Geger Dugaan Kebocoran Ribuan Data Warga Tomohon: Diunggah di Scribd, Dukcapil Buka Suara
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
- visibility 78
- comment 0 komentar
- print Cetak

(Gambar: dok.ilustrasi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TOMOHON, PRONEWS5.COM — Publik Kota Tomohon diguncang isu kebocoran ribuan data kependudukan. Isu ini mendadak mencuat setelah dokumen yang memuat informasi sensitif, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) hingga nomor Kartu Keluarga (KK), ditemukan beredar bebas di platform berbagi dokumen digital, Scribd.
Menanggapi kehebohan tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Tomohon bergerak cepat melakukan penelusuran guna mengurai fakta di balik dokumen yang meresahkan warga tersebut.
Meski narasi yang berkembang di media sosial dan portal berita CaritaSulut.com mengaitkan kebocoran ini dengan seluruh wilayah Kecamatan Tomohon Barat, Dukcapil memberikan klarifikasi berbeda.
Berdasarkan pemeriksaan awal terhadap dokumen bertajuk “Periksa Woloan Dua Per Tanggal 2016-07-18”, data yang ditampilkan rupanya hanya mencakup Kelurahan Woloan Dua, bukan seluruh delapan kelurahan di kecamatan tersebut.
Guna memastikan asal-usul dokumen, tim Dukcapil menggelar pertemuan verifikasi mendadak di Aula Kantor Kelurahan Woloan Dua bersama Camat Tomohon Barat, lurah, hingga seluruh perangkat kelurahan.
Namun, penelusuran di tingkat bawah ini belum membuahkan hasil.
Seluruh jajaran pemerintah wilayah yang hadir kompak menyatakan tidak mengetahui keberadaan dokumen tersebut dan membantah pernah memproses, menghasilkan, ataupun menyebarkan data kependudukan yang dipersoalkan.
Penelusuran digital lebih lanjut justru mengungkap fakta menarik lainnya.
Dokumen sensitif ini ternyata bukan barang baru, melainkan telah dua kali diunggah ke platform Scribd, yakni pada 18 Juli 2016 dan diunggah kembali pada 15 Februari 2020.
Kedua unggahan itu terhubung dengan akun atas nama Rian Zainuddin Jalaluddin Alimuddin. Uniknya, saat Dukcapil menyisir nama tersebut melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), identitas tersebut sama sekali tidak terdaftar.
Hal ini memunculkan dugaan kuat bahwa pengunggah menggunakan identitas fiktif untuk menyamarkan jejaknya.
Sebagai langkah darurat untuk membatasi penyebaran, Dukcapil Tomohon melayangkan laporan resmi ke tim dukungan pelanggan Scribd.
Respons cepat diberikan pengelola platform dengan menghapus dokumen tersebut hanya beberapa jam setelah dilaporkan.
Kendati tindakan ini berhasil memblokir akses utama, pihak Dukcapil menyadari bahwa penghapusan di satu platform belum menjamin salinan dokumen benar-benar hilang dari internet, sehingga pemantauan ekstra tetap diperlukan untuk mencegah potensi penipuan atau pemalsuan identitas yang merugikan warga.
Dalam penjelasan resminya, Plt. Kepala Dinas Dukcapil Kota Tomohon Royke A. Roeroe bersama tim menegaskan belum menemukan indikasi keterlibatan pegawai internal.
Kendati demikian, instansi tersebut menilai tindakan pengunggahan ini berpotensi melanggar Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi serta UU ITE, dan tidak menutup kemungkinan untuk menempuh jalur hukum.
Kasus ini menyisakan sejumlah pertanyaan yang perlu dijawab melalui verifikasi independen: dari mana dokumen berasal, apakah data di dalamnya autentik, bagaimana informasi tersebut dapat diakses dan diunggah, serta siapa pihak yang bertanggung jawab atas penyebarannya.
Jawaban atas pertanyaan tersebut penting agar penanganan dugaan kebocoran data tidak berhenti pada penghapusan unggahan, tetapi juga memberikan kepastian mengenai keamanan data warga dan pertanggungjawaban pihak yang terbukti melanggar hukum.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar