KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Laut Madura, 4 Penumpang Tewas, Pencarian Korban Masih Berlangsung
- account_circle (**/NOX)
- calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
- visibility 165
- comment 0 komentar
- print Cetak

Proses evakuasi penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 saat kebakaran terjadi di perairan utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMENEP, PRONEWS5.COM – Musibah kebakaran menimpa Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya–Makassar di perairan utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).
Hingga Minggu sore, tim SAR gabungan memastikan empat penumpang meninggal dunia, sementara ratusan lainnya berhasil dievakuasi. Operasi pencarian masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang dalam manifes telah ditemukan.
Data sementara Kantor SAR Surabaya menyebutkan kapal milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) tersebut mengangkut 271 orang, terdiri atas penumpang dan anak buah kapal (ABK).
Dari jumlah tersebut, 218 orang berhasil diselamatkan, sedangkan empat orang ditemukan meninggal dunia berdasarkan pembaruan data hingga pukul 15.15 WIB.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit PH, mengatakan proses pendataan masih berlangsung karena operasi pencarian dan evakuasi belum dihentikan.
“Dari hasil pendataan sementara, sebanyak 218 penumpang berhasil diselamatkan, sedangkan empat orang ditemukan meninggal dunia,” ujar Nanang.
Kebakaran diduga mulai terjadi sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB saat kapal berada di perairan utara Pulau Sapudi.
Namun laporan resmi baru diterima Kantor SAR Surabaya dari Petugas Siaga Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB. Tidak lama berselang, PT Atosim Lampung Pelayaran membenarkan insiden tersebut.
Sebelum komunikasi dengan darat terputus, nakhoda sempat melaporkan bahwa api telah membesar dan sulit dikendalikan.
Hasil koordinasi SAR dengan kapal Meratus Project 3 pada pukul 09.45 WIB menunjukkan posisi KMP Mutiara Sentosa 2 telah bergeser sekitar 19 mil laut di utara Pulau Sapudi dengan kondisi hampir seluruh badan kapal dilalap api. Para penumpang saat itu berkumpul di anjungan dan haluan kapal sambil menunggu bantuan.
Situasi semakin mencekam ketika sekitar pukul 10.20 WIB sejumlah penumpang memutuskan melompat ke laut untuk menyelamatkan diri dari kobaran api.
Beruntung, kapal TB Hasnur 26 bersama British Mentor yang berada tidak jauh dari lokasi segera melakukan penyelamatan terhadap para korban yang terapung di laut.
Meratus Project 3 menjadi kapal pertama yang menemukan lokasi kebakaran, namun tidak dapat merapat karena membawa muatan yang berisiko memicu kebakaran lebih besar.
Proses evakuasi kemudian diambil alih oleh TB Hasnur 26 bersama sejumlah kapal lain yang berada di sekitar lokasi.
Dalam operasi penyelamatan tersebut, Meratus Pematang Siantar berhasil mengevakuasi 111 orang yang terdiri atas 109 penumpang selamat dan dua korban meninggal dunia.
TB Hasnur 26 membawa 66 orang, dengan rincian 65 selamat dan satu korban meninggal.
Sementara Meratus Project 3 mengevakuasi 14 orang, terdiri atas 13 penumpang selamat dan satu korban meninggal dunia.
Kapal Transco Arafura menyelamatkan 17 penumpang, sedangkan KM Prakarsa Mas dan SC Aila XVII masing-masing mengevakuasi tujuh penumpang dalam keadaan selamat.
Untuk mempercepat proses pencarian, Basarnas mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR 249 Permadi dari Surabaya serta satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Pos SAR Sumenep.
Sejumlah unsur TNI AL, KSOP, Syahbandar, dan kapal-kapal niaga yang melintas juga ikut membantu proses penyelamatan.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 masih dalam penyelidikan.
Otoritas pelayaran bersama tim SAR masih melakukan pencarian sekaligus mencocokkan data manifes guna memastikan tidak ada penumpang yang belum ditemukan.
Investigasi juga akan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti munculnya api serta mengevaluasi penerapan standar keselamatan pelayaran dalam insiden tersebut.
- Penulis: (**/NOX)



Saat ini belum ada komentar