Tuntut Keadilan Karir, Serikat Pekerja PLN Kepung Kantor UID Suluttenggo
- account_circle (**/VAN)
- calendar_month Senin, 20 Jul 2026
- visibility 283
- comment 0 komentar
- print Cetak

Serikat Pekerja PLN UID Suluttenggo menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan Kantor PLN UID Suluttenggo, Manado, Senin (20/7/2026), menuntut transparansi promosi jabatan, evaluasi manajemen, dan prioritas bagi talenta internal. (Foto: istimewa/van)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONEWS5.COM – Puluhan anggota Serikat Pekerja (SP) PLN dari berbagai daerah menggelar aksi unjuk rasa di Kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Senin (20/7/2026).
Massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada manajemen, termasuk evaluasi kebijakan pengembangan sumber daya manusia, transparansi promosi jabatan, serta prioritas bagi talenta internal di wilayah Suluttenggo.

Aksi yang berlangsung tertib tersebut dipimpin Ketua DPC SP PLN Manado, Christian Walangitan.
Dalam demonstrasi itu, massa juga melakukan penyegelan simbolis terhadap ruangan Human Capital Business Partner (HCBP) sebagai bentuk protes terhadap kebijakan yang dinilai belum berpihak pada pengembangan talenta lokal.
Ketua Umum DPD SP PLN UID Suluttenggo, Joko Susanto, menegaskan bahwa aspirasi para pekerja akan diteruskan hingga ke manajemen PLN Pusat apabila belum memperoleh penyelesaian.
“Kami akan membawa seluruh aspirasi ini ke tingkat pusat. Kami berharap komitmen yang telah disampaikan sebelumnya benar-benar diwujudkan melalui langkah nyata,” tegas Joko di hadapan General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, beserta jajaran manajemen.
Aksi tersebut diikuti perwakilan pekerja dari DPC SP PLN Manado, Kotamobagu, Gorontalo, dan Toli-Toli. Dalam pernyataan sikapnya, massa menyampaikan sembilan tuntutan utama kepada manajemen.
Di antaranya meminta manajemen menghormati komitmen yang telah disepakati, menerapkan sistem promosi dan mutasi secara transparan dan profesional, menolak praktik yang dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, mengevaluasi kinerja sejumlah pejabat manajemen, serta meninjau kembali Surat Keputusan pengangkatan Asisten Manajer NPS UP3 Gorontalo.
Selain itu, para pekerja meminta adanya kepastian jenjang karier bagi pegawai internal, peningkatan kualitas hubungan industrial, serta evaluasi terhadap peran HCBP Area 11 yang dinilai belum mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan kepegawaian.
Massa menegaskan bahwa mereka tidak menolak kehadiran pegawai dari luar daerah. Namun, dalam proses transisi organisasi, mereka berharap talenta internal Suluttenggo mendapat kesempatan yang lebih besar untuk mengisi jabatan manajerial sesuai kompetensi dan pengalaman.
“Kami ingin berkontribusi membangun daerah ini melalui kesempatan yang adil bagi putra-putri terbaik Suluttenggo,” ujar salah seorang peserta aksi.

Menanggapi aspirasi tersebut, General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menerima secara langsung dokumen pernyataan sikap yang disampaikan perwakilan serikat pekerja.
Usman menjelaskan bahwa sebagian kebijakan terkait promosi, mutasi, dan penempatan jabatan merupakan kewenangan PLN Pusat. Meski demikian, pihaknya berkomitmen menyampaikan seluruh aspirasi pekerja kepada manajemen di tingkat pusat.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk terus membangun komunikasi dan berdialog guna mencari solusi terbaik bagi semua pihak,” ujar Usman.
Aksi unjuk rasa berlangsung dalam suasana kondusif dengan pengamanan aparat kepolisian dan berakhir setelah penyampaian aspirasi serta penyerahan pernyataan sikap kepada manajemen.
- Penulis: (**/VAN)



Saat ini belum ada komentar