Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Harga Pala Anjlok, Petani Siau Tertekan Sistem Pasar Tidak Seimbang

Harga Pala Anjlok, Petani Siau Tertekan Sistem Pasar Tidak Seimbang

  • account_circle rafael
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • visibility 494
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIAU, PRONews5.com — Petani pala di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, masih menghadapi tekanan harga akibat struktur pasar yang tidak seimbang. Minimnya jumlah pembeli dibandingkan ribuan petani membuat posisi tawar petani lemah, sehingga mereka hanya menjadi penerima harga (price-taker).

Saat ini, harga biji pala di tingkat petani berada di kisaran di bawah Rp70 ribu per kilogram. Angka tersebut dinilai belum mampu menutup biaya operasional, terutama bagi petani yang bergantung pada tenaga kerja harian.

Kapten Victor Tambelangi (75), petani pala di Desa Kanawong, Kecamatan Siau Barat, menjadi salah satu potret kondisi tersebut. Ia mengelola sekitar 200 pohon pala, namun tidak lagi mampu bekerja langsung karena faktor usia. Untuk menjaga produktivitas kebun, Victor mempekerjakan pekerja dengan upah Rp150 ribu per hari.“Kalau harga bisa naik hingga Rp80 ribu per kilogram, itu sudah cukup membantu,” ujarnya.

Meski demikian, Victor tetap optimistis terhadap komoditas pala. Ia menyebut pala Siau memiliki kualitas unggul dan selalu diminati pasar luar daerah. Namun, panjangnya rantai distribusi dinilai menjadi penyebab utama rendahnya harga di tingkat petani.

Menurutnya, sistem pemasaran yang bergantung pada perantara membuat keuntungan lebih banyak dinikmati oleh pelaku usaha di hilir. Ia berharap pemerintah dapat membuka akses distribusi yang lebih pendek, termasuk peluang ekspor langsung dari daerah.Di sisi lain, tantangan regenerasi juga mulai terasa. Minat generasi muda untuk menjadi petani terus menurun karena lebih memilih bekerja di sektor formal atau merantau ke luar daerah.

Kondisi tersebut diperkuat oleh pernyataan Piet Kuera, mantan Wakil Bupati Sitaro yang kini aktif sebagai petani pala. Ia menilai pasar pala di Siau dikuasai segelintir pembeli, sehingga berpotensi menekan harga saat musim panen. “Pada puncak panen Maret dan April, harga bisa turun hingga Rp50 ribu per kilogram karena hanya beberapa pengusaha yang menampung,” katanya.

Selain itu, Piet juga menyoroti potensi praktik kecurangan dalam sistem penimbangan yang digunakan dalam transaksi jual beli. Ia mendorong pemerintah untuk melakukan pengawasan guna melindungi petani dari kerugian.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, mengakui adanya indikasi struktur pasar oligopsoni dalam tata niaga pala. Pemerintah daerah, kata dia, tidak menutup mata terhadap persoalan yang dihadapi petani.“Pembeli lebih sedikit dibandingkan penjual, sehingga petani tidak memiliki banyak pilihan dalam menentukan harga,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah tengah menyusun strategi untuk memutus rantai distribusi yang panjang, di antaranya melalui pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan, kerja sama antar daerah, serta mendorong hadirnya eksportir lokal.Langkah ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan harga jual di tingkat petani.

Selain pembenahan tata niaga, pemerintah juga berkomitmen mendukung pengembangan produk turunan pala oleh pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), seperti minuman fermentasi dan olahan lainnya, dengan tetap memperhatikan regulasi yang berlaku.Di sektor hulu, upaya menjaga keberlanjutan produksi juga terus dilakukan. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian direncanakan akan menjalankan program rehabilitasi tanaman pala seluas sekitar 300 hektare pada tahun 2026 di wilayah Sitaro.

Program tersebut melibatkan puluhan kelompok tani yang telah terdata sebelumnya dan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta kualitas pala di daerah tersebut.Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk memperbaiki posisi tawar petani dalam rantai perdagangan. Intervensi kebijakan diharapkan mampu menciptakan sistem tata niaga yang lebih adil, sehingga komoditas pala tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga memberikan kesejahteraan yang layak bagi para petani.

[**/IND]

  • Penulis: rafael

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekonom Soroti Keberhasilan Program MBG dalam Integrasi Pangan Lokal

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Jakarta – Pakar Ekonomi Universitas Paramadina Wijayanto Samirin mengapresiasi integrasi pangan lokal dengan Program Makan Bergizi Gratis, karena dinilai sebagai strategi penting untuk menjaga keberlanjutan fiskal, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendukung efektivitas program pemerintah secara berkelanjutan. “Integrasi Program Makan Bergizi Gratis dengan potensi pangan lokal, termasuk inisiatif strategis pemerintah seperti Peternakan Ayam Merah Putih […]

  • Aksi Heroik Ditpolairud Polda Sulut Padamkan Kebakaran Kapal di Selat Lembeh

    Aksi Heroik Ditpolairud Polda Sulut Padamkan Kebakaran Kapal di Selat Lembeh

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 354
    • 0Komentar

    BITUNG, PRONEWS5.COM — Aksi cepat dan heroik ditunjukkan personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara saat memadamkan kebakaran yang melanda kapal KM Maranatha 04 di perairan Selat Lembeh, tepatnya di depan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPS) Kota Bitung, Rabu (15/04/2026). Dua anak buah kapal (ABK) berhasil diselamatkan tanpa mengalami luka. Insiden tersebut bermula […]

  • Tahap Eksekusi Hilirisasi, Investasi Triliunan ke Daerah

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 320
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pemerintah mulai mengakselerasi eksekusi proyek hilirisasi nasional pada awal 2026 dengan menggerakkan investasi bernilai triliunan rupiah langsung ke berbagai daerah. Tahap awal pelaksanaan ditandai dengan rencana groundbreaking enam proyek strategis pada awal Februari 2026, sebagai bagian dari total 18 proyek prioritas yang dikelola Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dengan nilai kumulatif mencapai sekitar […]

  • Ditresnarkoba Polda Lampung Ungkap Peredaran Sabu 17,29 Kg di Jalur Penyeberangan Sumatera- Jawa

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 330
    • 0Komentar

    LAMPUNG, PRONews5.com — Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 17,29 kilogram di Exit Tol Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan seorang tersangka berinisial MA (25), warga Lumajang, Jawa Timur. Direktur Resnarkoba Polda Lampung AKBP Dwi Handono Prasanto mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat […]

  • Pendaftaran SMA Taruna Nusantara Langowan Dibuka, Ini Syarat, Jadwal, dan Tahapan Seleksinya

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 6.311
    • 0Komentar

    MINAHASA, PRONews5.com — Antusiasme masyarakat Minahasa dan Sulawesi Utara terhadap kehadiran SMA Taruna Nusantara di Langowan terus meningkat. Menjawab kebutuhan informasi publik, pihak Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) menegaskan bahwa pendaftaran siswa baru telah dibuka secara online sejak September 2025, dengan peserta yang lolos akan masuk Tahun Ajaran 2026/2027. Sekretaris LPTTN, Ir. Priscilia Ester […]

  • Terungkap Detik Terakhir Purbaya Sebelum Dicopot Prabowo

    Terungkap Detik Terakhir Purbaya Sebelum Dicopot Prabowo

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 146
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM – Pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa oleh Presiden Prabowo Subianto berlangsung secara mendadak ketika Purbaya masih menjalankan agenda resmi pemerintahan. Beberapa jam sebelum kursinya dicopot, Purbaya masih menghadiri Rapat Kerja Komite IV DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026). Rapat tersebut bahkan menjadi agenda terakhir Purbaya sebagai Menteri Keuangan. Berdasarkan […]

expand_less