JAKARTA, PRONews5.com Mantan Kepala Divisi Humas Polri periode 2013–2015, Irjen Pol (Purn) Dr. Ronny F. Sompie, S.H., M.H., memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Polri dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba sepanjang Oktober 2024 hingga Oktober 2025.

Menurutnya, Polri sukses menyeimbangkan pendekatan penegakan hukum yang tegas dengan rehabilitasi dan edukasi humanis, sejalan dengan semangat Presisi yang digaungkan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Upaya Polri tidak hanya menekan angka penyalahgunaan, tetapi juga memperkuat pendekatan humanis.

Ini terbukti dari kegiatan pemusnahan barang bukti yang dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, kemarin,” ujar Ronny F. Sompie, Sabtu (1/11/2025) di Jakarta.

Sompie menilai, keberhasilan Polri bukan semata-mata diukur dari volume barang bukti narkotika yang dimusnahkan, tetapi dari komitmen moral membantu korban penyalahgunaan narkoba untuk pulih dan kembali ke masyarakat melalui program rehabilitasi dan penyuluhan publik.

“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa semangat Presisi bukan hanya slogan, tetapi wujud nyata pengabdian bagi negeri,” tegas Sompie.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa bersatu dalam perang melawan narkoba.

“Perang melawan narkoba bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab kita semua.

Mari bersama wujudkan Indonesia yang bebas dari narkoba, aman, dan bermartabat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung pemusnahan barang bukti narkoba berbagai jenis seberat 214,84 ton di Lapangan Bhayangkara Polri, Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus selama satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, dengan estimasi nilai mencapai Rp29,3 triliun.

Dalam kegiatan itu, Presiden Prabowo terlihat mengenakan sarung tangan hitam dan secara simbolis memasukkan paket narkoba ke dalam alat pembakaran pemusnahan.

Api besar pun menyala, menandai dimulainya proses pemusnahan barang haram tersebut.

Aksi simbolik itu dinilai sebagai bentuk ketegasan kepemimpinan Presiden Prabowo dalam mendukung aparat penegak hukum memberantas jaringan narkotika internasional.

“Ini simbol kepemimpinan tegas melawan kejahatan narkotika.

Dari total barang bukti yang berhasil diungkap sepanjang Oktober 2024 hingga Oktober 2025, diperkirakan berhasil menyelamatkan sekitar 629 juta jiwa,” ujar Aminullah, salah satu pejabat kepolisian yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Pemusnahan barang bukti narkoba berskala besar ini menandai komitmen serius pemerintah dan Polri dalam menegakkan hukum, melindungi generasi muda, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Momentum tersebut juga menjadi pengingat bahwa Presisi dan keberpihakan pada kemanusiaan adalah fondasi utama dalam perang melawan narkoba di Indonesia.

[**/WIL]