Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Ketua LBH GEKIRA: Prabowo Memimpin dengan Semangat Pengabdian untuk Kesejahteraan Rakyat

Ketua LBH GEKIRA: Prabowo Memimpin dengan Semangat Pengabdian untuk Kesejahteraan Rakyat

  • account_circle Red Pronews
  • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
  • visibility 269
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, PRONews5.com – Di tengah dunia yang terus bergejolak akibat ketidakpastian ekonomi global, konflik geopolitik, hingga ancaman krisis pangan dan energi, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dinilai sedang membangun satu narasi kepemimpinan yang berbeda: kekuasaan bukan untuk dinikmati, melainkan untuk diabdikan.

Pandangan itu disampaikan Ketua Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Kristiani Indonesia Raya (LBH GEKIRA), Dr. Santrawan T. Paparang, S.H., M.H., M.Kn., dalam momentum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) GEKIRA, Sabtu (13/6).

Menurut Santrawan, arah pemerintahan Prabowo tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian politik jangka pendek atau penguatan citra kekuasaan.

Di balik berbagai program strategis yang dijalankan, terdapat satu benang merah yang menjadi fondasi utama: memastikan negara hadir secara nyata dalam kehidupan rakyat.

“Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berpijak pada satu tujuan yang sangat mendasar, yakni memastikan negara hadir untuk melindungi, melayani, dan mensejahterakan rakyat.

Bagi beliau, kekuasaan bukanlah privilese, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” kata Santrawan.

Pernyataan tersebut menjadi menarik karena lahir di tengah perdebatan publik mengenai arah pembangunan nasional, efektivitas kebijakan ekonomi, dan tantangan besar yang sedang dihadapi Indonesia sebagai negara berkembang dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa.

Bagi Santrawan, Prabowo memandang jabatan presiden bukan sebagai puncak kemenangan politik, melainkan sebagai instrumen untuk mewujudkan cita-cita besar yang tertuang dalam konstitusi dan amanat para pendiri bangsa.

Di tengah tekanan global yang semakin kompleks, lanjutnya, pemerintah memilih memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui penguatan kedaulatan pangan, pembangunan sumber daya manusia, hilirisasi industri, serta pemerataan pembangunan hingga ke wilayah-wilayah yang selama ini berada di pinggiran arus pertumbuhan nasional.

Langkah tersebut, menurutnya, mencerminkan keyakinan bahwa kekuatan sebuah negara tidak hanya diukur dari pertumbuhan angka-angka ekonomi, tetapi dari kemampuan negara menghadirkan kesejahteraan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Presiden Prabowo berulang kali menegaskan bahwa negara harus berdiri tegak membela kepentingan rakyat.

Pembangunan tidak boleh hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi harus menghadirkan keadilan dan kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat. Inilah esensi dari keberpihakan yang diperjuangkan beliau,” tegasnya.

Santrawan menilai, keberpihakan kepada rakyat kecil menjadi salah satu karakter utama kepemimpinan Prabowo.

Dalam perspektif tersebut, negara tidak boleh menjadi alat kepentingan kelompok tertentu, apalagi tunduk pada tekanan eksternal yang berpotensi menggerus kedaulatan bangsa.

Baginya, Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang tidak sekadar mampu mengelola pemerintahan, tetapi juga memiliki keberanian mengambil keputusan strategis demi menjaga kepentingan nasional di tengah kompetisi global yang semakin keras.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk melihat pembangunan nasional sebagai agenda bersama yang melampaui sekat politik, agama, maupun kelompok kepentingan.

Menurut Santrawan, cita-cita besar Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan hanya dapat diwujudkan apabila seluruh komponen bangsa bergerak dalam semangat yang sama.

“Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto adalah kepemimpinan yang berangkat dari semangat pengabdian.

Beliau ingin meninggalkan warisan berupa Indonesia yang kuat, mandiri, dan rakyatnya hidup lebih sejahtera.

Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah pemerintahan bukanlah seberapa besar kekuasaannya, tetapi seberapa besar manfaat yang dirasakan rakyat,” pungkasnya.

Dalam perjalanan bangsa-bangsa besar, sejarah selalu mencatat satu pertanyaan penting: untuk siapa kekuasaan digunakan?

Ada pemimpin yang dikenang karena kejayaannya membangun istana kekuasaan. Namun ada pula yang dikenang karena keberhasilannya membangun kehidupan rakyatnya.

Di era yang penuh tantangan ini, publik akan menjadi hakim paling objektif terhadap setiap kebijakan yang lahir.

Sebab pada akhirnya, sebagaimana disampaikan Santrawan, legitimasi sejati sebuah pemerintahan bukan terletak pada kuatnya kekuasaan yang dimiliki, melainkan pada sejauh mana rakyat merasakan kehadiran negara dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Jika kesejahteraan meningkat, lapangan kerja terbuka, harga kebutuhan pokok terkendali, pendidikan semakin mudah diakses, dan pembangunan menjangkau hingga pelosok negeri, maka sejarah akan mencatat kepemimpinan bukan sekadar sebagai periode kekuasaan, tetapi sebagai masa pengabdian bagi rakyat.

[**/ARP]

  • Penulis: Red Pronews

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Imlek Bawa Hoki, Terry Wagiu Melenggang Mulus Jadi Ketua PWI Tomohon

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 367
    • 0Komentar

    TOMOHON, PRONews5.com — Imlek 2026 yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, menjadi momentum keberuntungan bagi Terry Alfrits Wagiu. Wartawan Liputankawanua.com itu kembali terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tomohon periode 2026–2029 secara aklamasi dalam Konferensi ke-IV PWI Tomohon. Terry, yang akrab disapa TAW, memperoleh mandat penuh dari anggota setelah tidak adanya calon […]

  • Aceh Bangkit, Masyarakat Dukung Pemulihan Infrastruktur dan NKRI

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Oleh :  Nadia Khalifa )* Kehadiran negara di tengah masyarakat Aceh kembali menemukan relevansinya pada momentum pemulihan pascabencana yang masih berlangsung. Pemerintah menunjukkan keseriusan untuk tidak sekadar hadir secara simbolik, melainkan memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan berkelanjutan, menyentuh kebutuhan riil warga, serta menjaga stabilitas sosial dan politik di daerah. Dalam konteks ini, dukungan masyarakat Aceh […]

  • Operasi Pasar Perkuat Stabilitas Harga di Bulan Suci Ramadan

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah menegaskan ketersediaan pangan nasional berada dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Neraca pangan hingga April 2026 menunjukkan sembilan komoditas strategis dalam posisi surplus produksi, yakni beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Amran […]

  • Kawanua di Panggung Nasional, Putra Sulut Bersinergi Kawal RUU Hukum Perdata Internasional

    Kawanua di Panggung Nasional, Putra Sulut Bersinergi Kawal RUU Hukum Perdata Internasional

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 240
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONews5.com – Semangat kebanggaan Sulawesi Utara mewarnai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Hukum Perdata Internasional yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/6/2026). Selain membahas substansi regulasi yang akan menjadi landasan hukum hubungan keperdataan lintas negara, forum tersebut juga mempertemukan sejumlah tokoh asal Sulawesi Utara (Kawanua) yang kini […]

  • Laporan Dugaan Politik Uang Pilhut Mokupa Belum Tuntas, Warga Desak Pemkab Minahasa Diskualifikasi Calon Jika Terbukti

    Laporan Dugaan Politik Uang Pilhut Mokupa Belum Tuntas, Warga Desak Pemkab Minahasa Diskualifikasi Calon Jika Terbukti

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 455
    • 0Komentar

    MINAHASA, PRONEWS5.COM – Desakan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa segera menuntaskan laporan dugaan pelanggaran Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Desa Mokupa, Kecamatan Tombariri, terus menguat. Warga meminta pemerintah tidak membiarkan laporan yang telah masuk sejak 18 Juni 2026 berlarut-larut, terutama karena dugaan yang dilaporkan berkaitan dengan praktik politik uang yang dinilai dapat mencederai demokrasi di tingkat […]

  • Perkuat Daya Saing Industri Nasional, Danantara Dorong Proyek Hilirisasi

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) terus memperkuat perannya dalam mendorong percepatan proyek hilirisasi di berbagai sektor strategis guna meningkatkan daya saing industri nasional. Melalui pendekatan investasi jangka panjang dan kolaborasi lintas sektor, BPI Danantara berkomitmen mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam Indonesia agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian. […]

expand_less