Noel Sebut “Anjing-Anjing Liar” Memburu Kader PDIP
- account_circle (**/VIC)
- calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
- visibility 319
- comment 0 komentar
- print Cetak

Noel (Immanuel Ebenezer Gerungan) memberikan keterangan kepada awak media usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, PRONEWS5.COM — Pernyataan kontroversial kembali mengguncang ruang publik. Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel, menuding adanya dugaan pemburuan terhadap kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan oleh aparat penegak hukum (APH), dengan menyebut mereka sebagai “anjing-anjing liar”.
Pernyataan itu disampaikan Noel usai menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026), dan langsung memantik polemik luas karena dikemas dalam metafora tajam dan provokatif.
“Sampaikan ke Bu Mega dan Mas Hasto, anjing liar sedang memburu banteng. Kader-kader PDIP sekarang sedang diburu,” tegas Noel di hadapan awak media.
“APH yang sering bohong itu loh. Kawan-kawan bisa simpulkan sendiri siapa yang saya maksud. Mereka itu yang saya identikkan sebagai anjing liar,” ujarnya.
Lebih jauh, Noel mengaitkan situasi tersebut dengan agenda politik berskala besar. Ia menyebut PDIP sebagai target utama karena memiliki basis massa yang kuat dan loyal.
Selain itu, ia juga menyeret Partai Kebangkitan Bangsa sebagai pihak lain yang disebut mengalami tekanan serupa.
“Ini bukan kebetulan. Ini agenda politik besar. PDIP punya akar rumput yang kuat. Selain PDIP, PKB juga jadi buruan,” kata Noel.
Pernyataan Noel mendapat respons dari politikus PDIP, Guntur Romli. Ia menilai pernyataan tersebut sebagai sinyal peringatan serius atas potensi politisasi hukum di Indonesia.
Menurut Guntur, sejak PDIP mengambil posisi di luar pemerintahan, berbagai tekanan mulai dirasakan, termasuk melalui jalur hukum.
“Kami hanya menjalankan mekanisme demokrasi—ada yang di dalam, ada yang di luar. Tapi risiko politisasi dan kriminalisasi itu nyata,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kasus hukum yang menjerat Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, yang dinilai tidak lepas dari sikap kritis terhadap Joko Widodo.
“Kami melihat ada korelasi dengan sikap kritis terhadap penyalahgunaan kekuasaan,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi maupun PKB terkait tudingan serius yang dilontarkan Noel.
- Penulis: (**/VIC)



Saat ini belum ada komentar