Sebelum Dicopot, Kepala BGN Dadan Hindayana Wacanakan Program MBG hingga Arab Saudi
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
- visibility 270
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dadan Hindayana (Foto:Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, PRONews5.com – Sebelum diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana sempat menggagas perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke luar negeri. Salah satu negara yang masuk dalam rencana pengembangan program tersebut adalah Arab Saudi, dengan sasaran siswa Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ).
Wacana itu mencuat setelah kunjungan dan dialog yang dilakukan dengan para pelajar Indonesia di Jeddah. Dalam pertemuan tersebut, para siswa menyampaikan harapan agar mereka juga dapat merasakan manfaat Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini telah dijalankan pemerintah di berbagai daerah di Indonesia.
Jika terealisasi, Sekolah Indonesia Jeddah berpotensi menjadi sekolah pertama di luar negeri yang menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Langkah itu dinilai sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia, termasuk yang tinggal dan menempuh pendidikan di luar negeri.
Sekolah Indonesia Jeddah diketahui menjadi tempat belajar ribuan pelajar warga negara Indonesia yang menetap di Arab Saudi. Mayoritas siswa merupakan anak-anak pekerja migran Indonesia yang bekerja di berbagai sektor di negara tersebut.
Dalam berbagai kesempatan, Dadan Hindayana menegaskan bahwa pemenuhan gizi anak merupakan investasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, kebutuhan gizi anak bangsa dinilai perlu menjadi perhatian, tanpa dibatasi oleh wilayah geografis.
Meski demikian, rencana pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di luar negeri masih berada pada tahap pembahasan dan kajian.
Pemerintah perlu mempertimbangkan berbagai aspek teknis, mulai dari sistem penyediaan makanan, standar kualitas gizi, mekanisme pengawasan, hingga regulasi yang berlaku di negara tujuan.
Pelaksanaan program di luar negeri juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti persoalan logistik, biaya operasional, ketersediaan mitra penyedia makanan, serta koordinasi dengan otoritas setempat.
Seluruh aspek tersebut harus dipastikan berjalan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.
Wacana ekspansi Program Makan Bergizi Gratis ke Arab Saudi mendapat beragam tanggapan. Sebagian pihak menyambut positif karena dianggap sebagai bukti kehadiran negara bagi anak-anak Indonesia di luar negeri.
Namun, ada pula yang mengingatkan agar pemerintah tetap memprioritaskan pemerataan program bagi jutaan penerima manfaat di dalam negeri.
Sebelum rencana tersebut dapat direalisasikan, Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (2/6/2026) melakukan perombakan pimpinan Badan Gizi Nasional dengan mencopot Dadan Hindayana bersama dua wakil kepala BGN setelah hasil evaluasi kinerja selama 1,5 tahun. Posisi Kepala BGN kemudian dipercayakan kepada Nanik S. Deyang.
Meski kepemimpinan di tubuh BGN telah berganti, wacana perluasan Program Makan Bergizi Gratis ke luar negeri diperkirakan tetap menjadi salah satu agenda yang akan dikaji pemerintah ke depan, khususnya dalam upaya menjangkau anak-anak Indonesia di berbagai negara.
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar