SMSI Sulut Apresiasi Gubernur Yulius Selvanus yang Taat Instruksi Pusat
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
- visibility 246
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua SMSI Sulut, Drs Voucke Lontaan (Foto:Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO|PRONews5.com — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Utara memberikan apresiasi terhadap langkah Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus yang tetap berada di Manado untuk siaga pengendalian wilayah, mengikuti instruksi pemerintah pusat dalam pengamanan kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, pada 9 Mei 2026.
Keputusan tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas komando pemerintahan dan keamanan wilayah perbatasan utara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), di tengah agenda kenegaraan yang berlangsung di kawasan terluar.
Sebelumnya, seluruh persiapan keberangkatan Gubernur Sulut bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ke Miangas telah rampung. Bahkan, tercatat 23 personel telah masuk dalam manifest penerbangan menggunakan pesawat Cessna milik TNI Angkatan Udara dengan jadwal lepas landas pukul 06.00 WITA.
Seluruh skema pengamanan VVIP, koordinasi lapangan, hingga protokol kunjungan Presiden disebut telah siap dijalankan di wilayah perbatasan.
Namun, pada Jumat malam (8 Mei 2026), Sekretaris Kabinet RI mengeluarkan instruksi agar Gubernur dan Forkopimda tetap siaga di Manado. Arahan tersebut bertujuan memastikan kendali keamanan wilayah Sulawesi Utara tetap berada dalam satu komando terpusat selama Presiden berada di Miangas.
Ketua SMSI Sulut, Drs Voucke Lontaan, menegaskan bahwa keputusan Gubernur Sulut merupakan bentuk kepatuhan terhadap sistem komando nasional yang berlaku dalam pengamanan negara.
“Ini baru pemimpin yang memahami disiplin komando dan kepentingan negara,” tegas Lontaan.
Menurutnya, dalam konteks kunjungan Presiden di wilayah perbatasan, peran kepala daerah tidak hanya diukur dari kehadiran fisik di lokasi acara, tetapi juga dari kemampuan menjaga stabilitas wilayah dari pusat kendali provinsi.
“Keputusan untuk tetap siaga di Manado adalah langkah strategis, bukan sekadar administratif. Ini bagian dari penguatan sistem keamanan nasional,” ujarnya.
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Miangas merupakan agenda strategis negara yang menegaskan kembali pentingnya wilayah terluar Indonesia di garis depan perbatasan utara.
Wilayah Miangas yang berada di ujung utara NKRI memiliki nilai geopolitik penting, sehingga setiap agenda kenegaraan di kawasan tersebut membutuhkan pengamanan berlapis dan koordinasi lintas sektor yang ketat.
Dalam situasi seperti ini, koordinasi antara pemerintah pusat, TNI-Polri, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
SMSI Sulut juga menilai Gubernur Yulius Selvanus yang merupakan purnawirawan TNI memahami betul prinsip rantai komando dalam sistem pemerintahan dan keamanan.
Keputusan tetap berada di Manado dipandang sebagai bentuk profesionalitas dalam menjalankan fungsi pengendalian wilayah, terutama pada saat Presiden melakukan kunjungan kerja di daerah perbatasan.
Langkah tersebut juga dianggap mencerminkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam mengantisipasi dinamika keamanan yang bersifat strategis dan nasional.
Dengan tetap siaganya Gubernur Sulut bersama Forkopimda di Manado, stabilitas keamanan daerah dinilai tetap terjaga selama pelaksanaan kunjungan Presiden RI di Miangas.
SMSI Sulut menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan fondasi penting dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki nilai strategis tinggi.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar