Prabowo Paparkan 21 Bulan Kerja: Dari Swasembada Pangan hingga Penutupan 1.000 Tambang Ilegal
- account_circle (**/VAN)
- calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
- visibility 141
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, PRONEWS5.COM — Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan sejumlah capaian pemerintah selama 21 bulan masa kerja dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pemerintah tidak semata-mata terletak pada angka pembangunan, tetapi pada sejauh mana hasil kerja negara dapat dirasakan langsung oleh rakyat. Ia menyebut berbagai program yang mencakup sektor pangan, kesehatan, pendidikan, ekonomi, infrastruktur hingga pemberantasan aktivitas pertambangan ilegal.
Salah satu capaian yang ditekankan Presiden adalah keberhasilan pemerintah mencapai swasembada untuk delapan komoditas pangan. Di tingkat desa dan kelurahan, sebanyak 10.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih disebut telah beroperasi sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah.
Di bidang kesehatan, pemerintah mencatat sebanyak 108 juta warga telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis. Sementara pada sektor pendidikan, 182 Sekolah Rakyat telah dibuka dan sekitar 43.000 anak jalanan disebut telah kembali mengenyam pendidikan.
Pemerintah juga menjalankan program penguatan tenaga kerja melalui Magang Nasional yang telah diikuti 250.000 orang. Pada saat yang sama, sebanyak 30.000 sekolah telah direnovasi untuk memperbaiki kualitas sarana pendidikan.
Pembangunan fisik turut menjadi bagian dari capaian yang disampaikan Presiden. Sebanyak 84.000 rumah telah direnovasi melalui bantuan pemerintah, sementara pembangunan di tingkat desa mencakup 2.228 kilometer jalan desa, 3.500 jembatan serta 3.400 titik air bor.
Di sektor kelautan, pemerintah juga menyebut telah membangun 100 Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Prabowo kemudian menyoroti kebijakan yang berkaitan langsung dengan pelaku usaha mikro dan pekerja sektor informal. Bunga pinjaman PNM Mekaar disebut turun dari 25 persen menjadi 8 persen. Sementara potongan yang dikenakan aplikator kepada pengemudi ojek online atau ojol turun dari 20 persen menjadi 8 persen.
Penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan ilegal juga menjadi bagian penting dari laporan capaian pemerintah. Presiden menyebut sebanyak 1.000 tambang timah ilegal telah ditutup. Pada saat yang sama, keuntungan PT Timah disebut meningkat hingga sembilan kali lipat.
Rangkaian capaian tersebut, menurut Prabowo, merupakan bagian dari upaya pemerintah menerjemahkan kemerdekaan ke dalam hasil pembangunan yang konkret. Kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai peristiwa sejarah, tetapi harus hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat melalui kesehatan, pendidikan, pekerjaan, pangan, infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menghadirkan delapan tamu istimewa yang disebut sebagai representasi masyarakat yang merasakan langsung hasil berbagai program pemerintah.
Prabowo menegaskan bahwa capaian selama 21 bulan bukan alasan bagi pemerintah untuk berhenti atau berpuas diri. Sebaliknya, capaian tersebut harus menjadi dorongan untuk mempercepat pekerjaan dan memperluas manfaat pembangunan.
“Ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ini rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi,” kata Prabowo.
Presiden menekankan pembangunan nasional tidak boleh diarahkan hanya untuk memenuhi kepentingan satu periode pemerintahan. Menurutnya, pemerintah harus meletakkan fondasi yang dapat dilanjutkan oleh generasi berikutnya.
“Karena kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekaan adalah apa yang dirasakan rakyat,” ujar Prabowo.
Ia kemudian menegaskan visi pembangunan jangka panjang yang menjadi pesan utama pidatonya.
“Kita tidak bekerja dan membangun untuk satu masa jabatan. Kita membangun untuk satu zaman. Kita membangun untuk satu abad Indonesia,” tegasnya.
Pidato tersebut sekaligus menempatkan capaian pemerintah dalam kerangka yang lebih besar: pembangunan nasional harus menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat, sekaligus membangun fondasi bagi Indonesia dalam jangka panjang.
- Penulis: (**/VAN)



Saat ini belum ada komentar