Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Sianida Ilegal dari Filipina Mengendap di Bea Cukai Sulut: Dua Bulan Tanpa Tersangka, Barang Bukti Terancam

Sianida Ilegal dari Filipina Mengendap di Bea Cukai Sulut: Dua Bulan Tanpa Tersangka, Barang Bukti Terancam

  • account_circle (**/ARP)
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • visibility 336
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MANADO|PRONews5.com — Kasus dugaan penyelundupan bahan berbahaya jenis sianida asal Filipina yang diamankan di Pelabuhan ASDP Kota Bitung pada 4–5 Maret 2026 hingga kini belum menunjukkan perkembangan hukum yang jelas.

Hampir dua bulan berlalu, belum ada satu pun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, sementara muncul rencana pemusnahan barang bukti oleh Bea Cukai Sulawesi Utara.

Penindakan awal dilakukan oleh tim gabungan TNI AL Koarmada VIII bersama Bea Cukai Sulut. Namun, sejak pengungkapan tersebut, proses hukum terkesan berjalan di tempat tanpa kepastian mengenai siapa pihak yang bertanggung jawab atas masuknya bahan kimia berbahaya itu ke wilayah Indonesia.

Ketua Umum DPP Organisasi Kristen Laskar Benteng Indonesia, Berty Lumempouw, menilai rencana pemusnahan barang bukti sebelum adanya kejelasan hukum sebagai langkah yang berisiko terhadap proses penegakan hukum.

Dalam keterangannya di Manado, Sabtu (2/5/2026), ia menegaskan bahwa barang bukti merupakan unsur krusial dalam pembuktian perkara pidana.

“Jika barang bukti dimusnahkan sebelum perkara tuntas, maka potensi hilangnya jejak pelaku sangat besar. Ini bisa menghambat bahkan menggagalkan proses hukum,” ujar Lumempouw.

Pandangan serupa disampaikan pengamat hukum Sulawesi Utara, Supriyadi Pangellu. Ia menyoroti aspek kewenangan penyidikan yang semestinya berada di tangan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam perkara pidana umum.

“Menjadi pertanyaan ketika penanganan kasus ini tidak terlihat melibatkan Polda Sulawesi Utara secara maksimal. Secara normatif, Polri adalah penyidik utama,” katanya.

Menurut Pangellu, jika benar pemusnahan barang bukti dilakukan tanpa penetapan tersangka, maka hal itu berpotensi mengarah pada penyalahgunaan kewenangan hingga dugaan penghilangan barang bukti, yang bisa masuk kategori perbuatan melawan hukum.

Sejumlah kejanggalan pun mulai mengemuka. Lumempouw menilai mustahil keberadaan sianida ilegal tanpa aktor di belakangnya. Ia menduga ada indikasi kuat upaya menutup jejak pelaku utama.

“Tidak mungkin ada barang ilegal tanpa pemilik. Ketika barang bukti hendak dimusnahkan tanpa kejelasan hukum, maka patut diduga ada sesuatu yang tidak beres,” tegasnya.

Sebagai langkah lanjut, pihaknya mendesak Bea Cukai Sulawesi Utara untuk menunda pemusnahan barang bukti dan segera membuka secara transparan perkembangan penyidikan, termasuk menetapkan tersangka.

Tak hanya itu, laporan resmi juga telah dilayangkan ke sejumlah lembaga negara, mulai dari DPR RI untuk permohonan rapat dengar pendapat lintas komisi, Polri, Kejaksaan Agung RI, Kementerian Keuangan RI, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Langkah ini ditempuh guna mendorong pengawasan dan memastikan proses hukum berjalan profesional serta akuntabel.

Kasus ini dinilai memiliki dampak serius karena menyangkut bahan kimia berbahaya yang berpotensi mengancam keselamatan publik jika disalahgunakan.

Hingga berita ini diturunkan, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Bea Cukai Sulawesi Utara terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.

 

 

  • Penulis: (**/ARP)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadapi Ramadhan 2026, Pemerintah Pastikan Pasokan Pangan Cukup dan Harga Terkendali

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 331
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pemerintah memastikan stok pangan nasional aman dan harga tetap stabil sepanjang Ramadhan 2026 melalui penguatan produksi, optimalisasi cadangan, serta intervensi pasar yang terukur. Neraca pangan hingga April 2026 menunjukkan sembilan komoditas strategis berada dalam kondisi surplus sehingga menopang stabilitas pasokan dan harga. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional menegaskan produksi nasional tinggi […]

  • James Sumendap Resmi Berlabuh ke PSI, Peta Politik Sulut Bergetar

    James Sumendap Resmi Berlabuh ke PSI, Peta Politik Sulut Bergetar

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 597
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM – Mantan Bupati Minahasa Tenggara dua periode, James Sumendap, resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kepastian tersebut dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris DPW PSI Sulawesi Utara, Syerly Adelyn Sompotan (SAS), kepada PRONEWS5.COM, Selasa (30/6/2026). “Benar, Pak James Sumendap sudah bergabung dengan PSI,” ujar SAS singkat saat dikonfirmasi. Bergabungnya James Sumendap menjadi perkembangan penting […]

  • TNI dan Militer Negara Sahabat Bangun Sinergi Operasi Gabungan Melalui STAFFEX SGS 2026

    TNI dan Militer Negara Sahabat Bangun Sinergi Operasi Gabungan Melalui STAFFEX SGS 2026

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle (**/BEN)
    • visibility 77
    • 0Komentar

    BANDUNG, PRONEWS5.COM – Latihan Staff Exercise (STAFFEX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 memasuki tahapan pemaparan langkah-langkah masing-masing bidang staf dalam merespons skenario operasi gabungan, di Bandung, Senin (7/9/2026). Pada tahapan ini, personel staf TNI bersama para peserta militer negara memaparkan rencana dan langkah yang akan dilaksanakan sesuai bidang masing-masing. Setiap unsur […]

  • Laporan Dugaan Politik Uang Pilhut Mokupa Belum Tuntas, Warga Desak Pemkab Minahasa Diskualifikasi Calon Jika Terbukti

    Laporan Dugaan Politik Uang Pilhut Mokupa Belum Tuntas, Warga Desak Pemkab Minahasa Diskualifikasi Calon Jika Terbukti

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 456
    • 0Komentar

    MINAHASA, PRONEWS5.COM – Desakan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa segera menuntaskan laporan dugaan pelanggaran Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Desa Mokupa, Kecamatan Tombariri, terus menguat. Warga meminta pemerintah tidak membiarkan laporan yang telah masuk sejak 18 Juni 2026 berlarut-larut, terutama karena dugaan yang dilaporkan berkaitan dengan praktik politik uang yang dinilai dapat mencederai demokrasi di tingkat […]

  • Realisasi Dana Otsus 100 Persen, Pemerintah Fokus Bangun Infrastruktur Papua

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Jakarta — Pemerintah memastikan keberlanjutan pembangunan di Papua melalui realisasi Dana Otsus Tahun 2025 yang mencapai 100 persen serta percepatan penetapan Rencana Anggaran dan Program (RAP) Dana Otsus Tahun 2026 agar pelaksanaan program pembangunan berjalan tepat waktu. Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk menegaskan, Kemendagri secara aktif mengawal realisasi Dana Otsus sekaligus mendorong percepatan penetapan […]

  • Sambut HUT ke-81, TNI Gelar Bhakti Kesehatan Gratis

    Sambut HUT ke-81, TNI Gelar Bhakti Kesehatan Gratis

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle (**/BEN)
    • visibility 123
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM – Dalam rangka menyambut HUT ke-81 TNI Tahun 2026, TNI menggelar aksi sosial Bhakti Kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat di tiga lokasi, yakni Bundaran Hotel Indonesia (HI), Monumen Nasional (Monas), dan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (23/8/2026). Kegiatan ini memberikan layanan pemeriksaan kesehatan secara langsung kepada masyarakat. Pemeriksaan diawali dengan […]

expand_less