Material Proyek Alfa Midi di Kopandakan Satu Serobot Badan Jalan, Warga: Nyawa Pengendara Dipertaruhkan
- account_circle (**/NOX)
- calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
- visibility 680
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tumpukan material pasir dan batu proyek pembangunan Alfa Midi di Desa Kopandakan Satu, Kotamobagu, terlihat menutupi sebagian badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas serta membahayakan pengguna jalan. (Foto: Istimewa/Nox)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KOTAMOBAGU, PRONEWS5.COM — Aktivitas pembangunan gerai Alfa Midi di Desa Kopandakan Satu, Kecamatan Kotamobagu Selatan, memicu keresahan warga. Tumpukan material proyek berupa pasir dan batu dilaporkan menutup sebagian badan jalan, memicu ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan.
Keluhan warga bukan tanpa alasan. Material bangunan yang diletakkan sembarangan itu disebut telah “menggerus” hampir setengah lebar jalan, menyebabkan penyempitan akses dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.
“Kalau siang saja sudah sempit, apalagi malam hari. Tidak ada penanda atau penerangan, ini sangat berbahaya bagi pengendara,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Situasi ini dinilai sebagai bentuk kelalaian sekaligus pelanggaran serius, mengingat badan jalan merupakan fasilitas umum yang tidak boleh digunakan sembarangan, apalagi di kawasan dengan intensitas kendaraan yang tinggi.
Warga pun mendesak Pemerintah Kota Kotamobagu, khususnya Dinas Perhubungan, agar segera turun tangan dan menertibkan aktivitas proyek tersebut sebelum memicu kecelakaan.
“Ini bukan sekadar mengganggu, tapi sudah mengancam keselamatan. Jangan tunggu ada korban baru bertindak,” tegas warga lainnya.
Selain mempersempit akses, keberadaan material di badan jalan juga menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pengguna jalan yang melintas. Warga berharap pihak pengelola proyek segera memindahkan seluruh material ke lokasi yang semestinya.
“Jalan ini milik publik, bukan milik proyek. Harus ada tindakan tegas,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengembang maupun instansi terkait.
- Penulis: (**/NOX)
- Editor: Christo Senduk



Saat ini belum ada komentar