda Sulut Bertindak

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 269
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM– Kemunculan kembali unggahan dari akun anonim dan akun yang diduga palsu di media sosial kembali memicu perhatian publik di Sulawesi Utara. Kali ini, unggahan tersebut memuat berbagai tuduhan terhadap seorang anggota DPRD Sulut Braien Waworuntu (BW terkait dugaan pengendalian proyek hingga isu jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. BW mengaku […]

  • Presiden Prabowo Tegas Usut Kasus Penyiraman Air Keras, Tuai Apresiasi

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 267
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komitmen tegas Prabowo Subianto dalam menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, menuai apresiasi sebagai langkah nyata pemerintah dalam menegakkan keadilan dan melindungi hak warga negara dari tindakan kekerasan. Kepala Negara menginstruksikan aparat penegak hukum agar membongkar perkara tersebut hingga ke akar-akarnya demi menjamin keadilan bagi rakyat. Arahan ini dinilai […]

  • Tangisan Bayi di Ring Road Manado Bongkar Dugaan Penelantaran Anak

    Tangisan Bayi di Ring Road Manado Bongkar Dugaan Penelantaran Anak

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle (RAND)
    • visibility 225
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM— Tangisan seorang bayi perempuan dari balik semak-semak di tepi Jalan Ring Road, tepatnya di seberang Dealer Wuling, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Senin (6/7/2026) malam, menyelamatkan nyawanya dari dugaan aksi penelantaran. Bayi yang diperkirakan berusia sekitar enam bulan itu ditemukan dalam kondisi masih hidup oleh dua warga yang melintas, sebelum akhirnya dilarikan ke RSUP […]

  • Hukum Tua ‘Angkat Suara’, Dorong Mantan Bupati ROR Diperiksa di Kasus Tas Desa Rp2,2 Miliar

    Hukum Tua ‘Angkat Suara’, Dorong Mantan Bupati ROR Diperiksa di Kasus Tas Desa Rp2,2 Miliar

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 1.353
    • 0Komentar

    MINAHASA, PRONEWS.COM — Sejumlah hukum tua di Kabupaten Minahasa yang diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tas ramah lingkungan tahun anggaran 2020 mendesak agar mantan Bupati Minahasa, Royke Octavian Roring (ROR), turut dimintai keterangan oleh penyidik. Desakan itu muncul setelah mereka mengaku berulang kali dipanggil meski merasa tidak mengetahui detail proyek tersebut. Pemanggilan kembali dilakukan […]

  • Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Jual Beli Bayi via Medsos, 12 Tersangka Ditangkap

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 373
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONews5.com – Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA dan PPO) Bareskrim Polri membongkar sindikat jual beli bayi yang beroperasi melalui media sosial dan menangkap 12 orang tersangka dari dua klaster berbeda. Direktur Tindak Pidana PPA dan PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol. Nurul Azizah mengatakan, para tersangka terdiri […]

expand_less