Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » PETI Rotan Hill Kebal Hukum, Tujuh Excavator Diduga Dikomandoi Elo Korua Menggerogoti Mitra

PETI Rotan Hill Kebal Hukum, Tujuh Excavator Diduga Dikomandoi Elo Korua Menggerogoti Mitra

  • account_circle rafael
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 518
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MITRA, PRONews5.com — Di tengah gencarnya slogan penertiban tambang ilegal, aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Rotan Hill, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara, justru berjalan tanpa hambatan berarti. Operasi berskala besar ini diduga melibatkan tujuh unit excavator dan disebut-sebut berada di bawah kendali seorang pemain lama berinisial Elo Korua.

Pantauan dan informasi yang dihimpun PRONews5.com mengungkap, aktivitas tambang ilegal tersebut berlangsung terbuka, siang dan malam, seolah berada di zona bebas hukum. Alat berat bebas keluar-masuk area tambang, meski sebelumnya lokasi ini sempat dipasangi garis polisi (police line) yang kini tak lagi terlihat.

PETI Rotan Hill tidak lagi dapat dikategorikan sebagai tambang rakyat. Aktivitas di lapangan menunjukkan pola kerja yang terorganisir dan berbiaya tinggi.
Metode rendam dua mingguan dengan tiga bak besar menjadi sistem utama pengolahan material emas. Pola ini lazim digunakan dalam pertambangan ilegal skala besar, bukan aktivitas tradisional berbasis peralatan manual.

Penggunaan tujuh excavator sekaligus menguatkan dugaan bahwa tambang ini dikelola secara sistematis, melibatkan jaringan kuat, dan berjalan dalam waktu yang tidak singkat.

“Mesin tidak pernah berhenti. Dulu sempat ada garis polisi di sekitar Kebun Raya, tapi sekarang hilang. Excavator tetap bekerja seperti tidak ada masalah,” ungkap seorang warga, Jumat (23/1/2026), yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Ironisnya, lokasi PETI ini tidak berada di wilayah terpencil ekstrem.

Akses menuju Rotan Hill relatif mudah, dan suara alat berat terdengar jelas hingga ke pemukiman warga sekitar.

Fakta di lapangan memunculkan pertanyaan serius soal pengawasan dan penegakan hukum. Operasi sebesar ini nyaris mustahil tidak terdeteksi aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah.

Namun hingga kini, tidak ada tanda-tanda penindakan nyata: tidak ada penyegelan, tidak ada penghentian aktivitas, dan tidak terdengar kabar penangkapan pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Kondisi tersebut memicu kecurigaan publik akan adanya pembiaran sistematis, bahkan dugaan perlindungan oleh oknum tertentu.

Apalagi, tambang ini disebut-sebut beroperasi di kawasan hutan lindung—wilayah yang secara hukum dilarang keras untuk aktivitas pertambangan.

Jika dugaan tersebut terbukti, maka para pelaku berpotensi dijerat pelanggaran berlapis, mulai dari Undang-Undang Pertambangan hingga kejahatan lingkungan hidup.

Ancaman Hukum Tumpul di Lapangan
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara secara tegas menyatakan bahwa pertambangan tanpa izin merupakan tindak pidana, dengan ancaman hukuman penjara hingga lima tahun dan denda maksimal Rp100 miliar.

Namun di Rotan Hill, ancaman itu seolah kehilangan daya gertaknya.
Dampak lingkungan mulai dirasakan warga. Hutan di sekitar lokasi tambang dilaporkan rusak, aliran sungai berubah keruh, dan potensi bencana seperti longsor serta banjir lumpur semakin mengancam, terutama saat musim hujan.

“Kami serba takut. Takut bicara, tapi juga takut alam kami rusak total. Sungai sudah berubah, dan suara alat berat siang malam bikin hidup tidak tenang,” tutur warga lain dengan nada cemas.

Kasus PETI Rotan Hill kini menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum di Sulawesi Utara. Publik mendesak Polri, Gakkum KLHK, pemerintah daerah, serta instansi teknis terkait untuk segera turun tangan secara konkret, bukan sekadar retorika.

Tuntutan masyarakat jelas: hentikan aktivitas PETI, sita alat berat, tangkap aktor utama, bongkar dugaan jaringan backing, dan lakukan pemulihan lingkungan.
Lebih dari sekadar tambang ilegal, PETI Rotan Hill adalah cermin rapuhnya supremasi hukum. Jika praktik ini terus dibiarkan, pesan yang tersampaikan ke publik hanya satu: hukum kalah oleh modal dan jaringan kekuasaan. (RED)

Sebagai media independen, PRONews5.com berkomitmen menyajikan berita akurat dari lapangan. Jika di kemudian hari ditemukan kekeliruan penulisan atau data, redaksi akan melakukan revisi dan klarifikasi sesuai kaidah jurnalisme yang bertanggung jawab.

  • Penulis: rafael

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim URC Polres Kotamobagu Gagalkan Tawuran Pelajar di Tumubui

    Tim URC Polres Kotamobagu Gagalkan Tawuran Pelajar di Tumubui

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle (**/NOX)
    • visibility 221
    • 0Komentar

    KOTAMOBAGU, PRONEWS5.COM — Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kotamobagu bergerak cepat menggagalkan dugaan aksi tawuran antar pelajar di lingkungan SMK Kristen Kotamobagu, Kelurahan Tumubui, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu, Kamis (20/8/2026). Gerak cepat personel kepolisian dilakukan setelah menerima laporan dari seorang guru yang menginformasikan adanya potensi tawuran di lingkungan sekolah. […]

  • Juara Euro 2024! Sempat Tumbangkan Jerman, Prancis dan Inggris, Spanyol Kini Incar Gelar Piala Dunia 2026

    Juara Euro 2024! Sempat Tumbangkan Jerman, Prancis dan Inggris, Spanyol Kini Incar Gelar Piala Dunia 2026

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 200
    • 0Komentar

    PRONEWS5.COM – Status juara Euro 2024 semakin membuktikan kualitas Timnas Spanyol sebagai kekuatan baru sepak bola dunia. Setelah sukses menaklukkan Prancis dan Inggris dalam perjalanan meraih mahkota Eropa dua tahun lalu, kini La Furia Roja kembali membuka peluang mencetak sejarah dengan melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 usai menundukkan Belgia 2-1 di SoFi Stadium, Sabtu […]

  • Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Tuai Kritik, Pemerintah Pusat Ingatkan Risiko Main Hakim Sendiri

    Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Tuai Kritik, Pemerintah Pusat Ingatkan Risiko Main Hakim Sendiri

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle (**/NOX)
    • visibility 144
    • 0Komentar

    JAWA BARAT, PRONEWS5.COM – Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menawarkan hadiah Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga yang berhasil menangkap pelaku begal dan kejahatan jalanan memicu perdebatan di tingkat nasional. Di satu sisi, kebijakan tersebut diklaim sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan. Namun di sisi lain, sejumlah pejabat tinggi negara […]

  • Wakapolda Sulut Salurkan 500 Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

    Wakapolda Sulut Salurkan 500 Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 77
    • 0Komentar

    MANGGARAI TIMUR, PRONEWS5.COM – Kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam kembali diwujudkan melalui aksi kemanusiaan. Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Awi Setiyono menyalurkan bantuan bagi warga terdampak gempa Flores di Desa Kakor dan Desa Bea Kakor, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Bantuan tersebut tidak hanya menyasar kebutuhan pangan, tetapi juga kebutuhan […]

  • Prof Masengi Apresiasi Nelayan yang Serahkan Coelacanth Langka untuk Penelitian

    Prof Masengi Apresiasi Nelayan yang Serahkan Coelacanth Langka untuk Penelitian

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 1.800
    • 0Komentar

    MANADO, PRONews5.com – Kemunculan kembali ikan purba Coelacanth (Latimeria menadoensis) di perairan Sulawesi Utara kembali mengguncang dunia konservasi dan sains. Satwa laut yang dijuluki “fosil hidup” itu ditemukan dalam kondisi mati oleh seorang nelayan di perairan Pulau Siladen, kawasan Taman Nasional Bunaken, Kota Manado, Jumat (26/6/2026). Penemuan ini menjadi catatan ilmiah penting karena hanya beberapa […]

  • Presiden Lee Jae Myung : Indonesia Satu-satunya Mitra Tingkat Tertinggi Korea

    Presiden Lee Jae Myung : Indonesia Satu-satunya Mitra Tingkat Tertinggi Korea

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle IND
    • visibility 505
    • 0Komentar

    KOREA –  Hubungan antara Indonesia dengan Republik Korea memiliki makna khusus satu sama lain serta saling melengkapi dalam berbagai bidang. Karenaya, Presiden Republik Korea Lee Jae Myung mendorong peningkatan hubungan bilateral kedua negara menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus. Hal tersebut disampaikan dalam pengantarnya saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo yang berlangsung di Istana Kepresidenan […]

expand_less