Menurutnya, sumber persoalan BSG bukan pada kemampuan menghasilkan keuntungan, tetapi pada lemahnya fungsi pengawasan yang berpotensi mengganggu stabilitas bank daerah.

Atas situasi tersebut, INAKOR mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk segera melakukan audit tata kelola secara menyeluruh terhadap BSG.

Organisasi itu juga meminta Pemegang Saham Pengendali mengevaluasi kapasitas dan efektivitas unsur komisaris, serta meminta manajemen BSG membuka laporan risiko, tingkat kredit bermasalah, dan strategi bisnis secara transparan.

Menurut INAKOR, RUPS perlu mengambil langkah tegas bila terbukti pengawasan tidak berjalan dan memastikan unsur pengawasan menunjukkan kinerja nyata, bukan sekadar klaim keberhasilan.

Rolly menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa masalah utama BSG bukan pada laba yang diperoleh, melainkan pada pengawasan yang dianggap lemah dan kurang responsif terhadap potensi risiko.

“Bank SulutGo tidak kekurangan laba, yang kurang adalah pengawasan. Ini risiko terbesar bagi stabilitas bank daerah dan kepercayaan publik,” ujarnya. (VAN)

Sebagai media independen, PRONews5.com berkomitmen menyajikan berita akurat dari lapangan. Jika di kemudian hari ditemukan kekeliruan penulisan atau data, redaksi akan melakukan revisi dan klarifikasi sesuai kaidah jurnalisme yang bertanggung jawab.