Sekolah Alkitab Napiri Resmi Dibuka di LPP Manado, Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Binaan
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
- visibility 279
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Haposan Silalahi, didampingi Kepala LPP Kelas IIB Manado Patta Helena serta jajaran pemasyarakatan dan Laskar Narapidana Mandiri saat meresmikan Sekolah Alkitab Napiri (SAN) di LPP Perempuan Kelas IIB Manado, Rabu (3/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONews5.com – Upaya pembinaan spiritual bagi warga binaan pemasyarakatan di Sulawesi Utara memasuki babak baru. Laskar Narapidana Mandiri (LNM) bersama Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIB Manado resmi membuka Sekolah Alkitab Napiri (SAN), Rabu (3/6/2026).
Peresmian program pembinaan rohani tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Haposan Silalahi, yang juga merupakan Pembina Laskar Narapidana Mandiri.
Kehadiran SAN di lingkungan LPP Manado menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembinaan mental dan spiritual warga binaan sebagai bagian dari proses pemulihan dan reintegrasi sosial.
Kegiatan yang berlangsung di LPP Perempuan Kelas IIB Manado itu turut dihadiri Kepala LPP Manado Patta Helena, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Yulius Paath, Kepala Lapas Kelas IIB Tondano Yulius Jum Hertantono, Kepala LPKA Kelas II Tomohon Novian Endus Santoso, serta tim pengajar Sekolah Alkitab Napiri.
Pembukaan SAN menjadi wujud kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan dan organisasi sosial keagamaan dalam menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek hukum dan kedisiplinan, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual para warga binaan.
Dalam sambutannya yang disampaikan mewakili Ketua Umum Laskar Narapidana Mandiri Alfa Kaliey, Kepala Bidang Kerohanian LNM, Ev. Andreas Lantu, menegaskan bahwa Sekolah Alkitab Napiri lahir dari komitmen organisasi untuk menghadirkan pembinaan rohani yang berkesinambungan dan terarah di lingkungan pemasyarakatan.
Menurutnya, pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam membangun kembali karakter, memulihkan martabat manusia, serta menumbuhkan harapan baru bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.
“Setiap manusia berharga di mata Tuhan dan tidak ditentukan oleh masa lalunya. Melalui firman Tuhan, setiap pribadi memiliki kesempatan untuk mengalami pemulihan batin, pertumbuhan iman, dan transformasi hidup menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Andreas.
Program SAN dirancang sebagai sarana pendidikan Alkitab yang sistematis bagi warga binaan perempuan.
Selain memperdalam pemahaman iman, program ini juga diharapkan mampu membentuk karakter yang lebih baik, meningkatkan kesadaran moral, serta mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat dengan semangat baru.
Sementara itu, Kepala LPP Kelas IIB Manado Patta Helena menyambut baik kehadiran Sekolah Alkitab Napiri sebagai bagian dari program pembinaan yang mendukung proses perubahan perilaku warga binaan.
Pembukaan SAN dinilai menjadi bukti bahwa proses pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada penghukuman, melainkan juga memberikan ruang bagi pembinaan, pemulihan, dan pembentukan kualitas hidup yang lebih baik bagi setiap warga binaan.
Dengan diresmikannya Sekolah Alkitab Napiri, diharapkan lahir lebih banyak pribadi yang mengalami perubahan hidup secara positif, memiliki fondasi iman yang kuat, serta siap kembali menjalankan peran sosialnya di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.
[**/ARP]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar