Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Bukan Hanya Desil, Kebutuhan Siswa Harus Jadi Dasar Penerima PIP dan KIP Kuliah

Bukan Hanya Desil, Kebutuhan Siswa Harus Jadi Dasar Penerima PIP dan KIP Kuliah

  • account_circle (**/IND)
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 500
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, PRONEWS5.COM – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati menilai kebutuhan riil peserta didik harus menjadi dasar dalam menentukan penerima Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah). Menurutnya, penggunaan data desil sebagai tolok ukur utama berpotensi membuat peserta didik yang membutuhkan bantuan justru tidak terakomodasi.

Hal tersebut disampaikan Esti dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Ruang Rapat Komisi X, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026). Ia menilai penyaluran bantuan pendidikan perlu menggunakan mekanisme yang mampu menggambarkan kondisi peserta didik secara lebih akurat.

“Mestinya desil tidak menjadi ukuran, tetapi yang menjadi ukuran adalah kebutuhan dari anak didik kita,” tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu.

Esti menjelaskan, persoalan muncul ketika PIP dan KIP Kuliah dikaitkan dengan skema perlindungan sosial yang menggunakan data desil sebagai salah satu tolok ukur penerima. Ia menilai kondisi tersebut perlu dikaji karena akurasi data desil masih menjadi persoalan di lapangan.

“Ketika masuk di dalam bansos, maka tolok ukurnya adalah desil 1 sampai dengan 4. Kalau itu bukan perlindungan sosial, mohon maaf, saya harus juga mengatakan desil ini masih banyak yang salah,” katanya.

Menurut Esti, sekolah dapat dilibatkan dalam proses identifikasi peserta didik yang membutuhkan bantuan. Pihak sekolah dinilai memiliki informasi yang lebih dekat dengan kondisi siswa sehingga dapat membantu proses verifikasi penerima.

Ia menilai mekanisme tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperbaiki ketepatan sasaran PIP dan KIP Kuliah. Dengan demikian, peserta didik yang membutuhkan dukungan pendidikan tidak kehilangan hak hanya karena persoalan klasifikasi dalam data.

Legislator Dapil DI Yogyakarta itu juga menyoroti pentingnya verifikasi dan pembandingan data dalam menentukan penerima bantuan pendidikan. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan kebijakan tidak hanya bergantung pada satu indikator.

“PIP dan KIP Kuliah seharusnya tidak masuk di dalam bansos. Jadi dikeluarkan dari perlindungan sosial,” ujar Esti.

Ia menambahkan, persoalan data desil telah menjadi perhatian dalam pembahasan di Komisi X. Karena itu, perbaikan mekanisme pendataan perlu berjalan bersama dengan kebijakan bantuan pendidikan agar penyalurannya semakin tepat sasaran.

Esti berharap pemerintah memastikan PIP dan KIP Kuliah tetap menjadi instrumen pemerataan akses pendidikan. Penentuan penerima harus mempertimbangkan kebutuhan peserta didik sehingga bantuan dapat diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

  • Penulis: (**/IND)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadapi Arus Balik Lebaran, Pemerintah Siapkan Skema Rekayasa Lalu Lintas

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Pemerintah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan kendaraan pada arus balik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap aman, lancar, dan terkendali di tengah tingginya mobilitas nasional. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyampaikan bahwa puncak arus mudik diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada […]

  • SPBU Gunung Potong Dikeluhkan, Warga Curiga Pengisian BBM Tak Sesuai

    SPBU Gunung Potong Dikeluhkan, Warga Curiga Pengisian BBM Tak Sesuai

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle (**/VIC)
    • visibility 303
    • 0Komentar

    MANADO, PRONews5.com — Pelayanan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Gunung Potong yang berlokasi di Kelurahan Sindulang Satu, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara, menuai keluhan setelah seorang warga mengaku berulang kali mengalami kejanggalan saat mengisi bensin kendaraan miliknya. Dalam unggahan yang beredar di media sosial pada Rabu (13/5/2026), warga tersebut menyebut dirinya sudah […]

  • MBG Ciptakan Kebiasaan Makan Anak-Anak Jadi Lebih Sehat

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama satu tahun berhasil menciptakan perubahan positif signifikan dalam kebiasaan makan anak-anak Indonesia. Hasil kajian Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) menunjukkan bahwa setelah mengikuti program ini, banyak anak menjadi lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi dan tidak lagi pilih-pilih dalam memilih makanan. Direktur RISED, M. […]

  • Pemerintah Tetapkan Skema Kompensasi untuk Korban Bencana Sumatra, Percepat Pemulihan

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Jakarta — Pemerintah menetapkan skema kompensasi bagi korban bencana di wilayah Sumatra sebagai langkah strategis untuk mempercepat pemulihan sosial, ekonomi, dan infrastruktur pascabencana. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh kepastian bantuan yang adil, terukur, dan tepat sasaran, sekaligus memperkuat kehadiran negara dalam melindungi warganya dari dampak bencana alam yang terjadi secara berulang. Penetapan […]

  • KPK Diminta Usut Proyek Labkesmas Rp13,2 Miliar di Minahasa

    KPK Diminta Usut Proyek Labkesmas Rp13,2 Miliar di Minahasa

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 269
    • 0Komentar

    MINAHASA | PRONews5.com — Proyek pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) senilai Rp13,2 miliar di Kelurahan Rinegetan, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, mulai menjadi perhatian serius setelah muncul dugaan persoalan teknis, administrasi hingga isu lingkungan yang dinilai berpotensi mengarah pada penyimpangan proyek. Informasi yang dihimpun PRONews5.com menyebutkan, dugaan persoalan proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus […]

  • Kenaikan Suku Bunga Global Picu Strategi Baru Perkuat Fundamental Domestik

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Jakarta – Dinamika perekonomian global yang ditandai dengan kenaikan suku bunga di negara-negara utama kembali memberi tekanan pada pasar keuangan dunia, termasuk Indonesia. Guncangan yang sempat terjadi di Bursa Efek Indonesia menjadi pengingat pentingnya memperkuat fondasi ekonomi domestik agar lebih tangguh menghadapi volatilitas eksternal. Sejumlah pemangku kepentingan menilai gejolak tersebut harus dimaknai sebagai momentum introspeksi […]

expand_less