Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Tak Hadir di KPK Nusron Dipanggil Lagi

Tak Hadir di KPK Nusron Dipanggil Lagi

  • account_circle (**/ARP)
  • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
  • visibility 77
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, PRONEWS5.COM — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (7/10/2026).

Nusron sedianya diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN yang antara lain berkaitan dengan pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.

Ketidakhadiran tersebut telah dikonfirmasi kepada KPK melalui surat. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan Nusron menyampaikan tidak dapat hadir karena terdapat agenda lain di internal Kementerian ATR/BPN.

KPK kemudian memastikan pemeriksaan terhadap Nusron akan dijadwalkan kembali. Penyidik menilai keterangan Menteri ATR/BPN tersebut memiliki arti penting untuk memperjelas rangkaian peristiwa dan menguji keterkaitan para pihak dalam perkara yang sedang disidik.

“Yang bersangkutan telah menyampaikan surat konfirmasi tidak dapat hadir dalam pemeriksaan hari ini karena ada agenda lain di internal Kementerian ATR/BPN,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (7/10/2026).

Pemeriksaan terhadap Nusron tidak semata berkaitan dengan satu transaksi suap. KPK tengah membangun konstruksi perkara secara lebih menyeluruh, termasuk menelusuri aliran uang serta dugaan alur perintah dalam lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Budi menjelaskan, keterangan Nusron dibutuhkan untuk membantu penyidik menentukan apakah masih terdapat pihak lain yang mempunyai peran signifikan di luar delapan tersangka yang telah ditetapkan.

Menurut KPK, uang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan pada September 2026 diduga tidak seluruhnya berkaitan dengan pelayanan pertanahan. Penyidik juga mendalami dugaan adanya penerimaan lain yang disebut berkaitan dengan setoran internal di lingkungan kementerian.

Dengan demikian, pemeriksaan Nusron memiliki posisi strategis dalam proses penyidikan karena dapat digunakan penyidik untuk melakukan verifikasi terhadap informasi mengenai hubungan antarpihak, mekanisme pelayanan pertanahan, serta kemungkinan adanya instruksi atau koordinasi yang berkaitan dengan perkara.

KPK sebelumnya juga telah menyatakan sedang menelusuri dugaan alur perintah setelah muncul informasi bahwa pembukaan blokir HGB Summarecon disebut memerlukan arahan dari pihak yang lebih tinggi.

Perkara ini mencuat setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan pada 14 September 2026. Sehari kemudian, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap pengurusan pembukaan blokir HGB Summarecon di Kabupaten Bogor.

Dalam konstruksi awal perkara, KPK mengungkap adanya dugaan pemberian uang Rp1,5 miliar dari Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi melalui sejumlah perantara kepada Erwin yang disebut sebagai orang kepercayaan Nusron.

Uang tersebut diduga berkaitan dengan upaya membuka blokir dan mengurus pemecahan HGB Summarecon. Sebelumnya, nilai yang disebut diminta dalam pengurusan tersebut mencapai Rp2 miliar, tetapi pihak Summarecon disebut hanya menyanggupi Rp1,5 miliar.

Dari jumlah tersebut, KPK menduga Rp200 juta kemudian diserahkan Erwin kepada Sontang Coin Manurung selaku Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I. Uang tersebut diduga merupakan bagian dari imbalan untuk pembukaan blokir dan pemecahan HGB.

Selain klaster Summarecon, penyidik juga mengembangkan dugaan penerimaan uang dalam pengurusan HGB pada tanah yang dikelola PT Bela Parahyangan. KPK menyebut terdapat dugaan pemberian uang pengurusan senilai Rp2,1 miliar kepada Erwin dan sebagian dana tersebut diduga mengalir kepada Arif Sugiyanto yang juga disebut sebagai orang kepercayaan Nusron.

KPK telah menetapkan delapan tersangka dalam perkara tersebut. Mereka terdiri dari pejabat ATR/BPN, pihak swasta, hingga pihak yang disebut mempunyai hubungan dengan pengurusan perkara.

Mereka adalah Lampri selaku Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR/BPN; Sontang Coin Manurung selaku Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I; Adrianto Pitojo Adhi selaku Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk; Arif Sugiyanto; Fahd El Fouz atau Fahd A Rafiq; Erwin; Muhammad Fakhry; serta Rizal Pahlevi. KPK menyebut empat dari delapan tersangka merupakan orang yang dipercaya Nusron Wahid.

Namun, hingga perkembangan pemeriksaan pada 7 Oktober 2026, Nusron Wahid belum ditetapkan sebagai tersangka. Namanya berada dalam perkara tersebut dalam kapasitas sebagai saksi yang keterangannya dibutuhkan penyidik.

Sebelumnya Nusron menyatakan menghormati proses hukum yang dilakukan KPK dan menyatakan akan mengikuti serta membantu proses penegakan hukum tersebut.

Ketidakhadiran pada pemanggilan pertama tidak menghentikan penyidikan. KPK akan melakukan koordinasi untuk menentukan waktu pemeriksaan berikutnya.

Bagi penyidik, pemeriksaan Nusron menjadi salah satu bagian penting dalam mengurai struktur perkara secara vertikal maupun horizontal. Selain menguji informasi mengenai dugaan transaksi suap, penyidik juga sedang menelusuri kemungkinan adanya penerimaan lain, hubungan antaraktor, serta aliran dana yang belum sepenuhnya terpetakan.

KPK meminta Nusron bersikap kooperatif pada pemanggilan selanjutnya. Penyidik masih memiliki ruang untuk memperluas penyidikan apabila dari pemeriksaan dan alat bukti yang dikumpulkan ditemukan fakta mengenai pihak lain yang diduga memiliki peran signifikan.

Dengan demikian, agenda pemanggilan ulang Nusron Wahid kini menjadi salah satu perkembangan yang ditunggu dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan ATR/BPN.

Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan penjelasan lebih utuh mengenai bagaimana dugaan praktik suap dan penerimaan uang berlangsung serta sejauh mana hubungan para pihak dalam konstruksi perkara tersebut.

  • Penulis: (**/ARP)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres NTT Amankan 7 WNA Asal China dan Uzbekistan di Pesisir Rote Selatan

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 399
    • 0Komentar

    NNT, PRONews5.com — Aparat Kepolisian Resor (Polres) Rote Ndao, Polda Nusa Tenggara Timur, mengamankan tujuh warga negara asing (WNA) yang diduga merupakan imigran ilegal setelah kapal yang mereka tumpangi terdampar di pesisir Pantai Masidae, Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, Selasa (24/2/2026). Ketujuh WNA tersebut terdiri atas empat warga negara China, yakni Hui […]

  • MBG Bantu Ubah Pola Makan Anak Indonesia

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 733
    • 0Komentar

    Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama sekitar satu tahun mulai menunjukkan dampak nyata terhadap perubahan pola makan anak-anak Indonesia. Sejumlah riset terbaru mengungkapkan bahwa program ini tidak hanya membantu pemenuhan gizi siswa di sekolah, tetapi juga memicu kebiasaan makan yang lebih sehat di rumah serta meningkatkan semangat belajar anak. Kajian […]

  • Dasco: Pertemuan Chatib Basri dan Prabowo Bahas Strategi Pertumbuhan Ekonomi, Bukan Reshuffle

    Dasco: Pertemuan Chatib Basri dan Prabowo Bahas Strategi Pertumbuhan Ekonomi, Bukan Reshuffle

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 179
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONews5.com– Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, serta anggota DEN, Chatib Basri, di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/6/2026), murni membahas strategi pertumbuhan ekonomi nasional. Dasco mengatakan, kehadiran Chatib Basri dalam pertemuan tersebut merupakan bagian dari tugas dan […]

  • Pastikan Situasi Aman dan Kondusif Kapolres Abdul Kholik Turun Langsung Pantau Upai

    Pastikan Situasi Aman dan Kondusif Kapolres Abdul Kholik Turun Langsung Pantau Upai

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle (**/NOX)
    • visibility 71
    • 0Komentar

    KOTAMOBAGU, PRONEWS5.COM — Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., turun langsung memantau situasi keamanan di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Timur, Jumat (25/9/2026). Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi tetap aman dan kondusif setelah sebelumnya terjadi ketegangan yang nyaris berujung bentrokan antara kelompok pemuda Kelurahan Upai dan pemuda Desa Poopo, Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolaang […]

  • Undav Selamatkan Jerman, Pantai Gading Tumbang di Menit Akhir

    Undav Selamatkan Jerman, Pantai Gading Tumbang di Menit Akhir

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 244
    • 0Komentar

    JERMAN, PRONews5.com – Timnas Jerman meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Pantai Gading pada pertandingan kedua Grup E Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Toronto (BMO Field), Minggu (21/6/2026). Striker pengganti Deniz Undav tampil sebagai pahlawan kemenangan setelah mencetak dua gol pada babak kedua, termasuk gol penentu pada masa injury time. Hasil ini menjadi suntikan penting […]

  • BW Diserang Lagi Lewat Akun Palsu, Pegiat Medsos Desak Cyber Polda Sulut Bertindak

    BW Diserang Lagi Lewat Akun Palsu, Pegiat Medsos Desak Cyber Polda Sulut Bertindak

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 268
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM– Kemunculan kembali unggahan dari akun anonim dan akun yang diduga palsu di media sosial kembali memicu perhatian publik di Sulawesi Utara. Kali ini, unggahan tersebut memuat berbagai tuduhan terhadap seorang anggota DPRD Sulut Braien Waworuntu (BW terkait dugaan pengendalian proyek hingga isu jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. BW mengaku […]

expand_less