Sidak Reda, Truk Solar Kembali “Kucing-kucingan” Mangkal 300 Meter dari SPBU Walian Tomohon
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
- visibility 191
- comment 0 komentar
- print Cetak

Antrean truk kembali terlihat di sekitar SPBU Pertamina 74.953.13 Walian Satu, Kota Tomohon, usai sidak tim gabungan. Padahal, saat sidak berlangsung, antrean truk di lokasi tersebut sempat tidak lagi terlihat. (Foto: PRONews5.com)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TOMOHON, PRONEWS5.COM — Aktivitas puluhan truk yang diduga berkaitan dengan antrean pembelian solar bersubsidi kembali terlihat di sekitar SPBU Pertamina 74.953.13, Kelurahan Walian Satu, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon.
Fenomena ini mencuat setelah pola pergerakan para sopir yang diduga menerapkan strategi “kucing-kucingan” kembali terpantau di lapangan.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 11.00 WITA, puluhan truk tampak berkumpul di sebuah area parkir yang berjarak sekitar 300 meter di sebelah selatan SPBU.
Area tersebut diduga menjadi tempat berkumpul dan singgah para sopir sambil menunggu giliran pengisian bahan bakar minyak (BBM).
Padahal, jajaran Polres Tomohon bersama tim gabungan yang melibatkan unsur Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Sulawesi Utara, Pertamina Patra Niaga, dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) baru saja melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada akhir September hingga awal Oktober 2026.
Sidak tersebut dilakukan menyusul maraknya keluhan masyarakat terkait dugaan praktik penyimpangan distribusi solar bersubsidi.
Meski antrean truk di badan jalan sempat menghilang setelah sidak, kondisi terbaru menunjukkan puluhan kendaraan kembali berkumpul di lokasi yang tidak langsung terlihat dari jalan utama. Pola ini diduga menjadi cara para sopir menghindari perhatian masyarakat dan pantauan petugas.
Salah seorang sopir truk ekspedisi yang ditemui di lokasi tidak menampik alasan mereka memilih area tersebut.
“Ini tempat kami mangkal biar tidak mencolok dan tidak bikin macet. Kami takut kalau macet, ada warga yang merekam, kemudian videonya viral lagi,” ungkap sopir tersebut.
Sementara itu, seorang warga Walian Satu yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku mengenali para sopir dan kendaraan yang kerap berkumpul di kawasan tersebut.
Warga berharap aparat penegak hukum tidak terkecoh dengan perubahan lokasi berkumpulnya truk dan tetap konsisten mengawasi distribusi BBM bersubsidi di Kota Tomohon.
Kembali terlihatnya puluhan truk tersebut menjadi tantangan bagi pengawasan penyaluran solar bersubsidi. Aparat penegak hukum bersama instansi terkait perlu menelusuri alasan kendaraan-kendaraan itu berkumpul di area parkir tersebut, sekaligus memeriksa pola antrean dan transaksi pengisian BBM di SPBU 74.953.13.
Langkah ini penting untuk memastikan apakah aktivitas tersebut merupakan kegiatan yang sesuai ketentuan atau terdapat indikasi penyimpangan distribusi solar bersubsidi yang perlu ditindaklanjuti.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar